Koster Paparkan Grand Design Akses Bandara Ngurah Rai, Water Taxi hingga Jalur Logistik Laut Disiapkan Atasi Kemacetan

Screenshot_20260615_190235_InCollage - Collage Maker
Gubernur Bali Wayan Koster memaparkan grand design penguatan akses transportasi dari dan menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dalam FGD di Kharisma Ballroom Kartika Plaza, Badung, Senin (15/6/2026). (barometerbali/rah)

Barometer Bali | Badung – Gubernur Bali Wayan Koster memaparkan grand design penguatan akses transportasi dari dan menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai yang terintegrasi dengan pembangunan infrastruktur darat dan laut di Bali. Konsep tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD) Penguatan Aksesibilitas Transportasi dari dan Menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai yang digelar di Kharisma Ballroom Kartika Plaza, Badung, Senin (15/6/2026).

Dalam paparannya, Koster menegaskan bahwa penanganan kemacetan di kawasan Badung, Denpasar, hingga Bandara Ngurah Rai tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus melalui perencanaan yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Menurutnya, penguatan akses menuju bandara merupakan bagian dari pembangunan infrastruktur Bali secara menyeluruh, baik melalui jalur darat maupun jalur laut.

“Ini sejalan dengan pembangunan infrastruktur Bali, baik darat maupun lautnya. Saya juga sudah berbicara dengan Pak Menteri Perhubungan untuk mengatasi kemacetan menuju Badung. Astungkara, akhir tahun sudah tender, 2027 mulai,” ungkap Koster.

Ia mengungkapkan, pemerintah pusat telah memberikan persetujuan terhadap pengembangan pelabuhan logistik yang diharapkan mampu mengurangi kepadatan kendaraan berat di jalur utama Bali Barat menuju Bali Selatan.

Berita Terkait:  Bupati Satria Dampingi Gubernur Bali Wayan Koster Sembahyang di Nusa Penida

“Pak Menhub juga sudah setuju pelabuhan logistik. Truk yang dari Ketapang dikurangi lewat Gilimanuk, nanti lewat laut saja,” tandasnya.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Bali juga merancang pengembangan jaringan pelabuhan di sejumlah titik strategis. Pelabuhan Celukan Bawang akan diperluas untuk melayani kapal pesiar, penumpang, dan logistik. Pengembangan berikutnya akan dilakukan di Sangsit, Amed, hingga Pesinggahan, Klungkung, sehingga distribusi arus barang dan penumpang tidak lagi terpusat menuju Denpasar dan Badung.

“Itulah rencana pengembangan akses dari dan menuju Ngurah Rai. Termasuk Badung yang juga akan membangun jalan lingkar selatan,” katanya.

Koster juga menyoroti kemacetan yang selama ini terjadi di wilayah Badung dan Denpasar. Menurutnya, persoalan tersebut merupakan rangkaian dari banyak titik kemacetan yang saling berkaitan sehingga membutuhkan pemetaan secara menyeluruh.

“Sekarang ini macet, tapi macetnya tidak bisa dilihat dari satu titik saja. Macetnya terkait dengan titik-titik lain di wilayah Badung dan Denpasar. Ini harus dipetakan betul, dari satu titik ke titik lainnya untuk pengaturan alur kendaraannya,” paparnya.

Berita Terkait:  Gubernur Koster dan Wagub Giri Prasta Resmi Buka Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026

Sebagai solusi alternatif, Koster mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Bali bersama Kementerian Perhubungan juga tengah membahas pengembangan layanan water taxi yang akan menghubungkan kawasan wisata dengan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

“Tahun ini tender. Diperkirakan selesai dalam setahun, 2027 mudah-mudahan selesai. Jadi nanti dari Nusa Dua, dari Canggu, ke Ngurah Rai dan kawasan lainnya akan ada titik-titik dermaga. Ini bagus dan sangat mengurangi kemacetan di darat,” jelasnya.

Tidak hanya akses menuju bandara, Koster juga menekankan pentingnya percepatan layanan di dalam kawasan bandara, mulai dari gardu masuk hingga sistem parkir agar seluruh alur perjalanan penumpang berlangsung lebih efisien.

“Begitu masuk ke area Ngurah Rai juga, di toll gate harus cepat. Begitu juga ke tempat parkirnya harus cepat. Kan ini sambung-menyambung,” katanya.

Berita Terkait:  Ascott Bali Dorong Inklusivitas Lewat Program “Speak Without Sound”

Gubernur Bali menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan FGD tersebut dan berharap seluruh rekomendasi yang dihasilkan tidak berhenti sebagai kajian, tetapi segera diwujudkan dalam bentuk pembangunan nyata.

“Mengenai akses ini saya sangat mendukung dan harus direncanakan serta dikerjakan. Jangan setelah disetujui lantas hanya menjadi dokumen,” tegasnya.

FGD tersebut dihadiri Direktur Strategi dan Pengembangan Teknologi InJourney Airports Ferry Kusnowo, perwakilan Dinas Perhubungan Provinsi Bali, Dinas Perhubungan Kabupaten Badung, Dinas Perhubungan Kota Denpasar, Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Bali, Dinas PUPR Perkim Provinsi Bali, Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai, Polresta Denpasar, PT Sarana Bali Dwipa Jaya, serta Ketua Tim Perumus dan Ahli Bidang Transportasi Prof. Ir. Putu Alit Sutanaya.

Melalui forum ini, diharapkan lahir rekomendasi strategis untuk mewujudkan sistem transportasi yang lebih terintegrasi, memperlancar akses menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, sekaligus mendukung Bali sebagai destinasi pariwisata kelas dunia dengan mobilitas yang aman, nyaman, dan bebas kemacetan. (rah)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI