Ciptakan Rasa Aman dan Nyaman Ambara-Adi akan Pasang CCTV Smart dan Pengelolaan Sampah dengan Alat Canggih

Ket foto: Paslon untuk Pilwali Denpasar nomor urut 1, Gede Ngurah Ambara Putra (kiri) I Nengah Yasa Adi Susanto (ABDI) saat Debat Terbuka Perdana di Prama Hotel Sanur, Denpasar, Sabtu (19/10/2024). (barometerbali/213)

Denpasar | barometerbali – Debat terbuka perdana yang digelar KPU Denpasar menampilkan pasangan calon (paslon) untuk Pilwali Denpasar nomor urut 1, Gede Ngurah Ambara Putra-I Nengah Yasa Adi Susanto (ABDI) berjanji akan melakukan berbagai program strategis jika terpilih jadi Walikota dan Wakil Walikota Denpasar salah satunya memasang CCTV Smart untuk menciptakan rasa aman bagi masyarakat Kota Denpasar.

“Kami akan memberikan rasa aman pada masyarakat Denpasar dengan memasang CCTV smart. Juga mendukung para pecalang di banjar beserta pengurusnya dalam menciptakan keamanan,” ungkapnya di Prama Hotel Sanur, Denpasar, Sabtu (19/10/2024)

Tak tanggung-tanggung pihaknya menyiapkan Rp200 juta untuk banjar adat di Denpasar untuk menciptakan Denpasar yang berbudaya.

Sedangkan Yasa Adi Susanto mengatakan pihaknya akan melakukan tiga program unggulan.

Berita Terkait:  Bali Jadi Lokasi Kedua Uji Coba Digitalisasi Bansos Berbasis DPI, Target Nasional Oktober 2026

“Pertama dalam pendidikan, pihaknya mengaku akan menberikan pendidikan gratis seluruh siswa tingkat TK, SD, SMP swasta. Jangan negeri saja yang gratis tapi swasta juga,” terang pria yang kerap dipanggil Bro Adi ini.

Selanjutnya yang kedua, mengenai kesehatan pihaknya akan mengcover semua masyarakat Denpasar dengan BPJS, apalagi saat ini masih ada 11 persen masyarakat yang belum tersentuh program tersebut

“Ketiga, untuk tenaga kerja kami akan melatih, mensertifikasi dan menempatkan tenaga kerja,” tegas Bro Adi.

Tak luput juga persoalan kebersihan atau pengelolaan sampah menjadi perhatian penting para kandidat.

Paket ABDI optimis masalah sampah di Kota Denpasar akan segera tuntas jika masyarakat memberikan kepercayaan terhadap mereka.

Ngurah Ambara mengatakan inovasi terhadap pengelolaan sampah harus tepat guna. Sampah patut dituntaskan dan ditunjang peralatan yang canggih, bahkan bisa dengan cara dibakar, tetapi tidak menganggu lingkungan.

“Ada diversifikasi mengenai sampah di setiap desa dan rumah tangga. Namun, paling tidak langkah yang diambil adalah dengan sampah dibakar dan tidak mengganggu lingkungan, tapi ada juga langkah mengolah sampah menjadi bahan-bahan yang bernilai produktif,” jelasnya.

Berita Terkait:  Pidato Koster dan Pesan Penting di Hari Bulan Bahasa Bali

Ia menyebutkan paling tidak di Kota Denpasar harus mengambil langkah sesuai kajian yang paling baik, yaitu sampah itu dibakar.

“Semuanya bisa bisa selesai, tinggal diversifikasi sampah itu,” cetus Ambara.

Lebih lanjut Bro Adi menekankan edukasi ke masyarakat tentang pemilahan sampah di masa mendatang.

“Yang kami lihat penanganan sampah selama ini dari rumah tangga untuk memilah sampah dan organik dan nonorganik. Kami akan beri reward (imbalan) mereka yang telah mengelola sampah dengan membebaskan iuran sampah,” tandasnya.

Kedua, pihaknya akan maksimalkan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST), meskipun banyak yang lagi bermasalah. Hal penting lainnya adalah kita akan hilangkan Kota Denpasar tanpa Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah,” terang Bro Adi yang juga Ketua DPW PSI Provinsi Bali ini.

Berita Terkait:  Saksi Bantah Dugaan Penipuan, Dana 1,8 Miliar Togar Situmorang Disebut untuk Operasional

Ia menyatakan pengelolaan sampah melibatkan masyarakat rumah tangga, kerap membuat hasil yang berbanding terbalik di lapangan. Sampah organik dan nonorganik yang dikumpulkan dari rumah tangga justru digabung saat diangkut truk sampah. Dikatakan di sanalah blunder muncul.

“Mereka susah payah kumpulkan sampah organik dan organik, tapi, saat truk sampah datang malah diangkut dan dijadikan menjadi satu. Jelas ini masalah serius di tingkat rumah tangga yang kita harus selesaikan, tidak hanya mengeluarkan kebijakan, tapi upaya masyarakat rumah tangga menjadi sia-sia,” beber pria yang akrab dipanggil Jro Ong ini.

Pada kesempatan yang sama, Paslon nomor urut 2, calon Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara dan calon Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa (Jaya-Wibawa) menilai salah satu persoalan sampah muncul di tingkat rumah tangga. Hal ini dibantu Pemkot Denpasar dengan menerapkan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R). (213)

Editor: Ngurah Dibia

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI