Barometer Bali | Bangli – Kehadiran PLN di tengah masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui upaya menjaga keandalan pasokan listrik, tetapi juga melalui kepedulian terhadap lingkungan sosial. Semangat tersebut diwujudkan Tim Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) PLN UID Bali melalui kegiatan bakti sosial bersama anak-anak Yayasan Gurukula Bangli, Rabu (23/9).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian _refreshment_ PDKB PLN UID Bali 2026 yang mengusung semangat “Mengabdi Tanpa Padam, Peduli Tanpa Batas”. Dalam kesempatan tersebut, Tim PDKB menyerahkan bantuan dan paket kebutuhan pokok kepada pihak yayasan.
General Manager PLN UID Bali, Ajrun Karim, mengatakan kegiatan tersebut menjadi wujud kepedulian insan PLN sekaligus upaya mempererat hubungan dengan masyarakat.
“Bagi PLN, menjalankan tugas menjaga keandalan listrik harus berjalan selaras dengan kepedulian terhadap masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami ingin mempererat hubungan antara insan PLN dan masyarakat sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi mereka yang membutuhkan. Semangat mengabdi tanpa padam tidak hanya kami maknai dalam menjalankan tugas kelistrikan, tetapi juga sebagai kepedulian yang terus hadir dan memberikan manfaat,” ujar Ajrun.
Menurut Ajrun, kepedulian terhadap masyarakat merupakan bagian dari kehadiran PLN sebagai perusahaan yang melayani kebutuhan dasar masyarakat.
“Kami berharap kehadiran PLN hari ini dapat memberikan manfaat bagi anak-anak dan pengelola yayasan. Lebih dari bantuan yang diberikan, kami ingin membangun kebersamaan dan menunjukkan bahwa PLN hadir tidak hanya melalui listrik yang andal, tetapi juga melalui kepedulian terhadap masyarakat,” katanya.
Ketua Yayasan Gurukula Bangli, Wayan Arsada, mengapresiasi perhatian dan dukungan PLN yang selama ini telah hadir dalam berbagai kegiatan di yayasan.
“Kami merasa bangga dan terhormat karena PLN tetap memberikan perhatian kepada anak-anak kami. Dari tahun ke tahun, PLN hadir melalui berbagai bentuk kegiatan, baik berupa bantuan kebutuhan anak-anak maupun kegiatan yang mendukung pendidikan,” ujar Wayan.
Wayan berharap sinergi tersebut dapat terus berlanjut untuk mendukung kebutuhan pendidikan dan perkembangan anak-anak di yayasan. Menurutnya, masih terdapat berbagai kebutuhan pembelajaran yang perlu mendapat dukungan, termasuk perangkat penunjang pendidikan yang saat ini masih terbatas.
Sementara itu, salah satu perwakilan anak, Ni Komang Ira, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan PLN.
“Terima kasih atas bantuannya, Kakak PLN, sudah datang ke Yayasan Gurukula Bangli. Terima kasih atas bantuannya. Semoga berkelanjutan dan bersinergi,” ujar Ira.
Yayasan Gurukula Bangli menaungi pendidikan bagi anak-anak dari berbagai daerah. Selain mendapatkan pendidikan formal, anak-anak juga mengikuti berbagai kegiatan pembinaan di lingkungan yayasan.
Melalui kegiatan ini, Tim PDKB PLN UID Bali ingin menghadirkan makna pengabdian yang lebih luas. Tugas menjaga keandalan listrik berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap masyarakat, sejalan dengan semangat “Mengabdi Tanpa Padam, Peduli Tanpa Batas” yang menjadi tema kegiatan. (pln/rah)










