Barometerbali.com | Buleleng – Gubernur Bali Wayan Koster menargetkan menara pemancar siaran telekomunikasi Turyapada Tower di Kabupaten Buleleng, Bali, menjadi objek wisata baru berkelas dunia.
Turyapada Tower selain digunakan sebagai pemancar siaran, di dalam bangunan setinggi 115 meter ini berisi ruang-ruang wahana wisata.
Saat ini telah terbentuk wisata jembatan kaca pada lantai lima, restoran statis yang melingkar di lantai enam dan area pemandangan dilengkapi teropong di lantai tujuh.
Tersedia juga restoran putar yang dapat bergerak di lantai delapan, skywalk di lantai sembilan, dan planetarium di lantai 10.
Selain itu akan dilengkapi gondola atau kereta gantung dengan jarak 700 meter sehingga menjadi daya tarik wisata baru di Kabupaten Buleleng.
Namun, karena belum seluruhnya rampung, Gubernur Koster menutup akses untuk berwisata dan mengoptimalkan manfaat pemancarnya terlebih dahulu.
Ini juga dilakukan agar proses pembangunan di area pendukung objek wisata tidak terganggu.
“Ini satu-satunya menara yang ada di pegunungan. Dari sini kita sudah melihat Danau Bratan, Danau Tamblingan, Danau Buyan, hutan dan bukit. Apalagi ke atas di jembatan kaca, juga ada dua ruang pertemuan kapasitas 300-400,” ujar Koster.
Koster mengatakan hal ini sudah sesuai targetnya di awal, yaitu ingin membangun tidak sekadar menara pemancar, tetapi memiliki fasilitas berkelas, seperti Menara Eiffel, Tokyo Tower, Macau Tower, dan Toronto Tower.
Dengan fasilitas yang tersedia, Koster optimistis Turyapada Tower bakal menjadi objek wisata baru berkelas dunia.
Koster menargetkan setelah seluruh layanan televisi masuk dan pembangunan pendukung menara yang berada di 1.636 mdpl ini rampung, maka Turyapada Tower akan dibuka sebagai objek wisata.
“Tahun ini akan dibangun jalan masuk dari shortcut, sudah mulai proses tender, diperkirakan pertengahan Juni kontrak dan dikerjakan. Begitu kontrak berjalan, diperlukan satu tahun untuk mengerjakan kawasan,” ujar Koster.
Diperkirakan pertengahan 2026 sudah selesai.
Kalau sudah selesai maka akan dilanjutkan dengan pembukaan kawasan Turyapada sebagai objek wisata yang berkelas dunia.
“Turyapada Tower cuma satu ada di Indonesia, tidak ada yang lain,” ungkap Koster bangga. (ari)









