Donasi Sukarela dan Gotong Royong ASN pernah Dilakukan untuk Korban Erupsi Gunung Agung dan Covid-19, Koster Pastikan Transparan

IMG-20250922-WA0032
Foto: Gubernur Bali Wayan Koster. (barometerbali/rah)

Barometer Bali | Denpasar – Donasi sukarela dan gotong royong ASN Bali untuk kemanusian koban banjir Bali menjadi sorotan publik. Padahal sikap gotong royong ini sesuai dengan jatidiri masyarakat Indonesia. Semeton wajib tahu, bahwa donasi ini bukan baru pertama dijalankan ASN Pemprov Bali saat bencana banjir Bali. Melainkan telah dilakukan saat bencana erupsi Gunung Agung 2019 dan Covid-2020 lalu.

Gubernur Bali Wayan Koster menekankan publik tak perlu khawatir. Karena donasi sukarela dan gotong royong ini akan disalurkan transparan dan tepat sasaran.

Selain itu, Koster menegaskan tujuan utama donasi sukarela ini agar secepatnya membantu korban bencana. Karena jika menunggu dana belanja tak terduga (BTT) membutuhkan proses dan waktu lama. Jika terlambat penanganan bisa makin sulit para korban.

Berita Terkait:  Rawat Kebersamaan, Pemkab Jembrana Gelorakan Gotong Royong Dari Warga Hingga ASN

“Ya pasti transparansi, karena yang mengelola badan kepegawaian daerah. Pasti transparansi. Pola ini sudah diterapkan waktu erupsi Gunung Agung dan waktu Covid-19. Skema-nya sama. Karena namanya gotong royong ya nggak pakai surat SK segala macam,” kata Gubernur Koster Senin 22 September 2025.

Koster menjelaskan, donasi gotong royong ASN akan disalurkan oleh pemprov Bali secara transparan dan tepat sasaran. Untuk itu, diharapkan semua elemen masyarakat mendukung inisiatif gotong royong ASN Pemprov Bali.

“Harusnya didukung, karena pola gotong-royong itu adalah jati dirinya masyarakat Indonesia. Jadi itu harus didukung. Setiap kita menghadapi masalah ya mari melibatkan masyarakat untuk bergotong royong dengan sukarela membantu sesama,” katanya.

Berita Terkait:  Tingkatkan Etika dan Profesionalisme: Pelatihan Table Manner Digelar di Venue Hotel Quest Vibe Dewi Sri-Bali

Ditanya terkait peruntukan dana pungutan wisatawan asing (PWA) yang bisa dialokasikan membantu korban banjir, Koster menanggapinya dengan penjelasan detail. Menurut Gubernur Bali dua periode ini, peruntukan PWA untuk pelindungan alam dan budaya, peningkatan kualitas kepariwisataan, serta penanganan sampah. Dana ini sudah ada pos peruntukannya dan bukan untuk penanganan bencana.

“Peruntukan PWA itu sendiri udah ada, untuk desa adat (selain budaya dan lingkungan,red) . Nggak bisa dipakai untuk ini. Kita udah punya Belanja Tak Terduga (BTT) yang kita pakai untuk membantu ganti rugi para korban pedagang kemarin,” kata Koster.

Berita Terkait:  PDIP Jatim Sampaikan Duka Cita Mendalam Atas Wafatnya Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono

Dia menambahkan, tak semua semua korban bencana banjir bisa dicover oleh dana BTT dalam waktu cepat karena membutuhkan mekanisme panjang dan butuh waktu. Sehingga inisiatif donasi sukarela dan gotong royong merupakan langkah cepat yang bisa membantu para korban dan memulihkan situasi Bali dengan cepat.

“Kalau dengan cara begini kan lebih cepat, sekarang kita menghadapi bencana, sekarang juga kita bisa bantu korban,” katanya.

Dia mengatakan, jika menunggu lama, para korban bisa kesulitan menghadapi dan menjalani kehidupannya. Sehingga semua ini bertolak dari kepekaan kemanusiaan dan gotong royong demi meringankan beban sesama korban banjir. (rah)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI