Barometer Bali | Denpasar – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali memperkuat langkah pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan generasi muda dengan menggandeng Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Bali.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara BNNP Bali dan Kwarda Gerakan Pramuka Bali, Senin (31/8/2026).
Salah satu fokus kerja sama adalah memperkuat Rintisan Satuan Karya (Saka) Pramuka Anti Narkoba sebagai agen edukasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), terutama di lingkungan sekolah.
Kepala BNNP Bali Brigjen Pol Putu Putera Sadana mengatakan, Gerakan Pramuka memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan pembentukan karakter generasi muda. Nilai kedisiplinan, kepatuhan terhadap hukum, patriotisme, serta pola hidup sehat yang ditanamkan dalam Pramuka dinilai sejalan dengan misi pencegahan narkoba.
“Gerakan Pramuka sejalan dengan program BNN dalam membentuk karakter generasi muda yang berakhlak, berjiwa Pancasila, patriotik, taat hukum, disiplin, serta sehat tanpa narkoba. Saka Anti Narkoba ini diharapkan dapat menjadi perpanjangan tangan BNNP Bali di lingkungan masing-masing, khususnya sekolah,” papar Putu Putera Sadana.
Melalui program tersebut, anggota Saka Anti Narkoba akan diperkuat kapasitasnya agar tidak hanya mampu menjaga diri sendiri, tetapi juga menjadi edukator sebaya di lingkungannya.
BNNP Bali akan memberikan bimbingan teknis mengenai pencegahan dan deteksi dini penyalahgunaan narkoba, penguatan kapasitas P4GN, hingga pengembangan potensi diri. Pembekalan tersebut diharapkan membentuk remaja yang memiliki kepercayaan diri dan ketahanan kuat untuk menolak narkoba.
Menurut Putu Putera Sadana, ketahanan pribadi menjadi salah satu benteng utama menghadapi ancaman penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika. Upaya tersebut perlu diperkuat dengan lingkungan keluarga, sekolah, dan pergaulan yang positif.
Sinergi BNNP Bali dengan Kwarda Gerakan Pramuka Bali sekaligus diarahkan untuk mendukung agenda pembangunan sumber daya manusia unggul serta menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Melalui penandatanganan MoU bersama Kwarda Bali ini, kami berharap upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika dapat kita lakukan bersama sebagai upaya menjaga negeri ini agar menjadi bangsa yang maju menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. (red)










