Gurihnya Sudang Lepet Kuliner Khas Buleleng, Olahan Ikan Asin yang Dikeringkan Khas Pesisir Pantai 

BARO SEP F 15
Sudang Lepet, ikan asin khas pesisir pantai Buleleng yang biasa dimakan dengan jeruk limau. (barometerbali/dok.msn.com)

Barometerbali.com | Buleleng – Sudang lepet merupakan salah satu kuliner yang cukup populer di Buleleng.

Kuliner ini hanya bisa ditemui di Desa Sangsit, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Bali.

Memang selain jukut buangit, Desa Sangsit juga mempunyai sudang lepet sebagai menu khas yang sangat diminati oleh masyarakat.

Sudang lepet, merupakan kuliner tradisional yang berbahan dasar ikan blambang (ikan terbang).

Ikan blambang atau ikan terbang yang digunakan berasal dari perairan Madura yang dibawa ke Bali, kemudian diolah menjadi kuliner yang nikmat dan menggugah selera.

Cita rasanya yang asin dan gurih ditambah tekstur yang renyah membuat kuliner ini cocok sekali bila disantap langsung dengan nasi panas.

Berita Terkait:  10 Beach Club Ramah Anak di Bali, Seru Dikunjungi saat Liburan Bersama Keluarga

Menurut salah satu penjual, sudang lepet di Desa Sangsit, Luh Cahyani, mengatakan bahwa sudang lepet akan lebih nikmat jika ditambahkan bumbu tambahan seperti perasan jeruk nipis dan minyak Bali tandusan.

Apalagi jika ditambah dengan sambal matah, maka akan memperkaya rasa dari kuliner yang satu ini.

Selain itu biasanya kuliner ini juga disandingkan dengan kuliner lain yakni jukut undis.

“Kalau pakai jukut undis iya lebih mantap, di sini kan memang terkenalnya sudang lepet sama jukut undis. Sudang lepet biasanya digoreng dulu, baru dikasi jeruk nipis, sama lengis Bali tandusan (minyak tradisional Bali). Ditambahin sambal juga enak, sambal matah biasanya,” kata Cahyani, saat ditemui di warungnya yang bernama Sari Mina Ayu, di Jalan Raya Sangsit Beji, Buleleng.

Berita Terkait:  Rujak Bulung, Kuliner Khas Bali dari Olahan Rumput Laut yang Enak dan Menyehatkan

“Kalau di Sangsit itu memang terkenal sudang lepet dan jukut undis, itu biasanya dipakai lauk, sama kalau ada kegiatan juga di sini seperti kawinan dan lain sebagainya, selalu pakai sudang lepet sama jukutnya itu pakai jukut undis, untuk menunya,” katanya.

Luh Cahyani menuturkan bahwa pengolahan sudang lepet cukup sederhana.

Di mana bahan mentah akan dibersihkan terlebih dahulu, dengan cara dicuci dan direndam, lalu disikat di bagian perut serta dibuang kotorannya.

Berita Terkait:  Perkuat Sinergi Pariwisata, Bupati Badung dan Bupati Wakatobi Sepakat Dorong Kunjungan Wisatawan

Setelah bahan mentah sudang lepet itu telah selesai dibersihkan dilanjutkan dengan penjemuran.

Sesudah kering, selanjutnya ikan blamban akan dipanggang di atas bara api, lalu ditumbuk hingga menjadi tipis.

Kemudian untuk bisa menikmati kuliner sudang lepet ini, harganya mulai dari Rp 7.000 per bungkusnya sampai dengan Rp 150.000 per mika.

“Tahan lamanya ini tiga bulan nggak apa-apa, sehari dapat, kalau empat orang bisa mengerjakan 400 ekor. Bagian cuci ada, bagian manggang juga ada” jelasnya. (ari)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI