Barometer Bali | Tabanan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan melalui Dinas Kesehatan menyiagakan tim Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) di 14 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi gangguan kesehatan yang dialami masyarakat akibat memanjangnya antrean bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah wilayah Kabupaten Tabanan.
Tim medis yang terdiri dari petugas Puskesmas serta rumah sakit negeri dan swasta tersebut disiagakan untuk memberikan pertolongan cepat kepada warga yang mengalami kelelahan, pusing, pingsan, maupun kondisi kegawatdaruratan lainnya saat mengantre BBM.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan, dr. Ida Bagus Surya Wira Andi, S.Ked., M.M., menjelaskan bahwa penyiagaan tim medis merupakan langkah mitigasi untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan kesehatan ketika menghadapi situasi darurat di lokasi antrean.
“Kami menyiagakan Tim P3K gabungan dari Puskesmas dan Rumah Sakit, baik negeri maupun swasta di seluruh wilayah Tabanan. Langkah ini adalah bentuk antisipasi awal agar masyarakat yang sedang mengantre BBM tetap terlayani dengan baik jika mengalami gangguan kesehatan atau situasi darurat,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (14/10).
Penyiagaan tim P3K dilakukan di 14 titik SPBU yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Tabanan. Di Kecamatan Marga, Tim P3K Puskesmas Marga 1 berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan pengelola untuk melakukan penjagaan di SPBU Jalan Wisnu Marga. Sementara itu, Tim P3K Puskesmas Tabanan 2 disiagakan di SPBU Celebuh.
Di kawasan perkotaan dan jalur utama, pelayanan kesehatan disiapkan oleh Tim P3K RS Wisma Prashanti di SPBU Pesiapan, Tim P3K RSIA Puri Bunda di SPBU McD Jalan Bypass Soekarno, Tim P3K RSUD Tabanan di SPBU Sanggulan, serta Tim P3K Puskesmas Tabanan 3 di SPBU Gerogak Gede.
Penjagaan juga menjangkau wilayah lainnya. Tim P3K RSU Bhakti Rahayu Tabanan disiagakan di SPBU Buruan, Tim P3K Puskesmas Baturiti 2 di SPBU Perean, dan Tim P3K Puskesmas Kerambitan 1 di SPBU Lumajang.
Sementara itu, di wilayah Kecamatan Kediri dan Selemadeg, Tim P3K Puskesmas Kediri 2 bertugas di SPBU Abiantuwung, Puskesmas Kediri 1 di SPBU Pandak, dan Puskesmas Kediri 3 di SPBU Beraban. Adapun Tim P3K Puskesmas Selemadeg disiagakan di SPBU Berembeng, sedangkan Tim P3K Puskesmas Selemadeg Barat bertugas di SPBU Soka.
Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen menjaga keselamatan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat di tengah situasi antrean BBM. Ia meminta warga tetap tenang serta memperhatikan kondisi kesehatan selama menunggu giliran mengisi bahan bakar.
“Pemerintah Kabupaten Tabanan hadir untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan seluruh warga. Situasi antrean di SPBU harus kita antisipasi bersama agar tidak berdampak buruk pada kesehatan masyarakat. Saya mengimbau warga untuk tetap tenang, menjaga kondisi fisik, serta tidak ragu mendatangi petugas P3K yang disiagakan apabila merasa kurang sehat di lokasi antrean,” tegasnya.
Melalui langkah tersebut, Pemkab Tabanan berharap masyarakat yang mengantre BBM dapat memperoleh pertolongan medis dengan cepat apabila mengalami gangguan kesehatan. Warga juga diimbau untuk menjaga kondisi tubuh, mencukupi kebutuhan cairan, serta segera meminta bantuan petugas apabila merasa pusing, lemas, atau mengalami keluhan kesehatan lainnya. (rah/red)










