Koperasi Merah Putih, Motor Swasembada Pangan Bali Menuju Indonesia Emas

Screenshot_20250711_153234_WhatsAppBusiness
Ketua Koperasi Konsumen Puskopkar Kerthi Bali I Wayan Sumerta, SE., MM., Ak, (tengah) bersama jajaran pengurus usai persembahyangan di Pura Luhur Candi Narmada, Suwung Kauh, Denpasar, pada Purnama Kasa, Kamis (10/7/2025). (barometerbali/red)

Barometer Bali | Denpasar – Menjelang peringatan Hari Koperasi Nasional ke-78 pada 12 Juli 2025, semangat koperasi kembali menggeliat di Bali. Salah satu penggerak utamanya adalah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, yang dinilai mampu mempercepat terwujudnya swasembada pangan dan kemandirian ekonomi Bali.

I Wayan Sumerta, SE., MM., Ak, Ketua Koperasi Konsumen Puskopkar Kerthi Bali skd—koperasi sekunder tingkat Provinsi Bali—menegaskan pentingnya peran Kopdes Merah Putih dalam mendukung pembangunan sektor riil.

“Untuk Bali, pemerintah daerah dapat memanfaatkan keberadaan Kopdes untuk mempercepat dan memperkuat kemandirian pangan,” ujar Sumerta ditemui usai persembahyangan di Pura Luhur Candi Narmada, Suwung Kauh, Denpasar, pada Purnama Kasa, Kamis (10/7/2025).

Berita Terkait:  Sekda Dewa Indra Hadiri Audiensi Penguatan Implementasi Digitalisasi Kartu Kesejahteraan

Sumerta menilai potensi Kopdes sangat luas, mulai dari pertanian, hortikultura, perkebunan (kopi, kakao, buah-buahan), hingga peternakan dan perikanan. Ia juga menyinggung pentingnya Kopdes ikut mendukung tata kelola produksi Arak Bali, garam tradisional, serta pengembangan tanaman obat herbal.

Lebih lanjut, ia mengapresiasi inisiatif pendirian Klinik Desa oleh Kopdes, terutama bila mampu menyerap tenaga profesional seperti dokter dan apoteker.

Namun, Sumerta mengingatkan agar Kopdes Merah Putih tidak terjun ke sektor jasa keuangan atau simpan pinjam. Pasalnya, ekosistem lembaga keuangan desa di Bali seperti LPD, BUMDes, dan koperasi simpan pinjam sudah sangat kuat dan mendominasi sekitar 99% dari total 5.000 koperasi yang ada di Bali.

Berita Terkait:  HUT ke-71 PSPS Bakti Negara Bali, Wayan Koster: Pegang Teguh Komitmen Jaga Bali Ajeg, Damai dan penuh Toleransi

“Kopdes sebaiknya fokus pada sektor riil dan distribusi logistik pangan, bukan simpan pinjam,” tegas Sumerta yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri di DEKOPIN Pusat.

Puskopkar Kerthi Bali, lanjutnya, siap melakukan pendampingan dan kolaborasi dengan Kopdes Merah Putih yang serius menjalankan programnya. Program pelatihan bagi pengurus dan anggota Kopdes dinilai sangat penting untuk memperkuat kelembagaan dan prinsip koperasi.

Berita Terkait:  Dorong Efisiensi UMKM Kuliner, PLN Kenalkan Kompor Induksi melalui Kompetisi Memasak di Rumah BUMN Denpasar

“Kalau ini dilakukan dengan terstruktur, pola top-down dalam pendirian Kopdes akan terkikis, dan koperasi benar-benar mampu menyejahterakan anggotanya,” ucapnya.

Di momentum Hari Koperasi ke-78 ini, Sumerta mengajak seluruh insan koperasi membangun semangat kemandirian ekonomi sesuai spirit Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

“Koperasi kuat, perekonomian merata, masyarakat adil dan makmur akan terwujud. Indonesia Emas menanti,” pungkas Sumerta. (rah)

 

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI