Meski Gerimis, Gubernur Koster dan Krama Bali Setia Menonton Penampilan Gong Kebyar Wanita di PKB XLVII

Screenshot_20250708_082159_InCollage - Collage Maker
Krama Bali dan Gubernur Koster Tetap Bertahan dibawah Gerimis, Puji Penampilan Gong Kebyar Wanita di PKB XLVII, Senin (7/7/2025). (barometerbali/red)

Barometer Bali | Denpasar — Hujan deras yang mengguyur hampir seluruh wilayah Bali sejak sore hari tidak mampu membendung semangat para seniman muda dalam memeriahkan ajang bergengsi Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVII. Meski pementasan sempat tertunda dua jam akibat cuaca ekstrem, panggung terbuka Ardha Candra, Art Centre, Denpasar, Minggu, (6/7/2025) tetap bersinar oleh semangat dan ketulusan jiwa seni, dan iringan tepuk tangan yang tak henti dari para penonton yang bertahan dalam gerimis.

Malam itu, panggung tak hanya basah oleh hujan, namun juga banjir oleh semangat. Dua Duta Kabupaten, yakni Tabanan dan Buleleng, tetap konsisten mempersembahkan Utsawa Gong Kebyar Wanita dengan penuh percaya diri dan penghayatan mendalam.

Berita Terkait:  Tiga LSM Laporkan Dugaan Kematian Mangrove di Benoa ke Polda Bali

Penonton yang datang meski tidak padat seperti biasanya, tetap setia memberikan semangat, bahkan diselingi canda tawa yang menghangatkan suasana. Hawa dingin berubah menjadi aura haru dan bangga, menyaksikan para remaja putri Bali menabuh gamelan dan menari dengan penuh dedikasi.

Gubernur Bali Wayan Koster, yang tak pernah absen dalam menyaksikan pentas PKB, hadir seperti biasa didampingi Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ibu Putri Suastini Koster. Gubernur yang juga dikenal hobi menabuh ini tampak berkali-kali memberikan aplaus dan dukungan tulus dari tempat duduknya hingga pementasan usai.

Berita Terkait:  Bedah Buku Putih, LBH GP Ansor Bali Sebut Kebijakan Kuota Haji Gus Yaqut Sesuai UU

Parade malam ini dibuka oleh Sekaa Gong Wanita Dahayu Singasana dari Desa Dajan Peken, Tabanan dengan Sandya Gita bertajuk Kaweruhan Batukau. Disusul Sekaa Gong Kebyar Wanita Madhurya Utari Manik Uttara dari Desa Adat Sangsit Dangin Yeh, Buleleng, dengan Grojogan Denbukit.

Pada penampilan kedua, Duta Tabanan membawakan Tabuh Telu Hulu Teben, sementara Duta Buleleng menghadirkan Lelambatan Mahausari. Parade ditutup megah dengan Tari Margapati dari Tabanan dan Tari Kreasi Uttara Giri dari Buleleng.

Berita Terkait:  “Singgasana Seni Bung Karno” Safira: Kolaborasi Seni, Fashion, dan Penguatan Ekonomi Lokal

Usai acara, Gubernur Koster menyapa dan menyemangati para seniman muda yang sebagian besar masih duduk di bangku sekolah.

“Terima kasih ya anak-anak atas penampilannya yang sangat bagus. Nanti Bapak akan berupaya mencarikan media untuk kalian bisa terus tampil dan menyalurkan keterampilan seni, tidak hanya di PKB atau ajang yang sudah ada,” pungkas Gubernur Bali.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Tabanan Made Dirga, Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna, Kadisbud Provinsi Bali Gede Arya Sugiartha, serta jajaran pejabat daerah dari Tabanan dan Buleleng. (red)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI