Poltekkes Denpasar Latih Kader Posyandu Pijat Tuina, Model Ginalatrik untuk Penanganan Stunting

Screenshot_20261003_145049_InCollage - Collage Maker
Latihan penyegaran kader di Desa Tegal Kertha Denpasar Barat dan praktek lapangan monev timbang. (Barometer Bali/Red)

Barometer Bali | Denpasar – Upaya mempercepat penurunan stunting di Bali dikembangkan melalui Model Integrasi Ginalatrik, yang memadukan edukasi gizi, pijat Tuina, dan latihan psikomotorik bagi balita. Model tersebut diperkenalkan melalui pelatihan penyegaran kader Posyandu di empat desa lokasi khusus penanganan stunting.

Kegiatan yang berlangsung secara bertahap selama lebih dari sebulan ini dilaksanakan Tim Peneliti Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Denpasar, yakni Dr. I Wayan Juniarsana, SST, M.Fis; Ir. Hertog Nursanyoto, M.Kes; dan I Made Suarjana, SKM, M.Kes, dengan dukungan Himpunan Mahasiswa Jurusan Gizi (HMJ Gizi).

Pelatihan melibatkan perwakilan kader dari seluruh Posyandu di Desa Bajera Utara, Kecamatan Selemadeg, Tabanan; Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Badung; Desa Batubulan Kangin, Kecamatan Sukawati, Gianyar; serta Tegalkertha, Kecamatan Denpasar Barat, Denpasar.

Ditemui di Denpasar, Sabtu (3/10/2026), Wayan Juniarsana menjelaskan bahwa pelatihan tersebut merupakan tahapan penelitian bertajuk “Model Integrasi Ginalatrik—Edukasi Gizi, Pijat Tuina, dan Latihan Psikomotorik dalam Upaya Percepatan Penurunan Stunting dan Gizi Kurang pada Anak Balita di Provinsi Bali”.

Penelitian ini merupakan bagian dari Penelitian Unggulan Perguruan Tinggi (PUPT) di Poltekkes Kemenkes Denpasar.
Melalui kegiatan tersebut, kader dibekali pengetahuan dan keterampilan tambahan untuk mendukung pelayanan Posyandu, mulai dari edukasi pemberian makan hingga pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak.

Berita Terkait:  Putri Koster Dorong Kader Posyandu Jadi Penghubung Masyarakat dan Pemerintah

“Keterlibatan HMJ Gizi sekaligus menjadi implementasi konsep OSOB atau one student one banjar, sebuah model inovasi pengabdian masyarakat yang dikembangkan Tim Pengabdian Masyarakat Jurusan Gizi,” jelas Juniarsana.

Konsep ini mendorong mahasiswa terlibat langsung dalam kegiatan masyarakat sebagai agen perubahan untuk mendukung pembangunan kesehatan. Pengalaman tersebut diharapkan membentuk lulusan yang siap bekerja serta memahami persoalan kesehatan di wilayah tugasnya.

Pelatihan mendapat sambutan antusias dari para kader. Materi yang diberikan dinilai dapat menambah bekal mereka dalam mengelola Posyandu dan mendampingi keluarga yang memiliki balita dengan masalah gizi.

Perbekel Desa Pelaga, I Ordin, berharap kegiatan tersebut memberi dampak positif terhadap upaya penurunan stunting sesuai target Pemerintah Kabupaten Badung.

“Karena penyegaran kader ini merupakan kegiatan inovatif, kami berharap kegiatan ini dapat membantu meningkatkan kualitas pelayanan Posyandu dan menurunkan angka stunting di Desa Pelaga,” ujarnya.

Dukungan juga disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Desa Batubulan Kangin. Ia menekankan pentingnya materi pelatihan dan meminta peserta membagikan pengetahuan kepada kader lain yang belum berkesempatan mengikuti kegiatan.

Dalam pemaparan materinya, Juniarsana menyoroti persepsi yang masih memandang stunting sebatas persoalan pertumbuhan fisik atau tubuh anak yang lebih pendek dibandingkan anak seusianya. Menurutnya, penanganan perlu memperhatikan pula kondisi anak, pola makan, serta faktor yang memengaruhi penerimaan asupan gizi.

Berita Terkait:  Tiga Hari Pelatihan, Kader Posyandu Klungkung Diperkuat untuk Implementasikan 6 SPM

Ia menjelaskan, pemberian makanan tambahan (PMT) bergizi tinggi perlu disertai pemantauan untuk memastikan makanan benar-benar dikonsumsi oleh anak sasaran. Dalam pelaksanaannya, PMT berpotensi tidak dihabiskan dan justru dikonsumsi anggota keluarga lain ketika anak mengalami kesulitan makan.

Dalam model yang diteliti, pijat Tuina diperkenalkan sebagai terapi komplementer untuk mendukung upaya mengatasi kesulitan makan dan menstimulasi pertumbuhan anak. Efektivitas penerapannya menjadi bagian yang dikaji melalui penelitian tersebut.

Juniarsana menerangkan bahwa pijat Tuina diadaptasi dari metode pengobatan tradisional Tiongkok dengan memberikan tekanan pada titik-titik tertentu di tubuh anak. Dalam pendekatan tradisional tersebut, stimulasi dikaitkan dengan fungsi pencernaan dan kelancaran aliran energi atau chi.

Melalui penerapan model integrasi ini, tim peneliti berharap stimulasi pijat, edukasi gizi, dan latihan psikomotorik dapat saling mendukung dalam pendampingan balita yang mengalami stunting maupun gizi kurang.

Untuk memantau hasil intervensi, narasumber kedua, Hertog Nursanyoto, memperkenalkan aplikasi berbasis jaringan yang dapat digunakan kader untuk memonitor pertumbuhan dan perkembangan anak secara waktu nyata.

Ia menjelaskan, aplikasi tersebut memungkinkan kader memperoleh informasi kondisi anak setelah pengukuran dilakukan, tanpa harus menunggu rekapitulasi laporan penimbangan. Informasi itu dapat menjadi dasar untuk menentukan materi edukasi gizi yang sesuai dengan kebutuhan anak.

Berita Terkait:  Dinkes Tabanan Luncurkan "SIBER TABANAN", Sistem Kerja Terintegrasi dan Transparan Berbasis Data Real-Time

HMJ Gizi turut menyampaikan materi gizi seimbang, terutama mengenai pengaturan jenis, jumlah, dan frekuensi pemberian makan sehari-hari. Materi ini menjadi bekal bagi kader untuk membantu orang tua menerapkan pola makan yang mendukung pertumbuhan anak.

Peningkatan selera makan perlu diikuti pemberian makanan yang tepat. Tanpa pemahaman gizi seimbang, anak tetap berisiko mengalami masalah gizi akibat pola pemberian makan yang keliru, termasuk konsumsi berlebihan makanan tinggi kalori tetapi rendah kandungan zat gizi serta makanan cepat saji.

Rangkaian pelatihan ditutup dengan praktik langsung pengoperasian aplikasi pemantauan tumbuh kembang. Kader berlatih menggunakan aplikasi dengan sasaran anak yang mengalami masalah gizi di wilayah kerja Banjar Bukian.

Para kader memberikan respons positif terhadap pelatihan tersebut. Aplikasi dinilai memudahkan tugas di lapangan, sementara pengetahuan yang diperoleh membantu mereka menentukan tema edukasi bagi ibu yang memiliki anak dengan masalah gizi.

Respons tersebut diharapkan memperkuat peran kader Posyandu sebagai agen perubahan dalam percepatan penurunan stunting di Bali. Tim Peneliti Jurusan Gizi bersama HMJ Gizi juga berkomitmen melanjutkan kegiatan pengabdian masyarakat untuk meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan masyarakat.

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI