Barometer Bali | Jembrana – Memasuki hari keenam operasi pencarian korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya, tim SAR gabungan terus melakukan penyisiran intensif di laut, udara, dan pesisir pantai. Operasi yang dipusatkan di Posko Gabungan ASDP Gilimanuk ini melibatkan sejumlah unsur dari Basarnas, TNI/Polri, relawan, hingga potensi SAR lainnya.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya dalam keterangan pers diterima barometerbali.com menyampaikan bahwa armada yang dikerahkan dalam pencarian hari ini meliputi KN SAR Arjuna 229, RIB 04 Buleleng, RIB 01 Gilimanuk, RIB Alligator Polairud Polda Bali, Tactical Boat Polairud Polda Bali, Kapal Tanjung Rening Polres Jembrana, serta RIB Trimaran Pos AL Pengambengan. Total pencarian laut hari ini mencakup area 169 Nm², sementara SRU Udara menjangkau hingga 255 Nm², dengan penyisiran darat dilakukan di pantai Cekik, Klatakan, dan Pebuahan.
“Fokus pencarian tetap diarahkan ke selatan dan utara dari lokasi kejadian. Kami juga terus berkoordinasi lintas sektor untuk memperluas area pencarian dan mempercepat identifikasi korban,” terang Nyoman Sidakarya.
Hingga hari ini, total korban yang berhasil ditemukan sebanyak 38 orang, terdiri dari 30 selamat dan 8 meninggal dunia. Salah satu korban yang berhasil diidentifikasi adalah I Kadek Oka (51) asal Klungkung, yang sebelumnya dievakuasi menggunakan KRI-813.
Korban ke-38 ditemukan nelayan di perairan Muncar pada Minggu, 6 Juli 2025, sekitar pukul 16.00 WIB, dan dievakuasi ke RSUD Blambangan untuk proses identifikasi. Korban laki-laki tersebut teridentifikasi sebagai Daniar Nadief Inzaqi (21), asal Banyuwangi. Namun, namanya tidak tercantum dalam manifes penumpang KMP Tunu Pratama Jaya.
“Hingga kini masih ada satu jenazah yang belum teridentifikasi. Karena itu, belum dapat dipastikan apakah korban tersebut merupakan penumpang kapal yang tenggelam,” jelas Sidakarya.
Sementara itu, Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportas (KNKT), Soerjanto Tjahjono turut meninjau langsung Posko SAR Gabungan Gilimanuk dan melihat barang bukti berupa sekoci yang telah dibawa ke Ketapang.
Operasi SAR akan terus dilanjutkan hingga seluruh korban berhasil ditemukan dan diidentifikasi. (red)











