Barometer Bali | Denpasar – Ketua DPD Partai Golkar Bali Gde Sumarjaya Linggih alias Demer menjadikan perjalanan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia sebagai motivasi bagi kader muda. Dari pernah menjadi sopir angkot hingga menduduki posisi ketua umum dan menteri, perjalanan Bahlil disebutnya menunjukkan terbukanya kesempatan bagi kader dari berbagai latar belakang.
Pesan tersebut disampaikan Demer dalam sambutannya seusai dilantik sebagai Ketua DPD Partai Golkar Bali periode 2025–2030 oleh Bahlil di Monumen Perdamaian Dunia, Desa Budaya Kertalangu, Kesiman Kertalangu, Denpasar, Sabtu (3/10/2026).
“Kebanggaan saya, kenapa saya bilang bangga pada Partai Golkar ini, hari ini kita buktikan bahwa ada sopir angkot yang nun jauh dari sana, tidak segemerlap Bali. Ternyata hari ini beliau menduduki Ketua Umum Partai Golkar. Tidak hanya itu, menjadi menteri juga,” tutur Demer.
Menurutnya, perjalanan Bahlil menjadi gambaran bahwa latar belakang seseorang tidak menutup peluang untuk berkembang dan menempati posisi penting di Golkar. Ia pun mendorong kader Bali untuk memiliki semangat dan keyakinan dalam menjalani proses berorganisasi.
“Artinya Partai Golkar tidak menutup kemungkinan. Apalagi yang dari Timur aja bisa, kenapa dari Bali juga tidak bisa,” tegasnya.
Pesan itu juga ditujukan kepada kader Generasi Z yang kini masuk dalam kepengurusan Golkar Bali. Demer meminta mereka memanfaatkan kesempatan tersebut untuk belajar, bekerja keras, dan mengabdi melalui organisasi.
“Apalagi teman-teman yang Generasi Z ini, Gen Z, saya harapkan bekerja keras, berbakti, di organisasi belajarlah berorganisasi dengan baik,” ujarnya.
Dalam kepengurusan periode 2025–2030, Demer menyebut terdapat 47 kader Gen Z dari total 108 pengurus yang dilantik. Keterlibatan generasi muda menjadi bagian dari upaya mempersiapkan regenerasi Golkar Bali. Sementara itu, keterwakilan perempuan mencapai sekitar 37 persen.
“Kali ini Golkar solid, Tum. Dan tadi, Ketum sudah saksikan sendiri, ini ada 108 pengurus di mana kami bisa mengadopsi 47 Gen Z, kemudian juga untuk perempuannya kami mampu mengadopsi kira-kira 37 persen dari kepengurusan kami,” kata Demer.
Ia menilai keterbukaan Golkar memberi kesempatan kepada kader untuk mengembangkan kemampuan dan mengambil peran lebih besar. Namun, kesempatan tersebut perlu diikuti pengabdian serta kesediaan menjalani proses.
“Partai kita ini, saya sangat beruntung berada di Partai Golkar, terus terang, Tum. Karena partai kita ini sangat terbuka, dan partai ini sekarang milik kita bersama,” jelasnya.
Demer juga mengingatkan kader muda bahwa berorganisasi membutuhkan pengorbanan dan tidak selalu memberikan keuntungan materi. Menurutnya, pengorbanan dalam menjalankan kegiatan organisasi menjadi bagian dari proses membangun kepercayaan dan kematangan kader.
“Kemudian juga lebih banyak kalau di organisasi sebenarnya lebih banyak pengeluaran. Dan ketika banyak pengeluaran, maka pasti itu akan membuat lebih Anda dipercaya, lebih Anda berbobot dalam menapak organisasi-organisasi yang selanjutnya,” tandas Demer. (rah)










