Barometer Bali | Denpasar – Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Ni Luh Enik Ermawati, atau akrab disapa Ni Luh Puspa, mengapresiasi penyelenggaraan Pesta Kesenian Bali (PKB) sebagai ajang strategis untuk pelestarian budaya, serta penggerak ekonomi dan pariwisata Bali.
“Pesta Kesenian Bali ini merupakan ekspresi bagi masyarakat Bali, terutama anak muda, untuk menyalurkan kreativitas dan menampilkan kekayaan seni budaya lokal,” ujar Ni Luh Puspa usai menghadiri Pawai pembukaan PKB di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Bajra Sandhi, Niti Mandala Renon, Denpasar, pada Sabtu (21/6/2025).
Menurutnya, Kementerian Pariwisata terus mendorong penyelenggaraan event daerah yang berkelas internasional seperti PKB. Ia menyebut PKB sebagai salah satu event yang masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN).
“Kami sangat senang karena Pesta Kesenian Bali ini setiap tahun masuk dalam Kharisma Event Nusantara. Ini adalah hal yang harus kita apresiasi dan dukung bersama baik oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun masyarakat Bali sendiri,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ni Luh Puspa menyoroti dampak ekonomi dari penyelenggaraan PKB. Ia mengaku bahwa pada pelaksanaan tahun 2024 lalu, tercatat perputaran ekonomi hampir mencapai Rp200 miliar.
“Jadi saya pikir ini adalah hal yang baik karena langsung dirasakan masyarakat dampak ekonominya,” katanya.
Selain itu, saat ditanya dampak untuk pariwisata terikat dengan PKB ini, ia menjelaskan bahwa PKB yang digelar setiap bulan Juni bertepatan dengan libur sekolah, dinilai mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.
“Kemarin kita lihat tiket ke Bali full, kemudian hotel-hotel juga luar biasa. Jadi kami harap ini bisa mendorong gerakan wisatawan Nusantara,” jelasnya.
Ia berharap PKB bisa terus menjadi agenda tahunan yang ditunggu-tunggu wisatawan dari dalam dan luar negeri.
“Karena dilaksanakan secara rutin setiap tahun, wisatawan mancanegara bisa mengagendakan waktu kunjungan mereka ke Bali untuk menyaksikan langsung kemeriahan Pesta Kesenian Bali,” pungkas Ni Luh Puspa. (rian)











