Pelaksanaan PKM Internasional FEB Unud Dorong Kesejahteraan Desa Sangketa

Foto: Gelaran PKM Internasional FEB Unud, dorong kesejahteraan di Desa Sangketan, Tabanan. (BB/FEB/Unud)

Denpasar | barometerbali – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Udayana (Unud), mendorong kesejahteraan desa melalui pemberdayaan perempuan, dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Internasional, sesuai rilis dari Biro Pers BEM FEB Unud, dipublikasikan pada Minggu (2/7/2023).

I Gede Nandya Oktora P., S.E., M.B.A., CRA., CRP., selaku ketua PKM Internasional FEB Unud mengatakan, adapun tiga tujuan utama diselenggarakannya kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan menambah wawasan peserta PKM, meningkatkan keterampilan peserta untuk memperluas skala bisnis olahan produk pertanian, serta mendorong peran perempuan dalam upaya mengoptimalkan perekonomian desa, bertempat di Ruang Rapat, Kantor Kepala Desa, Desa Sangketan, Tabanan, pada 24 Juni 2023.

“Kegiatan yang dilaksanakan kali ini berfokus untuk menggali potensi wirausaha perempuan di Era Digital yang berkolaborasi dengan Desa Sangketan,” ucapnya,

Kegiatan PKM ini mengangkat nama “EmpowHER: Unleashing Women’s Entrepreneurial Potential in the Digital Era through Global Collaboration at Sangketan Village, Tabanan, Bali” dilaksanakan di Desa Sangketan yang merupakan salah satu Desa Binaan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana.
dirinya menyebut, Pengabdian Kepada Masyarakat bersakala Internasional ini melibatkan peserta yang berasal dari 3 negara yang terdiri dari; dosen dan tenaga kependidikan dari FEB Unud, serta perwakilan mahasiswa dari program internasional FEB Unud; GEP (Global Engagement Program) dan IBSN (International Business Study Network), 1 NGO Internasional yakni Kopernik Solution serta PKK Desa Sangketan, Tabanan, Bali.

Berita Terkait:  Buka Koncab XXIII PGRI Dawan, Wabup Tjok Surya Tekankan Komitmen dan Peningkatan Mutu Pendidikan

“Permasalahan kesenjangan gender yang semakin melebar terutama dalam peran kepemimpinan tentu dapat menjadi penghambat pertumbuhan ekonomi dengan tidak seimbangnya rasio peran kepemimpinan perempuan dalam pekerjaan,” jelasnya.

Hal itu terlihat pada Indeks Pemberdayaan Gender dan Indeks Pembangunan Gender disertai kemunculan revolusi industri 4.0 yang ditakutkan akan memperlebar kesenjangan gender dan berkontribusi terhadap kehilangan pekerjaan yang lebih tinggi bagi perempuan terutama penguasaan terkait teknologi.

Gambaran tersebut menjadi latar belakang atau alasan utama pengabdian internasional ini dilaksanakan. Pemilihan Desa Sangketan sebagai lokasi pelaksanaan pengabdian dilakukan karena desa ini memiliki penduduk perempuan lebih banyak dibandingkan laki-laki dengan sex ratio sebesar 76,66 di tahun 2016.

Berita Terkait:  PIB College Gandeng Swiss Education Group, Cetak SDM Hospitality Bali Berstandar Dunia

“Selain itu, potensi desa yang memiliki berbagai bidang bisnis seperti perkebunan kopi, VCO, Gula Aren, Madu, Lebah, serta jajanan tradisional yang mana pemasaran produknya masih terbatas sehingga pendapatan petani masih belum optimal juga turut menjadi dasar terpilihnya Desa Sangketan sebagai mitra kolaborasi PKM Internasional ini,” paparnya.

Kegiatan PKM Internasional FEB Unud yang mencakup penyuluhan dan pendampingan ini diperuntukkan khusus bagi Ibu-Ibu PKK di Desa Sangketan sesuai dengan tujuan kegiatan yakni mendorong peran perempuan desa. Acara penyuluhan dan pendampingan tersebut berlangsung dengan pemaparan materi serta sharing session untuk Ibu-Ibu PKK yang dilakukan antara perwakilan mahasiswa IBSN, GEP, dan PKK Desa Sangketan.

Kemudian, pemaparan materi diberikan oleh Gumilang Andika dari Associate Program Manager KOPERNIK dan Dr. Sayu Ketut Sutrisna Dewi, S.E., M.M., Ak. selaku dosen FEB Unud sekaligus Direktur dari Badan Pengelola Usaha Unud. Berangkat dari kegiatan PKM ini, ke depannya, pemberdayaan dan peran perempuan harus turut diperhitungkan untuk berkontribusi dalam semua lini pembangunan dari hulu ke hilir, terutama dalam mendukung pengoptimalan potensi desa melalui peran perempuan desa agar terlepas dari kesenjangan dan keterbelakangan. Itu juga merupakan salah satu poin SDGs ke-5 terkait keterlibatan perempuan desa dan kesetaraan gender.

Berita Terkait:  Hadiri Pelantikan Rektor Unmas Denpasar, Koster Ingin Kolaborasi Riset Perguruan Tinggi se-Bali

“Persiapan kegiatan PKM Internasional hanya memerlukan waktu sekitar 1-2 minggu. Meski persiapan yang dilakukan tergolong singkat, PKM Internasional ini dapat berjalan dengan sukses yang tentunya tidak terlepas dari kerja keras dan kerja sama dari seluruh panitia pelaksana sehingga berhasil menggandeng berbagai mitra internasional sekaligus memberdayakan perempuan di Desa Sangketan,” tambahnya.

Melalui PKM ini diharapkan para perempuan, dalam hal ini ibu-ibu PKK, memiliki dan mampu meningkatkan keterampilannya untuk memperluas skala bisnis olahan produk pertanian tersebut. Dengan demikian pada akhirnya akan tercipta peningkatan kesejahteraan rumah tangga di Desa Sangketan dan berkontribusi dalam pencapaian kesejahteraan desanya.

Selaras dengan hal itu, I Gusti Agung Ayu Apsari Anandari, M.S.E yang merupakan salah satu panitia pelaksana pun berharap agar Ibu-Ibu PKK dapat memanfaatkan potensi yang ada demi keberlanjutan serta kesejahteraan di masa mendatang. (BB/212)

Sumber: Biro Pers FEB Unud.

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI