Barometer Bali | Denpasar – Gubernur Bali I Wayan Koster menitipkan harapan besar kepada kepengurusan baru KONI Provinsi Bali di bawah kepemimpinan I Nyoman Giri Prasta. Bukan sekadar mengejar prestasi olahraga, Koster ingin Bali melangkah lebih jauh dengan menjadikan sektor olahraga sebagai penggerak ekonomi dan pariwisata daerah.
Harapan itu disampaikan Koster usai pelantikan Ketua Umum KONI Bali masa bakti 2026–2030 bersama jajaran pengurus baru di Ruang Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Jumat (15/5/2026)
Menurut Koster, tugas besar yang menanti kepengurusan baru adalah mengembalikan kejayaan olahraga Bali dengan target masuk lima besar pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di NTB–NTT. Di sisi lain, pembinaan atlet juga diminta dilakukan secara serius dan berkelanjutan agar prestasi Bali tetap terjaga.
Namun Koster menilai olahraga tidak boleh hanya berorientasi pada perolehan medali semata. Ia mendorong agar Bali memperkuat konsep sport tourism melalui penyelenggaraan event olahraga internasional yang rutin digelar. Bahkan, ia menargetkan jika memungkinkan Bali dapat menghadirkan agenda olahraga kelas dunia setiap bulan.
“Kami sejak periode pertama mendorong pariwisata berbasis olahraga kesehatan. Karena itu event-event yang berkaitan dengan keolahragaan harus banyak dilakukan di Bali,” ujar Koster.
Menurutnya, penyelenggaraan event olahraga internasional akan memberikan efek berganda terhadap ekonomi Bali, mulai dari peningkatan kunjungan wisatawan hingga tingkat hunian hotel.
“Kalau banyak datang kan hotelnya terisi, jadi hotel harus ikut bergabung supaya hidup dia, olahraganya hidup, pariwisatanya juga hidup,” katanya.
Koster optimistis di bawah kepemimpinan I Nyoman Giri Prasta, KONI Bali dapat menjadi motor penggerak lahirnya prestasi olahraga sekaligus memperkuat posisi Bali sebagai destinasi olahraga dunia.
Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Marciano Norman resmi mengukuhkan dan melantik jajaran Pengurus KONI Provinsi Bali masa bakti 2026-2030 di Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Jumat (15/5/2026).
Dalam acara tersebut, Marciano membacakan langsung surat keputusan pengesahan kepengurusan KONI Bali yang akan bertugas hingga Maret 2030. Sejumlah tokoh birokrat hingga politikus Bali masuk dalam struktur kepengurusan anyar tersebut.
Beberapa nama yang tercatat di antaranya politikus Golkar Anak Agung Bagus Tri Candra Arka alias Gung Cok, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Provinsi Bali Ida Bagus Wesnawa Putra, hingga Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali Ida Bagus Surja Manuaba.
“Menugaskan kepada pengurus sebagaimana dimaksudkan pada ketetapan di atas untuk melaksanakan tugas organisasi sesuai tugas dan fungsinya dengan penuh rasa tanggung jawab,” kata Marciano Norman saat membacakan surat keputusan pelantikan.
Tak hanya itu, jajaran Dewan Pengurus juga diisi sejumlah tokoh penting di Bali, seperti Gubernur Bali Wayan Koster, Pangdam IX/Udayana, Kapolda Bali, hingga mantan Ketua KONI Bali I Gusti Ngurah Oka Darmawan.
“Keputusan ini mulai berlaku terhitung sejak tanggal ditetapkan dan berakhir sampai dengan bulan Maret 2030. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 29 April 2026,” tandas Marciano.
Dalam sambutannya, Marciano Norman juga mengungkapkan bahwa KONI Pusat tengah menyiapkan sejumlah agenda Pekan Olahraga Nasional (PON) sebagai bagian dari pembinaan atlet menuju level internasional dan Olimpiade.
“Banyak atlet-atlet dunia yang menjadi andalan Indonesia yang berasal dari Provinsi Bali,” ujarnya.
Menurut Marciano, beberapa agenda nasional yang tengah dipersiapkan antara lain PON NTB-NTT, PON Bela Diri di Manado, Sulawesi Utara, serta PON Pantai di Ancol, Jakarta.
“Kemudian 2027 nanti ada Pekan Olahraga Nasional Indoor dan Pekan Olahraga Nasional Remaja,” imbuh mantan Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia tersebut.
Marciano turut memberikan apresiasi atas konsistensi prestasi olahraga Bali di tingkat nasional. Dalam beberapa edisi PON, Bali dinilai mampu bersaing dan rutin menembus posisi sepuluh besar nasional.
“Lebih konkretnya lagi, beberapa kali menduduki peringkat kelima, berarti adalah provinsi terbaik di luar Jawa. Oleh karenanya di bawah kepemimpinan Bapak Giri Prasta, insya Allah ke depan prestasi ini akan semakin meningkat,” pungkasnya. (rian)










