Foto: Menparekraf Sandiaga Uno menyampaikan sambutan jelang Pengukuhan dan Pelantikan Perhimpunan Humas (Perhumas) Denpasar Bali periode 2023-2026 di Gedung MICE Widyatula Poltekpar Bali, Sabtu (24/6/2023). (BB/Ngurah Dibia)
Badung | barometerbali – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengapresiasi pengukuhan Perhimpunan Humas (Perhumas) Denpasar Bali periode 2023-2026 sebagai asosiasi yang diharapkan dapat menyampaikan narasi positif kepada masyarakat, sehingga citra dan reputasi pariwisata dan ekonomi kreatif Bali tetap terjaga. Sandiaga Uno menyambut positif acara tersebut melalui daring saat berlangsung di Gedung MICE Widyatula Poltekpar Bali, Sabtu (24/6/2023).
Ia mengatakan selain fokus mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf), Kemenparekraf juga konsistensi mendukung keterbukaan informasi terkait program dan kebijakan kementerian sebagai wujud transparansi sehingga memerlukan peran dari unsur pentahelix, salah satunya Perhumas sebagai asosiasi humas tertua (50 tahun, red) di Indonesia.
“Saya mengucapkan selamat dan sukses atas Pengukuhan Asosiasi Perhumas Denpasar Bali Periode 2023-2026. Semoga periode ini dapat menjadi wadah atau jembatan yang amanah dalam menyampaikan informasi yang dibutuhkan masyarakat terutama pelaku parekraf,” ungkap Sandiaga.
Ketua Umum Perhumas Indonesia, Boy Kelana selain melantik, juga menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus cabang Perhumas Denpasar Bali
“Mari kita bersama-sama kuatkan hati dan kepercayaan kita untuk melanjutkan, mengembangkan Perhumas tercinta agar terus tumbuh dengan nilai-nilai kepercayaan, kejujuran, respect, independensi, transparansi, kebenaran, keadilan, kompeten, dialogis, dan kearifan lokal,” harap Boy.

Dalam kesempatan tersebut Kepala Biro Komunikasi Kemenparekraf/ Baparekraf, I Gusti Ayu Dewi Hendriyani yang turut dilantik sebagai salah satu Dewan Pakar Perhumas Denpasar Bali periode 2023-2026, mengucapkan selamat kepada Dr. Ni Made Eka Mahadewi selaku Ketua Perhumas Denpasar Bali yang baru dilantik serta seluruh pengurus BPC Perhumas Denpasar.
“Ke depannya tentunya kami akan terus mendorong dan berkolaborasi dengan Perhumas Denpasar Bali dan juga Perhumas Indonesia dengan tagline ‘Indonesia Bicara Baik’. Karena sektor pariwisata tidak pernah lepas dari berbagai isu atau tantangan, baik yang bersifat alam maupun nonalam. Tentunya kita harus memitigasi, memberikan edukasi kepada masyarakat, apa narasi-narasi positif yang bisa kita sampaikan sehingga informasi ini bisa tersampaikan dengan baik kepada masyarakat,” papar Dewi.

Untuk ruang lingkup kolaborasi sendiri, Dewi Hendriyani menjelaskan bahwa Kemenparekraf akan bekerja sama dengan Perhumas untuk sertifikasi, pelatihan kompetensi dan mengundang Perhumas pada kegiatan-kegiatan yang ada di Kemenparekraf. Karena Kemenparekraf melalui Biro Komunikasi secara kontinu melakukan dialog kepada masyarakat di seluruh Indonesia.
“Dengan ini kami akan berupaya berkolaborasi ke depannya bersama Perhumas sebagai partner yang akan menyampaikan informasi baik kepada masyarakat,” tandas Dewi.
Pengukuhan Perhumas Denpasar periode 2023-2026 juga dirangkai dengan Seminar Nasional Nasional dengan tema “Quantum Tourism, Strategi Komunikasi Pengembangan Produk Wisata Quantum dan Pengelolaan Sumberdaya Dalam Pencitraan Destinasi” yang diinisiasi oleh mahasiswa Politeknik Pariwisata Bali jurusan hospitality program studi Diploma IV Pengelolaan Perhotelan semester VI kelas A dan B.

Seminar Nasional yang dipandu oleh Ni Wayan Jemiwi (Jero Jemiwi), ini menghadirkan sejumlah pembicara, diantaranya Dr Ni Made Eka Mahadewi, MPar, CHE, I Made Gunatra, dan Dr Ketut Arismayanti, SSTPar, MPar.
Turut hadir Kepala Dinas Pariwisata Bali, Cok Pemayun, Kelompok Ahli Gubernur Bali, I Gusti Rai Suryawijaya dan Gusti Kade Sutawa; serta Direktur Poltekpar Bali yang diwakili Dr. Yusni Wyarti.
Sumber: Kemenparekraf
Editor: Ngurah Dibia











