Sudaji Peace Trail Fun Run 2026: Berlari di Sawah, Menanam Damai untuk Ibu Pertiwi

IMG-20260909-WA0159
Panitia Sudaji Peace Trail Fun Run 2026 menunjukkan hasil bumi dari Desa Wisata Sudaji, saat konferensi pers di Denpasar pada Rabu (9/9/2026). (Barometer Bali/Rian)

Barometer Bali | Denpasar – Desa Wisata Sudaji, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Bali, menghadirkan sebuah konsep sport tourism yang memadukan olahraga, alam, budaya, perdamaian, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Melalui Sudaji Peace Trail Fun Run 2026, para pelari diajak menikmati pengalaman berbeda dengan menyusuri lintasan sepanjang 6 kilometer di tengah hamparan persawahan, jalur subak, perkebunan, serta panorama alam pedesaan Sudaji.

Kegiatan ini akan berlangsung pada Minggu, 20 September 2026, tersebut mengusung tema “Lari di Sawah, Damai di Bumi: Ritual 1.000 Langkah untuk Ibu Pertiwi.”

Panitia menargetkan sekitar 500 peserta dari berbagai daerah untuk ambil bagian dalam kegiatan yang tidak hanya berorientasi pada olahraga, tetapi juga membawa pesan perdamaian dan kepedulian terhadap lingkungan.

Ketua Panitia Sudaji Peace Trail Fun Run 2026, Ketut Susana, mengatakan kegiatan tersebut dirancang sebagai gerakan kesadaran yang mengajak peserta memaknai setiap langkah yang mereka tempuh.

“Ini bukan sekadar lari. Kami ingin mengajak setiap peserta menyadari bahwa setiap langkah yang kita ambil bisa menjadi bagian dari upaya menjaga alam, membangun perdamaian, sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat desa,” ujar Ketut Susana saat konferensi pers di Denpasar,pada Rabu (9/9/2026).

Menurutnya, konsep tersebut merupakan upaya menerjemahkan semangat Nangun Sat Kerthi Loka Bali dalam bentuk kegiatan nyata yang dekat dengan masyarakat.

Melalui konsep mindful running atau lari dengan penuh kesadaran, peserta akan diajak terlebih dahulu menenangkan diri sebelum memulai perjalanan. Aktivitas tersebut diharapkan dapat menyatukan kebugaran fisik dengan kesadaran untuk menjaga keharmonisan manusia dan alam.

Berita Terkait:  Ketua SMSI Bali, Emanuel Dewata Oja Ingatkan Jurnalis: Jangan Jadi Budak Mesin di Era AI

“Berlari di Sudaji bukan hanya tentang seberapa cepat kita sampai di garis finish. Kami ingin peserta menikmati alam, merasakan kehidupan masyarakat petani, dan pulang membawa pesan bahwa menjaga bumi adalah tanggung jawab kita bersama,” katanya.

Sudaji Peace Trail Fun Run 2026 membawa sejumlah nilai yang sejalan dengan filosofi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, khususnya dalam menjaga keharmonisan manusia dengan alam.

Rute 6 kilometer dirancang melewati kawasan pertanian dan jalur subak yang masih menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Desa Sudaji.

Desa Sudaji sendiri memiliki potensi pertanian dan sistem subak yang masih bertahan, sekaligus dikembangkan sebagai desa wisata berbasis alam dan budaya.

Melalui konsep Danu Kerthi, Wana Kerthi dan Segara Kerthi, kegiatan juga diarahkan untuk meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya menjaga sumber air, hutan, lingkungan, hingga ekosistem yang bermuara ke laut.

Salah satu gerakan yang diusung adalah Zero Waste atau Cantik Tanpa Plastik. Peserta didorong untuk membawa tumbler pribadi dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Selain itu, panitia juga menyiapkan program Run & Plant, yakni menghubungkan aktivitas berlari dengan aksi penghijauan.

“Yang kami bangun adalah sebuah gerakan. Kita berlari, kita menikmati alam, tetapi pada saat yang sama kita juga harus memberikan sesuatu kembali kepada alam,” tutur Susana.

Konsep ramah lingkungan tersebut juga telah menjadi salah satu identitas Sudaji Peace Trail Fun Run 2026 dalam berbagai publikasi sebelumnya, termasuk penerapan konsep bebas plastik dan penggunaan material ramah lingkungan.

Berita Terkait:  Delapan Orang Masih Dicari, Tim SAR Perluas Area Pencarian Speed Boat di Selat Sunda

Selain mengangkat isu lingkungan, kegiatan ini juga diharapkan memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat.

Peserta akan melewati kawasan pertanian warga dan berinteraksi dengan masyarakat serta petani yang tergabung dalam sistem Subak. Kehadiran peserta dan pengunjung diharapkan turut membuka ruang promosi bagi produk lokal.

Di area kegiatan juga akan disiapkan Expo UMKM dan Kuliner Lokal yang menghadirkan berbagai produk hasil pertanian, makanan tradisional, kuliner lokal, hingga kerajinan masyarakat.

“Harapan kami, manfaat kegiatan ini tidak berhenti ketika peserta melewati garis finish. Ada petani yang mendapatkan manfaat, UMKM yang mendapatkan ruang promosi, dan masyarakat yang ikut merasakan dampak ekonomi dari kegiatan ini,” jelas Susana.

Konsep tersebut sekaligus memperkuat posisi Desa Sudaji sebagai destinasi sport tourism yang menggabungkan olahraga dengan potensi alam, budaya, pertanian, serta kehidupan masyarakat.

Pemerintah Kecamatan Sawan sebelumnya juga menyatakan bahwa pelaksanaan Sudaji Peace Trail Fun Run diharapkan dapat mendukung promosi pariwisata sekaligus memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.

500 Pelari, Satu Pesan Perdamaian
Dengan membatasi jumlah peserta menjadi sekitar 500 pelari, panitia ingin menjaga kenyamanan peserta sekaligus mempertahankan karakter alam dan suasana pedesaan yang menjadi kekuatan utama rute.

Peserta berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, kategori umum hingga master, dengan semangat mengikuti sebuah pengalaman lari yang lebih santai, inklusif dan penuh makna.

Berita Terkait:  Aliansi Bali Peduli Bencana Flores Galang Dana, 80 Mahasiswa Keluarganya Terdampak

“Target kami 500 peserta. Kami ingin jumlahnya cukup untuk menghidupkan suasana, tetapi tetap menjaga karakter Sudaji sebagai desa wisata yang alami. Yang paling penting, setiap peserta datang membawa semangat perdamaian dan kepedulian terhadap lingkungan,” kata Susana.

Sudaji Peace Trail Fun Run 2026 dijadwalkan mengambil lokasi start dan finish di Lapangan Desa Wisata Sudaji, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, dengan waktu start pukul 06.00 WITA.

Peserta nantinya mendapatkan race pack berupa jersey eksklusif, medali finisher, BIB number, serta goodie bag dan refreshment yang mengangkat produk tani lokal.

Menurutnya, Kegiatan tersebut bukan sekadar agenda olahraga tahunan. Lebih jauh, Sudaji Peace Trail Fun Run diharapkan menjadi ruang perjumpaan antara manusia, alam, budaya dan ekonomi masyarakat.

“Kami ingin orang datang ke Sudaji bukan hanya untuk berlari. Mereka datang untuk merasakan kedamaian, melihat kehidupan petani, menikmati alam, mendukung UMKM, dan membawa pulang sebuah kesadaran baru,” ujar Susana.

Ia berharap gerakan tersebut dapat menjadi contoh bahwa kegiatan olahraga dapat berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan dan pembangunan ekonomi masyarakat.

“Kalau satu orang mengambil satu langkah untuk kebaikan, lalu 500 orang melakukan hal yang sama, saya percaya dampaknya akan jauh lebih besar. Dari Sudaji kita ingin mengirimkan pesan sederhana: berlari untuk damai, bergerak untuk bumi, dan tumbuh bersama masyarakat,” pungkasnya. (rian)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI