Yayasan Budaya Bali Punggul Hijau Jadi Motor Tata Kelola Sampah di Kampus IPB Internasional

Screenshot_20250820_081334_WhatsAppBusiness
Ketua Yayasan Budaya Bali Punggul Hijau (YBBPH) I Gusti Nyoman Jelantik menjelaskan cara kerja mesin pengolah sampahnya kepada Ibu Nyonya Putri Koster saat peresmian TPS3R di lingkungan Kampus IPB Internasional, Selasa (19/8/2025). (barometerbali/rah)

Barometer Bali | Denpasar – Peresmian Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di lingkungan Kampus IPB Internasional tidak terlepas dari peran penting Yayasan Budaya Bali Punggul Hijau (YBBPH). Lembaga ini tampil sebagai penggerak utama dalam merancang, mengawal, hingga memastikan sistem tata kelola sampah berbasis sumber berjalan optimal.

Ketua YBBPH, I Gusti Nyoman Jelantik, menegaskan bahwa hadirnya TPS3R di kampus bukan sekadar menyediakan sarana fisik, tetapi juga membawa misi edukasi lingkungan.

“Kami ingin menjadikan IPB Internasional sebagai role model, bagaimana sebuah institusi pendidikan tinggi mampu mendidik mahasiswa untuk sadar dan terampil dalam mengelola sampah sejak dari sumbernya,” ujarnya.

Dalam mendampingi program tersebut, Made Wiradnyna selaku Operation Analis YBBPH menjelaskan, pihaknya melakukan pendampingan teknis mulai dari sistem pemilahan, penggunaan tong komposter, hingga pengelolaan organik dengan pendekatan teba modern.

“Dengan pola ini, kami ingin menumbuhkan kebiasaan baru yang konsisten, bukan sekadar proyek seremonial,” katanya.

Berita Terkait:  PT IPAL Andre Raja Nusantara Siap Dukung Pembangunan Berkelanjutan Dengan Solusi IPAL Komprehensif

Langkah kolaboratif ini mendapat apresiasi luas. Duta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber Palemahan Kedas (PSBS PADAS) Ibu Putri Koster yang hadir dalam peresmian menyebut sinergi IPB Internasional dan YBBPH sebagai terobosan nyata dalam menuntaskan masalah sampah di Bali.

Dalam sambutannya saat menghadiri acara peresmian TPS3R, Ibu Putri Koster menyampaikan terima kasih kepada Rektor IPB Internasional dan Ketua Yayasan Dharma Widya Ulangun yang telah memprakarsai pembuatan tempat pengelolaan sampah di lingkungan kampus.

“Ini adalah suatu hal yang menggembirakan dan membahagiakan di tengah keributan soal sampah,” ujarnya.

Perempuan yang juga mengetuai TP PKK dan Dekranasda Provinsi Bali ini menyampaikan bahwa IPB Internasional adalah kampus pertama yang memelopori pembuatan tempat pengolahan sampah berbasis 3R.

“Ini bagus, karena selain mengembangkan kemampuan akademis, anak-anak yang kuliah di sini juga memperoleh edukasi tentang bagaimana menjaga lingkungan melalui pengelolaan sampah berbasis sumber,” cetusnya.

Berita Terkait:  Penanganan Sampah Pantai Tak Boleh Seremonial, Koster Minta Satgas Siaga Penuh

Ia berharap, dengan keberadaan TPS3R, pengelolaan sampah berbasis sumber di IPB Internasional berjalan optimal sehingga tidak ada lagi sampah yang keluar dari lingkungan kampus.

Dalam kesempatan itu, perempuan multitalenta ini menginformasikan bahwa salah satu tugas utama yang diembannya sebagai Duta PSBS PADAS adalah melakukan sosialisasi dan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menuntaskan persoalan sampah. Ia pun kembali menyinggung penerapan pola yang salah dalam penanganan sampah di Bali yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

“Sampah dikumpulkan, diangkut, lalu dibuang ke TPA hingga menjadi bom waktu, dan saat ini sudah meledak,” sebutnya.

Menyikapi hal ini, salah satu pendekatan yang menurutnya paling relevan adalah optimalisasi sistem PSBS. “Sampah dapur diselesaikan dengan tong komposter, sampah organik dikelola dengan pendekatan teba modern, sedangkan sampah anorganik ditangani oleh pemerintah mulai dari tingkat desa/kelurahan dengan TPS3R dan TPST,” urainya.

Namun, ia mengingatkan agar pemanfaatan mesin insinerator di TPST dilakukan dengan hati-hati dengan terlebih dahulu berkoordinasi dengan lembaga yang membidangi lingkungan hidup.

Berita Terkait:  Peringati HPN, PJI Bojonegoro Buktikan Pers Hadir untuk Lingkungan

“Jangan sampai penggunaan insinerator menimbulkan persoalan di bidang kesehatan karena dioksin yang dihasilkan dari proses pembakaran sampah. Kita harus hati-hati, cari pola yang paling tepat dalam penuntasan masalah sampah,” tambahnya.

Ketua BPD PHRI Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, juga menilai kontribusi YBBPH sangat strategis. Menurutnya, keterlibatan yayasan yang berakar pada budaya Bali membuat tata kelola sampah di kampus menjadi lebih kontekstual dan berkesinambungan.

“Mahasiswa yang belajar di sini tidak hanya mendapat ilmu akademik, tapi juga kepedulian ekologis yang sangat relevan dengan dunia pariwisata,” jelas mantan Wagub Bali yang kerap disapa Cok Ace.

Melalui peran I Gusti Nyoman Jelantik dan Made Wiradnyna, YBBPH berharap model TPS3R di IPB Internasional dapat menjadi inspirasi bagi kampus-kampus lain di Bali, bahkan Indonesia. (rah)

 

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI