Barometer Bali | Denpasar – Prestasi membanggakan ditorehkan bartender asal Kabupaten Buleleng, Gede Rico Hardiana Widnyana, yang berhasil meraih juara II dalam Las Vegas World Finals Championship di Amerika Serikat. Di balik pencapaian tersebut, Rico menyampaikan rasa haru dan terima kasih kepada Gubernur Bali Wayan Koster atas dukungan yang membantunya mewujudkan mimpi selama lima tahun terakhir.
Rico yang berasal dari Bali Utara memiliki ikatan keluarga dengan Desa Gobleg, Kecamatan Banjar, tempat asal ayahnya, serta Tejakula, kampung halaman ibunya. Keberhasilannya menembus kompetisi tingkat dunia menjadi kebanggaan tersendiri, sekaligus membawa nama Bali ke panggung internasional.
“Pertama, saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur Bali, I Wayan Koster, karena berkat dukungan dan doa dari beliau, serta support dari segi finansial, saya dapat berangkat ke Las Vegas dan merealisasikan mimpi saya selama lima tahun belakangan,” ungkap Rico di Denpasar, Senin (26/10/2026).
Rico mengaku tidak pernah membayangkan dirinya dapat tampil di Las Vegas, apalagi membawa pulang gelar juara kedua dunia. Menurutnya, dukungan Gubernur Koster menjadi salah satu faktor penting yang membuka kesempatan baginya untuk menunjukkan kemampuan di kompetisi internasional tersebut.
“Saya enggak pernah berpikir bisa sampai di Las Vegas. Tapi karena Pak Gub, saya dapat perform dan bisa menjadi juara dua di Las Vegas World Finals Championship,” katanya.
Ia menegaskan, rasa terima kasih kepada Gubernur Koster tidak akan berhenti disampaikan. Baginya, dukungan tersebut bukan sekadar bantuan untuk berangkat ke luar negeri, tetapi juga kesempatan untuk membuktikan bahwa talenta anak muda Bali mampu bersaing di tingkat dunia.
“Jadi, enggak habis-habis saya katakan terima kasih kepada Pak Gub,” ucapnya.
Perkenalkan Arak Bali di Panggung Dunia
Selain mengejar prestasi, Rico memanfaatkan keikutsertaannya dalam kejuaraan bartender dunia untuk memperkenalkan produk lokal Bali, yakni Arak Bali. Partisipasi tersebut menjadi pengalaman pertamanya mengikuti kompetisi bartender tingkat dunia.
Upaya memperkenalkan produk lokal itu turut membuahkan hasil. Sebanyak empat botol Arak Bali berukuran 750 mililiter terjual melalui lelang dengan nilai total US$400 atau sekitar Rp7,2 juta. Hasil lelang tersebut kemudian disumbangkan untuk kegiatan amal bagi para penyintas kanker.
Langkah Rico menunjukkan bahwa produk lokal Bali memiliki peluang untuk dikenal lebih luas melalui kreativitas, keterampilan, dan partisipasi dalam ajang internasional. Prestasi yang diraih pun tidak hanya membawa kebanggaan pribadi, tetapi juga menjadi ruang promosi bagi identitas dan potensi daerah.
Di akhir pesannya, Rico mengajak generasi muda Bali untuk berani bermimpi, terus mengembangkan kemampuan, dan tidak merasa rendah diri ketika harus bersaing dengan talenta dari berbagai negara.
“Dan semangat buat anak muda. Ingat, Bali itu keren. Proud to be Balinese. Terima kasih,” tandasnya.
Bagi Rico, gelar juara II dunia menjadi tonggak penting dalam perjalanan kariernya. Lebih dari sekadar prestasi, pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa anak muda Bali memiliki potensi untuk bersaing di panggung global, sementara produk lokal dapat memperoleh tempat melalui inovasi dan keberanian untuk tampil di tingkat internasional. (red)










