Kirim Mahasiswa ke Jepang, TSUBASA Jepang Gandeng ITB STIKOM Bali

Ket foto: Rektor ITB STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan (dua dari kiri) dan Presiden Direktur TSUBASA International Academy, Yoshiyuki Kyomoto (dua dari kanan), MoU pengiriman mahasiswa ke Jepang, disaksikan Rahman Sabon Nama dan Dede Heryadhy bertempat di kantor LPK DARMA Denpasar, Kamis (6/6/2024). (Sumber: BB/istimewa/213)

Denpasar | barometerbali – Kiprah ITB STIKOM Bali mengirim mahasiswanya bekerja di luar negeri menarik perhatian sebuah perusahaan PMA Jepang di Bali, yakni PT TSUBASA International Academy. Bertempat di Kantor LPK DARMA Denpasar, Kamis (6/6/2024), Rektor ITB STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan dan Presiden Direktur PT TSUBASA International Academy, Yoshiyuki Kyomoto menandatangani kerjasama pengiriman mahasiswa ke Jepang menggunakan visa kerja atau Tokutei Ginou.

Yoshiyuki Kyoto menerangkan, untuk visa kerja ini perusahaannya konsen pada tiga bidang yakni bulding cleaning, food processing, dan hospitality. “Tapi di seluruh Jepang saat ini kebutuhan tenaga kerja building cleaning sangat banyak, itulah menjadi prioritas kami,” kata Yoshiyuki Kyomoto usai acara tersebut.

Dr. Dadang Hermawan mengatakan kerja sama dengan TSUBASA sebagai salah satu solusi membantu mahasiswa yang berlatar belakang ekonomi kurang mampu.

Berita Terkait:  Wayan Koster Terima Dubes AS Peter Mark Haymond, Bahas Konsulat dan Keamanan Wisatawan

“Mereka hanya bayar Rp6 juta, dapat kuliah satu semester di Bali sambil kursus Bahasa Jepang. Kalau sudah lulus bahasa Jepang dan keterampilan kerja, kami kirim ke Jepang. Kontraknya 5 tahun. Penghasilan yang besar selama di Jepang bisa membayar kuliahnya dan membantu keluarganya,” sebut Dadang Hermawan.

Dadang menambahkan, melalui program ini dalam waktu 5 tahun, seorang mahasiwa ITB STIKOM Bali yang pulang dari Jepang akan membawa empat manfaat. Pertama ijazah sarjana, kedua modal dalam bentuk uang yang banyak, ketiga pengalaman kerja internasional, dan keempat kemampuan berbahasa Jepang yang luar biasa.

“Inti yang mau saya katakan, 5 tahun nanti mahasiswa kami yang pulang dari Jepang penampilannya sudah jauh berbeda. Dia bisa membuka lapangan kerja bagi dirinya dan orang lain. Bandingkan dalam periode yang sama, seorang yang tamat kuliah di Indonesia masih cari kerja atau sudah kerja tapi penghasilannya pas-pasan,” beber Dadang Hermawan

Di tempat yang sama Rahman Sabon Nama, SE, Staf Khusus ITB STIKOM Bali yang mengurus mahasiswa ke Jepang menambahkan, sebenarnya syarat agar bisa bekerja di Jepang menggunakan visa kerja atau Tokutei Goniu sangat gampang, yakni calon pekerja hanya memerlukan kemampuan berbahasa Jepang yang dibuktikan dengan sertifikat Bahasa Jepang Level N-4 dan sertifikat pekerja berketrampilan khusus atau Specified Skill Worker (SSW), serta tentu saja harus sehat jasamani dan rohani.

Berita Terkait:  Bali Etalase Indonesia, Koster Tegaskan Kerja Nyata Jaga Wajah Bali di Mata Dunia

“Seperti dijelaskan Mr. Yoshiyuki tadi, peluang kerja di Jepang sangat banyak. Itulah maka Pak rektor meluncurkan program kuliah di ITB STIKOM Bali sambil kerja di Jepang. Para mahasiswa hanya bayar Rp6 juta, mereka kuliah dulu satu semester di Bali sambil kursus bahasa Jepang di LPK DARMA. Kalau sudah lulus N4 dan SSW, barulah mereka terbang ke Jepang. Meski belum dipublis secara luas, sudah 20 orang terdaftar mengikuti program ini,” sebut Rahman.

Staf Khusus ITB STIKOM Bali, Rahman Sabon Nama, SE (kanan) bersama mahasiswa ITB STIKOM Bali yang siap diberangkatkan ke Jepang (Sumber: BB/istimewa/213)

Menurut Rahman, waktu enam bulan kursus bahasa Jepang itu sebenarnya sudah cukup karena Level N-4 itu tidak terlalu sulit, asal calon harus punya kemauan kuat untuk belajar bahasa Jepang, baik lisan maupun tulisan.

Berita Terkait:  Pecah Telur, ITB STIKOM Bali Kukuhkan Guru Besar Pertama

“Level N-4 itu sama seperti peserta magang atau Jissuusei. Bedanya, kalau magang sertifikat N-4 dikeluarkan oleh LPK penyelenggara magang, seperti dilaksanakan oleh LPK DARMA selama ini. Sedangkan untuk visa Tokutei Ginou sertifikat bahasa Jepang dikeluarkan oleh lembaga khusus, seperti Japan Foundation,” ucap Rahman menjelaskan.

Direktur LPK DARMA, Drs. Dede Heryadhy, MM menambahkan, animo anak muda Bali ke Jepang sebagai peserta magang selama ini sangat tinggi. Disebutkan, sejak tahun 2018 sampai sekarang LPK DARMA sudah mengirim sedikit 515 peserta magang. Sebagian sudah selesai magang dan berpindah ke visa kerja, ada yang pulang ke Indoemsia, dan sebagian lagi masih mengikuti magang.

“Sayangnya program magang ini segera akan hilang karena sudah mulai digantikan oleh visa kerja Tokutei Gonou. Nah kerja sama ITB STIKOM Bali dengan TSUBASA ini membuka peluang bagi calon peserta magang dari LPK DARMA maupun LPK lain di Bali yang selama ini masih antre supaya segera mengikuti program Tokutei Gonou,” tutul Dede Heryahdy. (213)

Editor: Ngurah Dibia

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI