Barometer Bali | Mataram – Operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung menyusul terbakarnya KMP Putri Yasmin di perairan Bangko Bangko, Kecamatan Sekotong, Selat Lombok, Lombok Barat, NTB, Rabu (12/8/2026) sekitar pukul 04.15 Wita. Hingga data sementara dihimpun, 173 orang berhasil dievakuasi, terdiri dari 172 orang selamat dan satu korban meninggal dunia. Sementara lima orang lainnya masih dalam pencarian.
KMP Putri Yasmin diketahui milik PT Jembatan Lautan (JEMLA) dengan operator/perusahaan PT Jemla Ferry. Saat insiden terjadi, kapal sedang melaksanakan pelayaran dari Pelabuhan Padangbai, Bali, menuju Pelabuhan ASDP Lembar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kapal tersebut merupakan jenis Kapal Motor Penyeberangan (KMP) berbendera Indonesia dengan kapasitas angkut 212 penumpang, 36 unit kendaraan roda dua (R2), serta 19 unit kendaraan roda empat (R4).
Berdasarkan data spesifikasi, KMP Putri Yasmin memiliki IMO Number 9037575, MMSI 525010084, dan Call Sign YDGJ. Kapal yang dibangun pada 1992 tersebut memiliki tonase 1.790 GT, bobot mati atau deadweight tonnage (DWT) sekitar 250 ton, serta panjang keseluruhan atau length overall (LOA) sekitar 62 meter.
Sementara berdasarkan data yang terkonfirmasi di Posko SAR, sebanyak 173 orang telah dievakuasi. Dari jumlah tersebut, 172 orang dinyatakan selamat dan satu orang meninggal dunia.
Di sisi lain, berdasarkan data sementara dari Posko SAR di Pelabuhan Lembar, masih terdapat lima korban yang belum ditemukan, yakni Yasir Arafat, Selvina Rambu Mayi, I Made Sutarjana, Slamet Yulianto, dan I Ratu Agung Ayu Sekar.
Tim SAR Gabungan masih melakukan penyisiran secara intensif di sekitar lokasi kejadian untuk menemukan para korban yang belum ditemukan sekaligus memastikan seluruh penumpang maupun kru kapal telah terdata.
Dalam operasi tersebut, sejumlah armada laut dan udara dikerahkan, di antaranya KN SAR 220 Mataram, KN SAR Arjuna, Helikopter SGi Air Bali, KMP PortLink II, KAL Lembar, serta kapal yacht “No Comment” dan “Still Here”.
Operasi pencarian juga diperkuat speedboat Polairud, Rigid Inflatable Boat (RIB), dan Rigid Buoyancy Boat (RBB) untuk memperluas area penyisiran dan mempercepat proses evakuasi.
Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, menegaskan seluruh personel SAR Gabungan di lapangan masih dalam status siaga penuh. Fokus utama tim adalah memastikan keselamatan seluruh penumpang dan kru serta memberikan penanganan medis dan evakuasi secara cepat.
“Fokus utama kami saat ini adalah memastikan keselamatan seluruh penumpang dan kru kapal. Tim SAR gabungan masih terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian untuk mengantisipasi adanya korban lain yang mungkin belum dievakuasi. Kami juga berkoordinasi secara intensif dengan seluruh unsur terkait guna mempercepat proses penanganan darurat ini,” ujar Hariyadi dalam keterangan resminya.
Operasi SAR melibatkan Kantor SAR Mataram dan Kantor SAR Denpasar, SGi Air Bali dengan dukungan Finns Search and Rescue, TNI AL, Ditpolairud Polda NTB, Polres Lombok Barat, Syahbandar Pelabuhan Lembar, KMP PortLink II, KMP Parama Kalyani, awak kapal yacht, tim medis, masyarakat setempat, serta sejumlah instansi terkait lainnya.
Hariyadi menyatakan data korban akan terus diperbarui secara berkala seiring perkembangan proses pencarian dan evakuasi di lapangan.
Hingga berita ini diturunkan, operasi pencarian terhadap lima korban yang dilaporkan belum ditemukan masih berlangsung. Penyebab kebakaran KMP Putri Yasmin juga masih menunggu keterangan lebih lanjut dari pihak berwenang. (red)










