Barometer Bali | Gianyar – PT Gold Dragon Management resmi meluncurkan Onyx Park Resort di Gianyar, Bali, sebagai simbol transformasi dari kawasan ParQ yang sebelumnya menuai kontroversi.
“Melalui Onyx Park Resort, kami ingin membuktikan bahwa investasi juga bisa menghormati, mendukung, dan merayakan jiwa sejati pulau yang sakral ini,” ujar investor Onyx Park Resort, Sergey Solonin dalam keterangannya pada Kamis, 10 Juli 2025.
Perubahan ini ditandai dengan prosesi upacara adat Ngeruak Nyapuh Pralina pada 25 Juni 2025, serta dimulainya pembongkaran struktur lama pada 1 Juli 2025 untuk mengembalikan fungsi lahan menjadi kawasan hijau dan pertanian.
Transformasi ini menandai komitmen baru investor terhadap integritas budaya, kepatuhan hukum, dan pengembangan berkelanjutan di Bali.
Onyx Park Resort dihadirkan dengan visi menjadi pusat wellness, seni, dan kreativitas yang menyatu dengan alam, ditujukan bagi komunitas lokal maupun wisatawan internasional.
Tempat ini dirancang sebagai pusat penyembuhan dan kreativitas, yang akan mengundang seniman, desainer, serta praktisi wellness untuk berkolaborasi.
COO Onyx Park Resort, Kadek Agus Purwady, mengatakan bahwa Onyx melambangkan kemurnian, koneksi, dan transformasi.
“Tempat ini tidak akan lagi dikenang karena kontroversinya dahulu, tetapi karena inovasi dalam dunia wisata serta kepedulian terhadap alam dan komunitas,” katanya.
Rangkaian program pembukaan akan mencakup instalasi seni, ruang refleksi, hingga aktivasi kebugaran. Rencana arsitektur dan program jangka panjang akan diumumkan dalam beberapa minggu mendatang.
Bali mencatat peningkatan signifikan jumlah wisatawan mancanegara pada awal 2025.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Bali, sebanyak 2.042.666 wisatawan asing mengunjungi Bali selama periode Januari hingga April 2025, tumbuh 10,55 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 1.847.156 kunjungan.
Pertumbuhan ini mencerminkan momentum pemulihan pariwisata Bali pascapandemi serta semakin pulihnya kepercayaan wisatawan internasional terhadap destinasi Pulau Dewata. (ari)











