Barometer Bali | Mangupura – DPP Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) mempercepat konsolidasi organisasi menuju Pemilu 2029. Bali menjadi salah satu daerah yang diminta segera menuntaskan struktur kepengurusan hingga tingkat kecamatan atau Pengurus Anak Cabang (PAC).
Saat ini, hampir 90 persen PAC Hanura di Bali telah terbentuk. DPP menargetkan seluruh DPC kabupaten/kota menuntaskan pembentukan PAC hingga 100 persen pada akhir September 2026, sebelum konsolidasi struktur secara nasional dituntaskan pada akhir Oktober mendatang.
Ketua Task Force sekaligus Wakil Ketua Umum DPP Partai Hanura H. Patrice Rio Capella menyampaikan hal tersebut saat melakukan konsolidasi bersama jajaran Hanura Bali di Hotel Harper Legian, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Rabu (2/9/2026).
Menurut Rio, Task Force DPP Hanura terus turun ke berbagai daerah untuk bertemu langsung dengan jajaran DPD, DPC hingga anggota DPRD dari Partai Hanura. Langkah tersebut dilakukan untuk menyamakan persepsi sekaligus memastikan kesiapan organisasi menghadapi tahapan politik menuju Pemilu 2029.
Berdasarkan laporan yang diterima DPP, Rio menyebut pembentukan PAC di Bali telah mendekati 90 persen.
“Konsolidasi di Bali cukup mantap, kalau bisa dikatakan hampir 100 persen, dan mudah-mudahan Bali terus bisa bergerak untuk mempersiapkan konsolidasi pada level bawah,” kata Rio.
DPP Hanura tidak hanya meminta penyelesaian struktur kepengurusan. Berbagai kelengkapan organisasi, mulai dari papan nama hingga administrasi kepartaian, juga diminta segera dirampungkan.
Targetnya, sebelum akhir Oktober 2026 Hanura telah menyelesaikan konsolidasi nasional dengan kepengurusan hadir di 100 persen provinsi, 100 persen kabupaten/kota, serta sekitar 7.300 kecamatan di seluruh Indonesia.
Setelah struktur tingkat kecamatan terpenuhi, konsolidasi akan terus bergerak untuk melengkapi kepengurusan hingga tingkat ranting.
Rio berharap pada akhir Oktober mendatang DPP sudah dapat mengambil keputusan bahwa konsolidasi nasional Hanura telah selesai pada tingkat provinsi, kabupaten/kota dan kecamatan.
Dalam kunjungannya ke Bali, Rio juga melihat adanya perubahan atmosfer di internal partai. Optimisme kader dinilai mulai tumbuh seiring konsolidasi yang terus dilakukan.
“Saya enggak tahu dulu seperti apa, tapi hari ini kita melihat aura positif dan keyakinan, optimisme di dalam diri kader sudah mulai muncul. Jadi, berpolitiknya gembira, tidak ada keraguan, tidak ada mikir ini ke depan bagaimana Hanura ini, itu pelan-pelan sudah mulai terkelupas. Mudah-mudahan kita bisa meraih masa depan Hanura ini lebih baik,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Hanura Provinsi Bali Gde Wirajaya Wisna mengapresiasi langkah DPP melalui Task Force yang turun langsung memantau sekaligus berdialog dengan jajaran pengurus di daerah.
Menurut Wirajaya, kehadiran Task Force membantu menyamakan persepsi seluruh jajaran partai, khususnya terkait langkah dan kesiapan organisasi menghadapi Pemilu 2029.
“Memantapkan apa namanya langkah-langkah Hanura untuk siap menghadapi Pemilu 2029,” tandas Wirajaya.
Ia menegaskan struktur kepengurusan hingga tingkat PAC merupakan salah satu instrumen penting yang harus segera dipenuhi.
Konsolidasi DPP tersebut juga dinilai memberikan energi baru kepada kader Hanura Bali untuk bergerak lebih cepat melengkapi berbagai persyaratan dan instrumen organisasi.
“Kita segera mungkin bangkit, semangat untuk betul-betul instrumen apa yang dibutuhkan dalam apa nama kelolosan partai kita karena begitu aturan mainnya kan. Ya bisa kita rampungkan segera mungkin khususnya Bali,” pungkas Wirajaya. (red)











