Barometer Bali | Jembrana – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) mengusulkan peningkatan status Pos Pencarian dan Pertolongan (SAR) Jembrana menjadi Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas IV.
Usulan tersebut disampaikan Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, S.H., M.M., saat melakukan audiensi dengan Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, S.E., M.M., Senin (14/9/2026) pagi.
Peningkatan status ini dinilai penting mengingat Kabupaten Jembrana merupakan wilayah strategis sebagai gerbang utama penyeberangan dari Pulau Jawa menuju Bali. Pelabuhan Gilimanuk menjadi salah satu jalur utama untuk distribusi, logistik, pariwisata, serta mobilitas masyarakat.
Kondisi tersebut turut meningkatkan potensi terjadinya kecelakaan, khususnya kecelakaan pelayaran. Selain itu, Jembrana juga menghadapi berbagai potensi bencana yang membutuhkan respons cepat dari tim pencarian dan pertolongan.
Dalam audiensi tersebut, Sidakarya mengatakan tingkat kejadian kecelakaan di Kabupaten Jembrana cukup tinggi. Dalam pelaksanaan operasi SAR, Basarnas juga terus bersinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana.
“Tingkat kejadian kecelakaan di Kabupaten Jembrana cukup tinggi, kita selalu bersinergi dengan stakeholder terkait, termasuk BPBD Jembrana dalam kegiatan operasi SAR,” jelas Sidakarya.
Ia menjelaskan, salah satu persyaratan dalam pengajuan peningkatan status Pos Pencarian dan Pertolongan menjadi Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas IV adalah adanya surat rekomendasi dari pemerintah daerah.
Menanggapi usulan tersebut, Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan menyambut baik dan memberikan dukungan terhadap peningkatan status Pos SAR Jembrana.
Menurutnya, bencana banjir menjadi salah satu kejadian yang paling sering terjadi di wilayah Jembrana. Ia juga mengapresiasi langkah Basarnas yang selama ini turun langsung ke lapangan dan bersinergi dengan BPBD Jembrana dalam penanganan bencana.
“Bencana banjir paling sering terjadi di Kabupaten Jembrana, saya mengapresiasi Basarnas yang telah turun ke lapangan bersinergi dengan BPBD kami,” ujar Kembang Hartawan.
Dukungan tersebut juga mempertimbangkan rencana pengembangan Pelabuhan Perikanan Rakyat (PPR) di Desa Pengambengan. Dengan adanya Pelabuhan Gilimanuk dan pengembangan pelabuhan perikanan tersebut, potensi aktivitas pelayaran dan beban kerja tim SAR diperkirakan akan semakin meningkat.
“Selain pelabuhan utama Gilimanuk nantinya akan ada pengembangan Pelabuhan Perikanan Rakyat (PPR) di wilayah Desa Pengambengan, Kabupaten Jembrana. Dengan adanya dua pelabuhan ini nantinya beban kerja tim SAR juga akan bertambah berat,” tegasnya.
Kembang Hartawan juga berpesan agar penanganan setiap musibah dan bencana dapat dilakukan dengan cepat serta selalu mengedepankan koordinasi dengan seluruh stakeholder terkait.
Ia mengatakan berbagai masukan yang diterima dari masyarakat saat melakukan kunjungan ke lapangan akan menjadi bahan evaluasi dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Jembrana.
Di akhir audiensi, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menyerahkan cendera mata kepada Bupati Jembrana. (Red/Rah)










