Lima Tahun Pemkab Bojonegoro Bebaskan 10.540 Jiwa dari Kemiskinan

Grafis: Kabupaten Bojonegoro berada di urutan ke-2 tertinggi se-Jawa Timur dalam persentase penurunan kemiskinan dan urutan ke-7 dalam penurunan jumlah penduduk miskin se-Jawa Timur di tahun 2018 hingga 2022. (BB/Redho)

Bojonegoro | barometerbali – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus berkontribusi dalam upaya menurunkan angka kemiskinan daerah. Berdasarkan data BPS Provinsi Jawa Timur, Kabupaten Bojonegoro berada di urutan ke-2 tertinggi se-Jawa Timur dalam persentase penurunan kemiskinan dan urutan ke-7 dalam penurunan jumlah penduduk miskin se-Jawa Timur di tahun 2018 hingga 2022.

Berita Terkait:  Pemkot Denpasar Terus Lakukan Upaya Pengelolaan Sampah Berkelanjutan Demi Pariwisata yang Lestari

“Berdasarkan data BPS Provinsi Jawa Timur dari 2018 hingga 2022, persentase penurunan kita di urutan ke-2 mampu menurunkan 2,13 persen se-Jawa Timur. Urutan pertama Kabupaten Probolinggo berhasil menurunkan 3,4 persen,” jelas Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bojonegoro Anwar Mukhtadlo, Jum’at (5/5/2023).

Sementara berdasarkan kontribusi terhadap penurunan angka kemiskinan di Provinsi Jawa Timur, Kabupaten Bojonegoro berada di urutan 7 terbesar. Yakni mampu berkontribusi dalam menurunkan angka kemiskinan di Provinsi Jawa Timur sebesar 6,91 persen atau setara 10.540 jiwa.

Berita Terkait:  Rakor Sinkronisasi Bersama 16 OPD di Pemkab Badung

Anwar menjelaskan, Kabupaten Bojonegoro juga menjadi tujuan studi tiru oleh beberapa daerah dalam hal penurunan kemiskinan. Karena menjadi pilot project program pengentasan kemiskinan ekstrem. Selain itu juga, karena data kemiskinan mandiri (Damisda) juga menjadi percontohan daerah lain.

Kabupaten Bojonegoro merupakan satu-satunya daerah yang telah memiliki data kemiskinan yang berbasis by name by address (BNBA). Data tersebut telah di-verval (verifikasi dan validasi) oleh desa yang telah dituangkan di berita acara musdes. Dengan dimilikinya Data Mandiri Kemiskinan Daerah tersebut diharapkan program-program intervensi penurunan kemiskinan lebih terukur, terarah dan tepat sasaran. Tujuannya, diharapkan penurunan kemiskinan di kabupaten tercapai tepat waktu.

Berita Terkait:  BRI BO Ubud Toreh Prestasi Gemilang di Bawah Kepemimpinan Ony Wijayanto

Ada tiga (3) upaya yang dilakukan pemerintah dalam menstimulus penurunan angka kemiskinan ini. Pertama, pengurangan pengeluaran. Kedua, peningkatan pendapatan. Ketiga, pembangunan kewilayahan. Ketiga aksi penanganan ini terus berjalan dan merupakan integrasi program pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten yang terus bersinergi.

Reporter: Redho

Editor: Ngurah Dibia

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI