Hari UMKM Nasional, Putri Koster Dorong UMKM Bali Naik Kelas hingga Pasar Nasional

IMG-20260814-WA0086
Ibu Putri Koster saat menghadiri peringatan Hari UMKM Nasional Tahun 2026 di Kantor Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bali, Kamis (13/8/2026)(Barometerbali/istimewa)

Barometer Bali | Denpasar – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Bali untuk terus meningkatkan kualitas produk dan memperluas pemasaran hingga mampu menembus pasar nasional.

Dorongan tersebut disampaikan Ibu Putri Koster saat menghadiri peringatan Hari UMKM Nasional Tahun 2026 di Kantor Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bali, Kamis (13/8/2026).

Menurut Ibu Putri Koster, UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat. Karena itu, pelaku UMKM perlu mendapatkan ruang, pendampingan, serta kesempatan yang berkelanjutan agar mampu berkembang dan tidak hanya bertahan di tengah berbagai tantangan ekonomi.

Ia mengapresiasi berbagai program yang dijalankan Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bali, salah satunya Gerakan Memajukan Bisnis Rakyat (GEMBIRA). Gerakan tersebut dinilai mampu memberikan ruang kepada pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha sekaligus memperluas pemasaran, baik melalui platform digital maupun kegiatan secara langsung.

“UMKM harus diberikan ruang untuk berkembang dan memperluas pemasaran. Tidak hanya melalui platform digital, tetapi juga melalui ruang-ruang luring yang bisa mempertemukan pelaku usaha dengan masyarakat,” ujar Ibu Putri Koster.

Berita Terkait:  Upacara Melaspas Tapakan Ida Batara di Pura Dalem Merta Ening Manik Galih Bongkasa

Menurutnya, upaya mendorong UMKM naik kelas juga harus dibarengi dengan peningkatan kualitas produk. Pelaku usaha, khususnya sektor kuliner, perlu memperhatikan aspek kesehatan, kebersihan dalam proses pengolahan, kelayakan konsumsi, serta penggunaan bahan baku lokal yang menjadi potensi khas masing-masing daerah.

Pembinaan terkait keamanan dan kelayakan konsumsi juga dinilai penting untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk UMKM Bali. Dalam hal ini, keterlibatan berbagai pihak, termasuk Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), menjadi bagian penting dalam memperkuat kualitas produk sebelum dipasarkan lebih luas.

Ibu Putri Koster juga menyoroti pentingnya membuka kesempatan bagi masyarakat untuk menjadi pelaku usaha baru. Salah satunya melalui kolaborasi Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bali dengan Tim Penggerak PKK Provinsi Bali melalui kegiatan Bergerak dan Berbagi TP PKK.

Melalui kegiatan tersebut, chef dihadirkan ke desa-desa untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat yang memiliki minat di bidang kuliner. Dalam satu kegiatan, sebanyak 30 peserta dipilih untuk mengikuti pelatihan, dengan pelaksanaan di tiga desa sehingga mencapai 90 peserta dalam satu hari.

Berita Terkait:  Bunda Rai Perkuat Sinergi dengan TP PKK Provinsi Bali, Aksi Bergerak dan Berbagi Tahap II Sasar Tiga Kecamatan di Tabanan

Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan keterampilan masyarakat, tetapi juga mendorong lahirnya pelaku UMKM baru dengan memanfaatkan bahan baku pangan khas yang tersedia di masing-masing daerah.

Selain pelatihan, pelaku UMKM kuliner juga diberikan ruang untuk memperkenalkan produknya melalui Pesta Kesenian Bali (PKB) yang digelar setiap tahun. Keterlibatan tersebut menjadi salah satu sarana promosi sekaligus memperluas akses pasar bagi produk olahan pangan dan kerajinan khas Bali.

“Dengan adanya ruang seperti PKB, produk UMKM bisa dikenal lebih luas. Ini harus dimanfaatkan untuk memperkenalkan produk lokal Bali sekaligus membuka pasar baru,” katanya.

Ibu Putri Koster berharap pembinaan terhadap UMKM Bali dapat dilakukan secara berkelanjutan dan tidak terhenti akibat adanya pergantian kepemimpinan. Menurutnya, keberlanjutan pendampingan menjadi salah satu kunci agar UMKM mampu bertumbuh dalam jangka panjang.

Ia optimistis, dengan dukungan dan pembinaan yang konsisten, pelaku UMKM Bali tidak hanya mampu bertahan di pasar lokal, tetapi juga dapat mengembangkan sayap hingga tingkat nasional.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bali, Tri Arya Dhyana Kubontubuh, menyampaikan apresiasi kepada Ibu Putri Koster dan Dekranasda Provinsi Bali atas dukungan terhadap pengembangan UMKM dan Industri Kecil Menengah (IKM) di Bali.

Berita Terkait:  Ayah dan Anak Kompak Curi Motor, Polsek Denpasar Barat Ungkap Aksi di 12 TKP

Menurutnya, pendampingan yang diberikan Dekranasda memberikan semangat kepada para pelaku UMKM dan IKM untuk terus berkarya, meningkatkan kemampuan, serta mengembangkan usaha menuju pasar yang lebih luas.

Peringatan Hari UMKM Nasional Tahun 2026 di Bali juga menjadi momentum khusus karena untuk pertama kalinya peringatan tersebut dilaksanakan di Bali. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap pelaku UMKM kuliner tradisional yang berpartisipasi dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026.

Sebanyak 20 UMKM dengan nilai penjualan tertinggi selama penyelenggaraan PKB XLVIII Tahun 2026 mendapatkan penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam menghidupkan ekosistem UMKM di Bali.

Momentum Hari UMKM Nasional 2026 diharapkan semakin memperkuat komitmen berbagai pihak dalam memberikan ruang, pembinaan, dan akses pasar bagi UMKM Bali, sehingga produk lokal mampu semakin dikenal dan bersaing hingga tingkat nasional. (red)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI