Barometer Bali | Klungkung – Bupati Klungkung I Made Satria bersama Ny. Eva Satria dan Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra menghadiri uleman (undangan) rangkaian upacara karya keagamaan di tiga lokasi berbeda pada Sabtu (10/10).
Kehadiran jajaran pimpinan daerah tersebut menjadi wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Klungkung dalam mendukung pelestarian adat, tradisi, dan kebudayaan Bali.
Adapun tiga lokasi upacara yang dihadiri meliputi:
Pura Dalem Pasek Gelgel Semaagung, Desa Tusan, Kecamatan Banjarangkan (Karya Ngenteg Linggih, Nubug Pedagingan, Mapadudusan Alit, Medasar Caru Balik Sumpah).
Pura Pajenengan Pande, Desa Tegak, Kecamatan Klungkung (Karya Ngenteg Linggih, Caru Walik Sumpah Agung, Mupuk Pedagingan, Mapadudusan Agung, Manawa Ratna).
Pura Dadia Batur Kubon Tubuh Lebu, Sidemen, Karangasem (Karya Ngenteg Linggih, Mapadudusan Madya, Tawur Wrespati Kalpa).
Di sela-sela kegiatan, Bupati Klungkung I Made Satria menegaskan pentingnya menjaga warisan leluhur sebagai fondasi utama kehidupan bermasyarakat di Bali. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan krama pengempon pura memegang peranan krusial dalam merawat tradisi secara berkelanjutan.
“Adat dan agama adalah akar identitas kita di Bali. Melalui sinergi spiritual yang kuat antara pemerintah dan masyarakat, kami berharap momentum upacara ini dapat mempererat tali persaudaraan, menjaga kerukunan, sekaligus mengokohkan ketahanan budaya kita di tengah derasnya modernisasi,” ujar Bupati Satria.
Rangkaian upacara sakral yang berlangsung khidmat tersebut turut dihadiri oleh para tokoh masyarakat setempat serta krama pengempon pura. Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kelancaran pelaksanaan yadnya, Bupati Satria menyerahkan dana punia yang diterima langsung oleh masing-masing Kelihan Pengempon Pura.
Pemerintah Kabupaten Klungkung berharap pelaksanaan karya yadnya ini mampu memperkuat nilai-nilai spiritual, sosial, dan budaya di tengah masyarakat. Momentum keagamaan ini juga diharapkan dapat menjadi pengingat bagi seluruh warga untuk senantiasa menjaga keharmonisan hubungan antara manusia dengan sesama, alam lingkungan, serta Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan ajaran Tri Hita Karana. (rah/red)










