Putri Koster Ajak Masyarakat Bali Bangga Kenakan Karya Desainer Lokal

IMG-20260812-WA0162
Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster, pada Rabu (12/8/2026)(Barometerbali/istimewa)

Barometer Bali | Denpasar – Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster mengajak masyarakat Bali memperkuat ekosistem fesyen daerah dengan membangun kebanggaan terhadap karya desainer lokal dan kain tenun yang diproduksi para perajin Bali.

Menurut Putri Koster, dukungan terhadap satu desainer lokal tidak berhenti pada industri fesyen semata. Di balik karya seorang desainer terdapat mata rantai ekonomi kreatif yang melibatkan penenun, penjahit, model, koreografer hingga seniman musik.

Hal tersebut disampaikan Ny. Putri Koster saat mengikuti Dekranasda Bali Fashion Road Show “Wastra Hitakara” Goes to Denpasar di Ruang Taksu, Gedung Dharma Negara Alaya, Denpasar, Rabu (12/8/2026).

Putri Koster mengatakan keberlangsungan kegiatan fesyen di Bali membutuhkan dukungan seluruh pihak, terutama masyarakat sebagai pengguna sekaligus pasar bagi karya-karya lokal.

“Mari kita dengan bangga mempergunakan desain-desain para desainer lokal kita. Dan para desainer, mari kita bangga menggunakan kain-kain tenun yang memang ditenun di ranah Bali,” ujarnya.

Ia menilai ketika masyarakat memilih menggunakan karya desainer lokal, dampaknya akan menjalar ke berbagai sektor dalam ekosistem kreatif.

Seorang desainer, kata dia, membutuhkan kain tenun. Ketika permintaan kain meningkat, para penenun ikut bergerak. Kain tersebut kemudian membutuhkan tenaga penjahit, sementara busana yang telah jadi membutuhkan model untuk memperagakannya.

Berita Terkait:  Polda Bali Gerebek Spa di Seminyak, Diduga Jadi Tempat Asusila

“Kebanggaan saya adalah ketika kita mengangkat seorang desainer, ekosistemnya akan terangkat. Seorang desainer memerlukan kain tenun, para penenunnya akan bangkit. Kain itu memerlukan tukang jahit, tukang jahit akan tumbuh di sekitaran para desainer,” jelasnya.

Tak berhenti di sana, pertunjukan fesyen juga membutuhkan model, koreografer dan komposer. Bali, menurut Putri Koster, memiliki talenta-talenta kreatif yang mampu bersaing hingga tingkat dunia.

Karena itu, ia mendorong seluruh potensi tersebut untuk dilibatkan dalam pengembangan fesyen Bali. Salah satunya melalui konsep pertunjukan yang memadukan peragaan busana dengan musik secara langsung.

“Kita punya seniman sekaliber Gus Teja yang sudah mendunia. Makanya ciri khas dari penampilan kami adalah kita selalu pakai live music,” katanya.

Konsep tersebut menjadi bagian dari upaya Dekranasda Bali membangun karakter fesyen yang tidak sekadar mengikuti tren global, tetapi tetap berakar pada identitas budaya Bali.

Putri Koster menegaskan masyarakat Bali memiliki kekuatan budaya yang dapat berjalan beriringan dengan perkembangan zaman. Tradisi tidak harus ditinggalkan ketika fesyen Bali memasuki panggung modern dan pasar global.

Berita Terkait:  Tingkatkan Kualitas Branding, UMKM Olahan Pangan Buleleng Mulai Sentuh Teknologi Modern

“Masyarakat Bali adalah masyarakat yang sangat cinta dengan tradisinya, tetapi bisa mengikuti perkembangan dan modernisasi secara global,” ujarnya.

Angkat Ragam Payas Pengantin Bali

Selain mendorong penggunaan karya desainer lokal dan kain tenun Bali, Dekranasda Bali juga berkomitmen mengangkat keberagaman busana tradisional Bali, khususnya payas penganten.

Putri Koster menyebut setiap kabupaten/kota di Bali memiliki karakter busana adat yang khas. Keragaman tersebut dinilai penting untuk ditampilkan sebagai bagian dari kekayaan budaya sekaligus identitas fesyen Bali.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, sejumlah jenis payas tradisional mulai diperkenalkan, di antaranya payas Denpasar, payas ningrat Buleleng, payas gede Karangasem dan payas agung Denpasar.

Ke depan, ia berharap setiap kabupaten/kota dapat memiliki representasi payas yang ditata dan dikembangkan sesuai ciri khas daerah masing-masing.

“Kami ingin menampilkan agar ditata dulu oleh Bapak Dr. Anak Agung Mayun agar di setiap kabupaten/kota mereka punya cirinya masing-masing,” ungkapnya.

Putri Koster juga berharap penguatan ekosistem fesyen dan kerajinan tidak hanya menjadikan Bali sebagai pengguna atau produsen, tetapi berkembang menjadi pusat pemasaran hingga ekspor produk kerajinan Nusantara.

Berita Terkait:  Bali Jadi Panggung Gateball Nasional, Piala Gubernur 2026 Dorong Prestasi dan Sport Tourism

“Suatu saat saya berharap Bali menjadi super hub untuk penjualan dan ekspor karya-karya kerajinan Nusantara,” tegasnya.

Delapan Desainer Tampilkan Karya Terkini

Dekranasda Bali Fashion Road Show “Wastra Hitakara” Goes to Denpasar juga menjadi ruang bagi delapan desainer untuk memperkenalkan karya-karya terbaru mereka.

Putri Koster bahkan mendorong masyarakat yang tertarik dengan busana yang diperagakan untuk berkomunikasi langsung dengan panitia maupun desainer. Busana yang ditampilkan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan ukuran pemesan.

Menurutnya, semakin banyak masyarakat membeli dan menggunakan karya desainer lokal, semakin besar pula peluang para pelaku fesyen Bali untuk berkembang dan tampil di berbagai kabupaten/kota.

“Saya ingin yang ini, saya ingin yang itu, silakan. Saya sangat senang sekali bila begitu diperagakan bajunya, kira-kira cocok dengan Ibu. Walaupun ukurannya tidak sama, bisa di-custom,” ujarnya.

Ia berharap gerakan mencintai produk lokal tersebut menjadi kebiasaan bersama. Dengan demikian, fesyen, tenun, kerajinan, seni pertunjukan dan berbagai talenta kreatif Bali dapat tumbuh dalam satu ekosistem yang saling menghidupkan.

“Mari kita kuatkan keinginan agar dibukakan jalan oleh-Nya,” pungkas Putri Koster. (red)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI