Nyenuk, Mengundang Dewata Nawa Sanga Saksikan Upacara dan Limpahkan Anugerah

Screenshot_20250823_131346_InCollage - Collage Maker
Ilen-ilen saat Upacara Nyenuk, di Pura Melanting Desa Adat Sarimertha, Desa Negari, Banjarangkan, Klungkung, Sabtu (23/8/2025). (barometerbali/red)

Barometer Bali | Klungkung – Serangkaian Karya Memungkah, Caru Balik Sumpah, Ngenteg Linggih, Nyenuk, Mekebat Daun lan Mangun Ayu di Pura Melanting Desa Adat Sarimertha, Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, yang puncak upacaranya telah digelar pada Rabu (20/8/2025), hari ini dilanjutkan dengan Upacara Nyenuk, Sabtu (23/8/2025).

Dari beberapa sumber yang berhasil dihimpun disebutkan, Upacara Nyenuk adalah sebuah ritual dalam agama Hindu Bali yang merupakan bagian dari rangkaian upacara besar seperti Ngenteg Linggih. Secara harfiah, “nyenuk” berarti “datang melihat” atau “menyaksikan”. Namun, dalam konteks upacara, nyenuk memiliki makna yang lebih dalam, yaitu sebagai simbol kedatangan para dewa (Dewata Nawa Sanga) dari kahyangan untuk menyaksikan dan memberkati upacara yang telah dilaksanakan serta memberikan anugerah.

Berita Terkait:  Selipkan Kritik Lewat Pertunjukan Seni, Putri Koster Apresiasi Pentas Jaratkaru Dari Komunitas Wartawan Budaya Bali

Secara urutan, Nyenuk merupakan bagian dari tahapan karya setelah upacara Mekebat Daun dan sebelum puncak Ngenteg Linggih. Fungsinya adalah “menyambut” atau “mengundang” para Dewa-Dewi agar berstana di pelinggih yang baru selesai dibuat atau disucikan.

Upacara Nyenuk biasanya dilaksanakan pada saat panyineb (penutup) dari upacara Ngenteg Linggih atau upacara besar lainnya. Upacara ini juga dimaknai sebagai ungkapan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan upacara. Kelengkapan upacara Nyenuk biasanya berupa buah-buahan dan hasil bumi, sebagai simbol kemakmuran dan persembahan kepada para dewa.

Berita Terkait:  Labyrinth Art Gallery Hadirkan Pemeran Bertajuk Semburat Bali untuk Membaca Bali dari Realitas Hari Ini

Upacara ini juga dimaknai sebagai ungkapan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan upacara. Kelengkapan upacara Nyenuk biasanya berupa buah-buahan dan hasil bumi, sebagai simbol kemakmuran dan persembahan kepada para dewa.

Inti dari Upacara Nyenuk:
• Simbol kedatangan Dewata Nawa Sanga:
Umat Hindu percaya bahwa melalui upacara Nyenuk, para dewa turun dari kahyangan untuk menyaksikan dan memberkati upacara.

Berita Terkait:  Kadek Suardana dan Taksu dalam Sejarah Teater Bali Modern

• Ungkapan rasa syukur:
Upacara ini juga merupakan wujud rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan upacara yadnya.

• Penyempurna upacara besar:
Upacara Nyenuk melengkapi rangkaian upacara besar seperti Ngenteg Linggih, menandakan selesainya upacara tersebut.

• Persembahan hasil bumi:
Buah-buahan dan hasil bumi yang dipersembahkan melambangkan kemakmuran dan berkah yang diharapkan. (red)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI