Putri Koster Tekankan Pentingnya Penataan Posyandu, Nama Disesuaikan dengan Banjar Setempat

IMG-20261102-WA0100
POSYANDU - Putri Koster saat melaksanakan kegiatan Aksi Sosial Membina dan Berbagi di Desa Belimbing, Kecamatan Pupuan, dan Desa Antosari, Kecamatan Selemadeg Barat, Kabupaten Tabanan, Senin (2/11/2026).(Barometerbali/Istimewa)

Barometer Bali | Tabanan – Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, mendorong penyeragaman nama posyandu sesuai dengan nama banjar tempat posyandu tersebut berada. Langkah ini dinilai penting untuk mempermudah identifikasi, pendataan, serta koordinasi pelayanan kepada masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Putri Koster saat melaksanakan kegiatan Aksi Sosial Membina dan Berbagi di Desa Belimbing, Kecamatan Pupuan, dan Desa Antosari, Kecamatan Selemadeg Barat, Kabupaten Tabanan, Senin (2/11/2026).

Dalam kegiatan yang menjadi putaran terakhir aksi sosial di Kabupaten Tabanan tahun 2026 tersebut, Putri Koster juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas kader dalam memahami transformasi posyandu yang kini mencakup enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Ia meminta para kader terlebih dahulu memahami materi dan program yang akan disosialisasikan kepada masyarakat agar informasi yang disampaikan dapat diterima dengan baik.

“Pahami ilmunya terlebih dahulu sebelum melakukan sosialisasi, sehingga pesan yang disampaikan dapat dimengerti dan dipahami oleh masyarakat. Selain itu, setiap program yang dimiliki desa harus selaras dengan program pemerintah daerah secara berjenjang agar tidak terjadi ketimpangan,” tegasnya.

Berita Terkait:  Harmonisasi Lintas Agama di Subak Babakan Bayuh: Umat Hindu dan Muslim Bersatu Jaga Kelestarian Alam dan Tradisi Pertanian

Selain peningkatan kapasitas, Putri Koster mengingatkan pentingnya tertib administrasi dan mekanisme pelaporan secara berjenjang. Setiap permasalahan yang ditemukan kader di lapangan diharapkan dapat dilaporkan kepada Tim Pembina Posyandu Desa untuk selanjutnya diteruskan kepada instansi terkait.

Menurutnya, kader posyandu memiliki peran penting sebagai penghubung antara masyarakat dan pemerintah. Karena itu, keselarasan program desa dengan kebijakan pemerintah daerah perlu terus diperkuat agar kebutuhan masyarakat dapat ditangani sesuai kewenangan masing-masing.

Sementara itu, Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, menyampaikan bahwa kegiatan di Desa Belimbing dirangkaikan dengan penyerahan bantuan sosial kepada 80 penerima manfaat.

Berita Terkait:  Respon Dampak Antrean BBM, Pemkab Jembrana Berupaya Optimal Jaga Kondusifitas dan Kelancaran Pelayanan Publik

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan melalui sinergi berbagai pihak. Terlebih, Kabupaten Tabanan memiliki 8.532 kader posyandu yang membutuhkan perhatian dan dukungan dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Pengarah Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Putu Anom Agustina, juga memberikan sosialisasi mengenai transformasi posyandu yang kini mencakup enam bidang SPM, yakni pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial.

Anom Agustina menjelaskan, kader posyandu tidak bertugas menyelesaikan secara langsung seluruh persoalan masyarakat. Namun, kader berperan mengidentifikasi, mencatat, dan mendata berbagai permasalahan untuk kemudian diteruskan kepada pihak yang berwenang.

Hasil pendataan tersebut selanjutnya disampaikan secara berjenjang, mulai dari kelian banjar, perbekel, hingga instansi pemerintah terkait agar memperoleh tindak lanjut sesuai bidang pelayanan masing-masing.

“Mari jadikan Posyandu sebagai pusat pelayanan dasar terpadu yang responsif dan berbasis data,” ujarnya.

Berita Terkait:  Dampingi Megawati Tinjau Abrasi Pantai Kuta, Koster dan Giri Prasta Perkuat Sinergi Penanganan

Pada lokasi kedua di Desa Antosari, bantuan sosial diserahkan kepada 70 kader posyandu yang berasal dari tujuh banjar dinas atau tujuh posyandu. Bantuan yang diberikan terdiri atas 2.100 kilogram beras, 140 krat telur atau 4.200 butir, serta 140 kotak susu.

Dengan demikian, total penerima bantuan dalam kegiatan di dua desa tersebut mencapai 150 orang, terdiri atas 80 penerima manfaat di Desa Belimbing dan 70 kader di Desa Antosari.

Melalui kegiatan Aksi Sosial Membina dan Berbagi ini, Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali terus mendorong penguatan kapasitas kader, penataan administrasi, serta peningkatan koordinasi dari tingkat banjar hingga pemerintah daerah. Transformasi posyandu diharapkan mampu menghadirkan pelayanan dasar terpadu yang semakin dekat, responsif, dan berkualitas bagi masyarakat. (red)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI