Foto: Pameran “Denyar Renjana” dibuka oleh pengamat seni I Made Marlowe Makaradhwaja Bandem dan menampilkan empat pelukis wanita berbakat: Erica Hestu Wahyuni, Mola, Ni Nyoman Sani, dan Yasumi Ishii di Santrian Art Gallery, Sanur, Jumat (7/3/2025). (barometerbali/rah)
Denpasar | barometerbali – Santrian Art Gallery, Sanur, menjadi saksi lahirnya getaran seni yang penuh hasrat dalam pameran bertajuk “Denyar Renjana” (Pulse of Passion) pada Jumat (7/3/2025). Pameran ini dibuka oleh pengamat seni I Made Marlowe Makaradhwaja Bandem dan menampilkan empat pelukis wanita berbakat: Erica Hestu Wahyuni, Mola, Ni Nyoman Sani, dan Yasumi Ishii.
“Denyar Renjana” merepresentasikan energi cinta dan gairah yang mengalir dalam setiap karya. Setiap seniman menampilkan karakteristik unik dalam proses kreatifnya, namun tetap memiliki benang merah yang sama—yakni dedikasi penuh terhadap seni dan pengalaman emosional yang mendalam.
Ekspresi Beragam dalam Setiap Goresan
Pada pameran ini, Mola mengeksplorasi bentuk abstrak dengan meninggalkan figuratif dalam karyanya. Lewat medium cat air dan tinta di atas kanvas, ia lebih menekankan pada ekspresi rasa ketimbang sekadar bercerita.
Erica Hestu Wahyuni, dengan gaya khasnya yang ekspresif, menghidupkan berbagai suasana yang mencerminkan pengalaman batin dan imajinasi personalnya. “Saya ingin menggabungkan pengalaman visual, batin, dan fantasi menjadi objek seni dengan warna dan bentuk yang khas,” ujarnya.
Sementara itu, Yasumi Ishii membawa sentuhan budaya dalam karyanya. Terinspirasi dari kekayaan warna Jawa dan Jepang, ia menghadirkan lukisan wajah kucing sebagai simbol ekspresi sederhana namun penuh makna. “Kucing memiliki ekspresi tanpa bahasa, yang saya anggap sebagai bentuk komunikasi universal,” ungkapnya.
Pelukis Ni Nyoman Sani menghadirkan seri lukisan potret wajah berukuran besar yang memberikan sensasi visual berbeda. “Saya ingin mengeksplorasi ekspresi wajah dan keunikannya, menghadirkan suasana yang lebih mendalam dalam setiap karya potret,” tuturnya.
Menjadi Ruang Apresiasi dan Kontemplasi
Lebih dari sekadar pameran, “Denyar Renjana” menjadi ruang apresiasi bagi para penikmat seni untuk menyelami ide dan perasaan para pelukis. Setiap goresan kuas tidak hanya menjadi keindahan visual, tetapi juga menyentuh emosi dan pemikiran yang lebih dalam.
Dengan keunikan perspektif dan teknik masing-masing, empat srikandi seni ini menghadirkan sebuah pameran yang penuh warna, makna, dan energi. “Denyar Renjana” bukan hanya sebuah pameran, melainkan refleksi dari gairah dan perjalanan batin yang dituangkan dalam kanvas. (rah)











