Bahlil Ajak Golkar Bali Perjuangkan Kesejahteraan Rakyat dan Rangkul Semua Kekuatan Politik

Screenshot_20261003_233557_Photo Editor
PELANTIKAN PENGURUS - Ketum Golkar Bahlil Lahadalia saat melantik Pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Bali di Monumen Perdamaian Dunia, Desa Budaya Kertalangu, Kesiman Kertalangu, Denpasar, Sabtu (3/10/2026). (Barometer Bali/Rah)

Barometer Bali | Denpasar – Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia meminta pengurus Golkar Bali menjadikan kepentingan rakyat sebagai arah perjuangan politik. Ia juga mengingatkan kader agar menjaga komunikasi dengan seluruh kekuatan politik dan tidak menganggap partai lain sebagai musuh.

Pesan tersebut disampaikan Bahlil saat melantik Pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Bali di Monumen Perdamaian Dunia, Desa Budaya Kertalangu, Kesiman Kertalangu, Denpasar, Sabtu (3/10/2026).

“Jadikanlah partai ini sebagai instrumen perjuangan, pengabdian kita kepada Ibu Pertiwi untuk memperjuangkan hak-hak rakyat dalam rangka menyejahterakan rakyat Indonesia, khususnya di Provinsi Bali,” tegasnya.

Bahlil melihat kepengurusan Golkar Bali memadukan pengalaman generasi terdahulu dengan semangat generasi masa kini. Perpaduan tersebut diharapkan menjadi kekuatan untuk melanjutkan perjuangan partai sekaligus menjawab harapan masyarakat.

“Saya melihat dari wajah-wajah yang dilantik adalah wajah-wajah yang penuh harapan, wajah-wajah yang merupakan gabungan antara generasi yang lalu dengan generasi yang kini yang akan mewarisi generasi masa depan bangsa,” kata politisi yang mengaku mantan sopir angkot ini.

Berita Terkait:  Golkar Bali Bidik Dukungan hingga Dusun, Demer Minta Popularitas Kader Jadi Pendulang Suara

Dalam menjalankan perjuangan itu, Bahlil menekankan pentingnya merawat hubungan dengan partai politik lain. Menurutnya, perbedaan pilihan politik tidak seharusnya menghalangi kebersamaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Jangan kita menganggap bahwa partai lain itu adalah lawan kita, enggak boleh. Golkar tidak pernah mengenal lawan karena Golkar selalu berdamai dengan semua warna,” tambahnya.

Ia menggambarkan keberagaman wadah politik sebagai bagian dari satu rumah bersama. Karena itu, kader diminta tetap mengedepankan semangat karya dan kekaryaan.

“Kita satu rumah, beda kamar. Doktrinnya masih karya kekaryaan,” tandasnya.

Selain menekankan pengabdian dan kebersamaan, Bahlil mengingatkan pengurus untuk memahami sejarah Golkar. Pemahaman tersebut, menurutnya, menjadi dasar bagi kader dalam mengenali jati diri serta menentukan langkah perjuangan ke depan.

Berita Terkait:  KPU Bali Perkuat Pengawasan Pemutakhiran Data Parpol dan Data TMS

“Kita mau berbicara ke depan, harus kita tahu sejarah. Sejarah adalah pondasi untuk kita melangkah ke depan,” pesannya.

Bahlil menjelaskan, Golkar memiliki perjalanan yang berbeda dengan sejumlah partai lainnya. Pada awalnya, Golkar merupakan kekuatan politik bernama Golongan Karya, sebelum kemudian menjadi Partai Golkar setelah reformasi.

“Partai Golkar awalnya bukan partai. Dia adalah kekuatan politik yang namanya Golongan Karya. Itulah yang dilakukan pada pemilu tahun ’71 dengan Trilogi Pembangunan. Setelah reformasi, baru kita merubah Golongan Karya menjadi partai politik yang namanya Partai Golkar,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa Golkar merupakan partai terbuka, bukan milik kelompok, keluarga, ataupun individu tertentu. Setiap kader memiliki kedudukan dan hak yang sama berdasarkan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga partai.

“Partai Golkar adalah partai terbuka. Siapa pun yang menjadi Ketua Umum Partai Golkar boleh, tidak perlu minta izin ke trah A, trah B, trah C. Kita semua mempunyai trah yang sama dengan kedudukan yang sama,” sebutnya.

Berita Terkait:  47 Gen Z Jadi Pengurus Golkar Bali, Demer: Teladani Bahlil dari Sopir Angkot Jadi Ketum Golkar

Dengan karakter tersebut, Bahlil mengajak generasi muda yang tertarik terjun ke dunia politik untuk menjadikan Golkar sebagai ruang berkontribusi dan memperjuangkan kesejahteraan masyarakat.

“Kalau mau pengin untuk masuk di partai, menjadi seorang politisi, dan sekaligus untuk memperjuangkan rakyat dalam rangka mewujudkan kesejahteraan rakyat, Partai Golkar adalah salah satu partai terbuka dari sekian banyak partai yang ada di bangsa Republik Indonesia,” tuturnya.

Menutup arahannya, Bahlil kembali meminta seluruh pengurus menempatkan pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara sebagai landasan dalam berpolitik.

“Politik kita ini politik kerakyatan, politik kita ini politik kebangsaan. Jadikan partai sebagai instrumen pengabdian, jadikan partai sebagai instrumen perjuangan, dan jadikan partai sebagai instrumen ibadah,” pungkas Bahlil. (rah)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI