Dipuput 7 Sulinggih, Ribuan Umat “Malukat Agung” di Pantai Mertasari

Screenshot_20250907_180534_InCollage - Collage Maker
Pangelukatan Agung Banyu Pinaruh dipuput 7 sulinggih dilaksanakan serentak di tiga lokasi termasuk Pantai Mertasari, Sanur, Minggu (7/9/2025). (barometerbali/red)

Barometer Bali | Denpasar – Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Korwil Bali bersama PSN Korda Denpasar dan Yayasan Dharma Pinandita (YDP) Cabang Bali menggelar Pangelukatan Agung Banyu Pinaruh yang dilaksanakan serentak di tiga lokasi, Minggu (7/9/2025).

Upacara yadnya yang digelar setiap enam bulan sekali ini bertepatan dengan Purnama Kapat, sehari setelah perayaan Saraswati. Banyu Pinaruh bermakna air pengetahuan (banyu = air, pinaruh = pengetahuan), sebagai simbol penyucian diri lahir dan batin, membersihkan kegelapan pikiran, serta mensyukuri ilmu pengetahuan yang telah diwariskan pada Hari Saraswati.

Berita Terkait:  Selipkan Kritik Lewat Pertunjukan Seni, Putri Koster Apresiasi Pentas Jaratkaru Dari Komunitas Wartawan Budaya Bali

Ketua PSN Korwil Bali, Jro Mangku I Wayan Dodi Arianta, menyebutkan sekitar 3.000 pemedek memadati Pantai Mertasari, Sanur.

“Antusiasme umat sangat tinggi. Namun banyak yang belum memahami bahwa Banyu Pinaruh bukan sekadar mandi di pantai, melainkan harus melalui prosesi dengan menerima tirtha dari sulinggih,” ungkapnya.

Selain di Pantai Mertasari Denpasar, kegiatan juga digelar di Pantai Beraban, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan, serta di Pantai Klanting, Kecamatan Kerambitan, Tabanan.

Kepala Dinas Pemajuan Masyarakat Adat (PMA) Provinsi Bali, IGAK Kartika Jaya Seputra, menegaskan bahwa ritual penyucian ini bukan hanya bagi umat manusia, tetapi juga untuk Ibu Pertiwi.

Berita Terkait:  Maison Aurelia Sanur Celebrates Balinese Art with “Entre Terre et Âme: Bali, Une Harmonie Silencieuse 2026”

“Semoga melalui Banyu Pinaruh kita semua memperoleh kerahayuan. Prosesi ini sudah berjalan dengan khidmat bersama para sulinggih,” harapnya.

Dalam prosesi tersebut, pemedek mengikuti tujuh jenis penglukatan, yaitu:

1. Penglukatan Gangga – dipuput Ida Rsi Bujangga Waisnawa Putra Sara Sri Satya Jyoti

2. Penglukatan Siwa Baruna – dipuput Ida Bhagawan Agra Sagening

Berita Terkait:  Megawati Soekarnoputri Hadiri Singgasana Seni Bung Karno di Sanur, UMKM Bali Raup Antusiasme Ribuan Pengunjung

3. Penglukatan Budha Gamana – dipuput IPM Wajradhara Dwijananda

4. Penglukatan Wisnu Panjara – dipuput Ida Pandita Mpu Nabe Dwidaksa Dharma Manik Kusuma

5. Penglukatan Siwa Gni – dipuput IPM Satya Ananda

6. Penglukatan Wana Gamana – dipuput IPM Sweta Darma Tanaya

7. Penglukatan Marga Gamana – dipuput IPM Acarya Paramadaksa Jayananda

Ritual suci ini dimulai sejak pukul 07.00 Wita, menandai rangkaian penyucian diri dan batin bagi ribuan umat Hindu yang hadir. (red)

 

 

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI