PLN Dukung Edukasi Pengelolaan Sampah Sejak Dini, Dorong Perubahan dari Sekolah di Bali

IMG-20250709-WA0024_12iyh0Nv6V
Foto: Kolaboratif antara PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Bali dan Malu Dong Community Bali. (barometerbali/pln/rah)

Barometer Bali | Denpasar — Mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah dari sumbernya menjadi tujuan utama inisiatif kolaboratif antara PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Bali dan Malu Dong Community Bali. Lewat pendekatan edukatif di lingkungan sekolah, PLN berupaya membangun kesadaran generasi muda akan pentingnya pengelolaan sampah berkelanjutan demi kelestarian lingkungan dan terciptanya peluang ekonomi hijau.

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, PLN menyerahkan tiga unit drop box botol plastik kepada Malu Dong Community Bali untuk selanjutnya ditempatkan di sekolah-sekolah yang aktif bekerja sama dengan bank sampah dan menunjukkan komitmen dalam pengelolaan sampah. Penyerahan dilakukan oleh Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Bali, I Wayan Eka Susana, kepada Pendiri Komunitas Malu Dong Bali, I Komang Sudiarta, di Kantor PLN UID Bali, Denpasar.

Berita Terkait:  Udayana Ungkap Hasil Uji Lab, Cemaran Minyak Solar di Mangrove

General Manager PLN UID Bali, Eric Rossi Priyo Nugroho, menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk dukungan PLN terhadap program pemerintah daerah Bali dalam mengelola sampah berbasis sumber.

“Kami percaya bahwa perubahan besar dimulai dari langkah kecil, seperti memilah sampah di rumah dan di sekolah. PLN mendukung penuh inisiatif ini karena tidak hanya menjaga kebersihan dan melindungi lingkungan, tetapi juga membuka potensi ekonomi melalui pengelolaan sampah yang bertanggung jawab,” ujar Eric Rossi.

Berita Terkait:  Parta Sidak Kematian Ratusan Mangrove di Benoa, Desak Investigasi Dugaan Kebocoran Pipa BBM

Drop box ini akan digunakan untuk menampung sampah botol plastik, yang nantinya akan disalurkan ke bank sampah agar dapat diolah kembali. Namun, penempatan drop box bukanlah satu-satunya langkah dalam program ini. Malu Dong Community Bali menekankan pentingnya edukasi sebelum fasilitas diserahkan ke sekolah.

“Kami akan memberikan edukasi terlebih dahulu agar siswa dan siswi memiliki kesadaran akan pentingnya memilah sampah sejak dari sumbernya. Kami ingin mereka memahami bahwa sampah adalah tanggung jawab bersama dan dapat dikelola menjadi sesuatu yang bermanfaat,” jelas I Komang Sudiarta.

Berita Terkait:  Dari Yeh Gangga, Bupati Sanjaya Gaungkan Gerakan Bersih Pantai Berkelanjutan

Sekolah-sekolah yang dipilih meliputi tingkat SD, SMP, hingga SMA, dengan kriteria memiliki komitmen terhadap lingkungan dan telah bekerja sama dengan bank sampah.

Program ini merupakan bagian dari upaya PLN dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan memperkuat budaya lingkungan hidup di tengah masyarakat. Edukasi dan partisipasi aktif generasi muda diharapkan menjadi kunci keberhasilan pengelolaan sampah berbasis sumber di Bali. (pln/rah)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI