Golkar Bali Bidik Dukungan hingga Dusun, Demer Minta Popularitas Kader Jadi Pendulang Suara

Screenshot_20261003_172000_Photo Editor
ARAHAN - Ketua DPD I Partai Golkar Bali Gde Sumarjaya Linggih alias Demer menyampaikan arahan dalam Rakerda Partai Golkar Bali di Desa Budaya Kertalangu, Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur, Sabtu (3/10/2026). (Barometer Bali/Rah)

Barometer Bali | Denpasar – Golkar Bali mulai menata kekuatan menuju Pemilu 2029 dengan memperluas jaringan hingga tingkat dusun. Ketua DPD Partai Golkar Bali, Gde Sumarjaya Linggih alias Demer, meminta penguatan organisasi dibarengi kesiapan kader yang mampu mengubah popularitas menjadi dukungan nyata masyarakat.

Arahan tersebut disampaikan Demer dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Partai Golkar Bali di Desa Budaya Kertalangu, Kesiman Kertalangu, Sabtu (3/10/2026).

Menurutnya, jaringan partai yang telah terbentuk hingga tingkat desa perlu diperluas agar jangkauan Golkar semakin dekat dengan masyarakat.

“Golkar rasanya lengkap jaringan sampai kabupaten atau kota, sampai ke desa. Dan saya minta ditambah lagi jaringan yang sampai kepada dusun,” katanya.

Penguatan jaringan itu diarahkan untuk mendukung pendekatan kepada masyarakat, menyerap aspirasi, sekaligus membangun simpati terhadap partai.

“Nanti ada strategi-strategi khusus tentang pendekatan kepada masyarakat, terus bagaimana menampung aspirasi masyarakat, kemudian bagaimana juga membuat simpati masyarakat,” jelasnya.

Berita Terkait:  KPU Bali Perkuat Pengawasan Pemutakhiran Data Parpol dan Data TMS

Namun, jaringan organisasi harus ditopang oleh kader yang memiliki kemampuan meraih kepercayaan publik. Demer menegaskan, penempatan seseorang sebagai pengurus maupun calon tidak cukup hanya untuk mengisi posisi.

“Pertama, tentu ada orang. Kalau ada orang, artinya bukan hanya orang yang sekadar ditaruh. Saya berharap itu orang-orang yang mampu untuk populis dan mampu untuk menjadi elektabilitas, mampu kepopulisannya untuk bisa menjadikan itu suara,” ujarnya.

Demer menyebut sumber daya manusia dan jaringan sebagai dua dari empat kunci menghadapi Pemilu 2029. Dua faktor lainnya adalah manajemen dan kesiapan logistik.

Pada aspek manajemen, ia menekankan pemanfaatan sistem digital untuk memastikan hasil Rakerda dapat dijalankan secara terukur. Perencanaan harus diikuti pengorganisasian yang baik, gerakan di masyarakat, serta pengawasan pelaksanaan program.

Berita Terkait:  Demer Ingatkan Persaingan Pemilu 2029 Makin Ketat jika Parliamentary Threshold Naik

“Manajemen digital yang saya maksud, tentu planning-nya hari ini melalui Rakerda, kita merencanakan. Kemudian mengorganisasikannya dengan baik. Kemudian action-nya adalah bergerak di masyarakat. Controlling nanti melalui sistem digital kita sehingga memudahkan dalam controlling tersebut,” bebernya.

Ia juga mengingatkan jajaran partai untuk mulai menyiapkan kebutuhan logistik. Menurutnya, waktu menuju Pemilu 2029 perlu dimanfaatkan untuk mematangkan kesiapan organisasi.

Persiapan tersebut dinilai semakin penting apabila ambang batas parlemen atau parliamentary threshold dinaikkan. Demer memperkirakan kondisi itu akan membuat persaingan antarpartai semakin ketat.

“Dengan adanya parliamentary threshold dinaikkan, ini akan terjadi pertaruhan yang cukup sengit. Karena tentu semua partai akan mengejar parliamentary threshold itu, untuk dapat mendudukkan fraksi di pemilu yang akan datang,” tandasnya.

Di tengah persaingan tersebut, Demer meminta kader tidak gentar menghadapi kandidat yang memiliki basis suara. Ia mengingatkan bahwa keberanian bersaing menjadi bagian penting dalam menjaga keberadaan kursi legislatif Golkar.

Berita Terkait:  Demer Ingatkan Persaingan Pemilu 2029 Makin Ketat jika Parliamentary Threshold Naik

“Jangan takut untuk bersaing dengan yang mempunyai suara. Karena kita sudah punya pengalaman di beberapa tempat. Ketika takut bersaing, maka hilang kursi,” singgungnya.

Dalam kesempatan yang sama, Demer mengungkapkan sekitar 100 orang akan dilantik dalam kepengurusan baru DPD Partai Golkar Bali. Sekitar 40 orang di antaranya berasal dari generasi Z.

Ia menjelaskan, tidak seluruh nama yang diusulkan dapat masuk dalam susunan pengurus. Penentuan kepengurusan mempertimbangkan rekam jejak serta kebutuhan organisasi agar seluruh jajaran bergerak menuju tujuan yang sama.

“Ada yang catatan masa lalunya kurang baik, tentu kita tinggalkan karena ini harus melaju dengan cepat Golkar ini. Perahu ini harus melaju pada tujuannya, ya, tidak ada yang mendayung ke belakang, tidak ada yang menggembosi,” pungkas Demer. (rah)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI