Tak Terbendung, Ratusan Massa AMI Merangsek Masuk ke Rutan Medaeng

Ket foto: Ratusan massa dari Aliansi Madura Indonesia (AMI) berhasil merangsek masuk ke dalam halaman Rutan Klas I A Surabaya. (Sumber: barometerbali/Redho)

Sidoarjo | barometerbali – Ratusan massa dari Aliansi Madura Indonesia (AMI) dengan penuh amarah dan semangatnya berhasil merangsek masuk ke dalam halaman Rutan Klas I A Surabaya, meskipun ada pihak yang hendak menghalangi kedatangan aksi demonstrasi dari luar portal.

Kedatangan ratusan massa dari AMI meminta ketegasan dari Karutan Klas I A Surabaya, untuk menindak oknum pegawai rutan, yang diduga telah berani menerima sejumlah uang dari tahanan pencabulan dan pemerkosa 38 santriwati yakni Subechi untuk dapat pulang tiap bulannya.

Berita Terkait:  Rakor Penanganan Konflik Sosial, Koster Ajak Kemenag dan Forkopimda Mitigasi Jelang Nyepi dan Idulfitri

Data tersebut dimiliki AMI berdasarkan pengakuan mantan satu sel Bechi, dan juga diperkuat oknum petugas Rutan Klas I A Surabaya sendiri, yang menjelaskan bahwasanya memang ada permainan uang untuk mengeluarkan Subechi dari balik jeruji besi dengan dalih sakit.

“Bayangkan jika anak, keponakan, atau saudari kalian yang menjadi korban pencabulan dari Subechi, apakah kalian diam, dan kenapa oknum petugas di sini malah menjadi budaknya Subechi, nurut saat ia ingin pulang ke rumahnya tiap bulan,” teriak Baihaki Akbar dalam orasinya saat berada di depan rutan klas I A Surabaya.

Berita Terkait:  Perayaan Hari Wanita Internasional 2026, Ketua TP PKK Bali Ajak Perempuan Bertindak Nyata

Baihaki juga menyatakan bahwasanya tidak terima dengan hanya putusan 7 tahun yang telah dijatuhkan oleh majelis hakim, ia bakalan membuat laporan ulang bersama puluhan korban pencabulan dari Subechi untuk melaporkan ulang di Mapolda Jatim untuk menambah hukuman dari Narapidana tersebut.

“Apakah pantas Subechi mendapatkan keadilan, sedangkan ada puluhan santriwati yang telah hilang kesuciannya akibat hawa nafsu liarnya, lebih baik orang seperti itu dipindah ke Nusakambangan atau dihukum mati,” imbuhnya dalam orasinya.

Aksi yang berjalan selama 3 jam di depan rutan klas I A Surabaya hampir terjadi kericuhan antara massa demonstran dengan oknum petugas rutan, karena ada oknum yang tertawa, namun berhasil diredam dengan kedatangan Karutan.

Berita Terkait:  SMSI Bali Tanam 1000 Mangrove, Wagub Giri Prasta: Jaga Ekosistem Pesisir

Hingga massa aksi memutuskan tidak melakukan audiensi di dalam Rutan klas I A Surabaya dan melanjutkan aksinya di kantor kementerian hukum dan HAM.

Dalam penyampaiannya Aliansi Madura Indonesia memutuskan untuk melanjutkan aksinya di pon pes milik subechi dan Lapas Lowokwaru Malang, karena diketahui Subechi dipindahkan ke lapas tersebut berbarengan dengan datangnya surat pemberitahuan aksi dari AMI.

Reporter: Redho

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI