Dorong Efisiensi Anggaran, Desa di Klungkung Diminta Fokus Gali Potensi Lokal

InCollage_20260915_155656023_2niWxajk7X
MONEV PENYELENGGARAAN PEMERINTAH KECAMATAN, DESA DAN KELURAHAN - Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, turun langsung mendampingi tim monev dalam pemantauan yang dipusatkan di kantor desa masing-masing. (Barometer Bali/Rah/Red)

Barometer Bali | Klungkung – Pemerintah Kabupaten Klungkung melanjutkan jalannya kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Penyelenggaraan Pemerintahan Kecamatan, Desa, dan Kelurahan. Setelah menyasar Kecamatan Klungkung dan Kecamatan Dawan, kini giliran Kecamatan Banjarangkan yang dikunjungi, Selasa (25/9).
Dua desa dipilih menjadi sampel monev di Kecamatan Banjarangkan, yakni Desa Tusan dan Desa Nyanglan.

Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, turun langsung mendampingi tim monev dalam pemantauan yang dipusatkan di kantor desa masing-masing.

Berita Terkait:  Kenalkan Potensi Daerah, Bupati Satria Dorong Pengembangan Produk Unggulan Klungkung

Pemantauan tersebut mencakup empat bidang utama penyelenggaraan pemerintahan desa, yaitu bidang penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, serta pemberdayaan masyarakat.

Wabup Tjok Surya menegaskan bahwa kegiatan monev ini dilakukan bukan untuk mencari-cari kesalahan, melainkan untuk memotret realita tata kelola pemerintahan di tingkat desa secara objektif.

“Hasil potret ini akan kita sinkronkan dengan peraturan terbaru dan tata pelaksanaan yang seharusnya. Jika ada hal yang kurang dipahami atau diragukan oleh perangkat desa, di sinilah ruang untuk berkoordinasi langsung dengan tim monev kabupaten,” ujar Tjok Surya.

Berita Terkait:  Dukung Akses Kesehatan di Nusa Penida, Bupati Klungkung Sambut Audiensi PT Nusa Medika Terkait Peluncuran Ambulans Laut

Selain menekankan pentingnya sinkronisasi aturan, Wabup juga memberikan peringatan keras terkait pengawasan dan efisiensi penggunaan anggaran desa. Ia meminta seluruh jajaran perangkat desa dan elemen masyarakat untuk disiplin dan transparan dalam mengelola keuangan.

“Jangan main-main terkait tata kelola penggunaan anggaran, jangan sampai ada yang bermasalah. Setiap rupiah anggaran harus bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Menyikapi kondisi fiskal daerah yang saat ini mengalami penyesuaian dan pemotongan anggaran, Tjok Surya meminta pihak desa ekstra cermat dalam menyusun program kerja. Ia mengimbau agar perencanaan kegiatan difokuskan pada program prioritas yang menyentuh masyarakat secara langsung.

Berita Terkait:  Jalan Lingkar Ceningan Ditangani, Akses Pelabuhan hingga Destinasi Wisata Makin Nyaman

“Saya minta dengan sangat, rancang kegiatan yang benar-benar tepat sasaran. Kurangi kegiatan yang bersifat seremonial, pastikan program yang dibuat langsung berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Selain itu, desa juga harus rajin menggali dan mengembangkan potensi lokal yang dimiliki,” pungkasnya. (rah)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI