Barometer Bali | Klungkung – Pemerintah Kabupaten Klungkung melanjutkan jalannya kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Penyelenggaraan Pemerintahan Kecamatan, Desa, dan Kelurahan. Setelah menyasar Kecamatan Klungkung dan Kecamatan Dawan, kini giliran Kecamatan Banjarangkan yang dikunjungi, Selasa (25/9).
Dua desa dipilih menjadi sampel monev di Kecamatan Banjarangkan, yakni Desa Tusan dan Desa Nyanglan.
Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, turun langsung mendampingi tim monev dalam pemantauan yang dipusatkan di kantor desa masing-masing.
Pemantauan tersebut mencakup empat bidang utama penyelenggaraan pemerintahan desa, yaitu bidang penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, serta pemberdayaan masyarakat.
Wabup Tjok Surya menegaskan bahwa kegiatan monev ini dilakukan bukan untuk mencari-cari kesalahan, melainkan untuk memotret realita tata kelola pemerintahan di tingkat desa secara objektif.
“Hasil potret ini akan kita sinkronkan dengan peraturan terbaru dan tata pelaksanaan yang seharusnya. Jika ada hal yang kurang dipahami atau diragukan oleh perangkat desa, di sinilah ruang untuk berkoordinasi langsung dengan tim monev kabupaten,” ujar Tjok Surya.
Selain menekankan pentingnya sinkronisasi aturan, Wabup juga memberikan peringatan keras terkait pengawasan dan efisiensi penggunaan anggaran desa. Ia meminta seluruh jajaran perangkat desa dan elemen masyarakat untuk disiplin dan transparan dalam mengelola keuangan.
“Jangan main-main terkait tata kelola penggunaan anggaran, jangan sampai ada yang bermasalah. Setiap rupiah anggaran harus bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Menyikapi kondisi fiskal daerah yang saat ini mengalami penyesuaian dan pemotongan anggaran, Tjok Surya meminta pihak desa ekstra cermat dalam menyusun program kerja. Ia mengimbau agar perencanaan kegiatan difokuskan pada program prioritas yang menyentuh masyarakat secara langsung.
“Saya minta dengan sangat, rancang kegiatan yang benar-benar tepat sasaran. Kurangi kegiatan yang bersifat seremonial, pastikan program yang dibuat langsung berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Selain itu, desa juga harus rajin menggali dan mengembangkan potensi lokal yang dimiliki,” pungkasnya. (rah)










