Foto: Tanah longsor akibat curah hujan yang tinggi dan angin kencang. (barometerbali/teja/rah)
Denpasar | barometerbali – Berdasarkan data yang dirangkum oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali serta BPBD kabupaten/kota se-Bali, curah hujan yang tinggi dan angin kencang masih menjadi penyebab sedikitnya 12 (dua belas) kejadian dengan estimasi nilai kerusakan sebesar Rp77.000.000 (tujuh puluh tujuh juta rupiah). Nihil informasi korban jiwa/luka akibat kejadian-kejadian tersebut. Berikut adalah rangkuman kejadian dan penanganannya:
- Cuaca Ekstrem berupa angin kencang disertai hujan deras menyebabkan dampak bangunan irigasi jebol di 1 (satu) titik di Kabupaten Karangasem, dahan pohon patah di 2 (dua) titik yaitu 1 (satu) titik di Kabupaten Buleleng dan 1 (satu) titik di Kabupaten Jembrana, pohon tumbang di 2 (dua) titik yaitu 1 (satu) titik di Kabupaten Badung dan 1 (satu) titik Kabupaten Buleleng. Nihil korban jiwa/luka dan 3 (tiga) bangunan rusak.
- Tanah longsor di 7 (tujuh) titik yaitu 1 (satu) titik di Kabupaten Jembrana, 3 (tiga) titik di Kabupaten Buleleng, 2 (dua) titik di Kabupaten Gianyar dan 1 (satu) titik di Kabupaten Tabanan. Nihil korban jiwa/luka, 5 (lima) bangunan rusak, estimasi kerusakan 77 (tujuh puluh tujuh) juta rupiah.
Berdasarkan Peringatan Dini Cuaca dan Iklim Dasarian III Februari 2025 dari BBMKG Wilayah III Badung, Bali sudah memasuki musim hujan. Warga diimbau untuk mewaspadai curah hujan tinggi yang dapat menyebabkan genangan air, banjir, tanah longsor dan pohon tumbang.
Dengan semakin seringnya kejadian bencana, BPBD Provinsi Bali mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana, demi mewujudkan Bali yang tangguh bencana. (teja/rah)











