Pemkot Denpasar Luncurkan Inovasi “Lagu Bunda”, Sistem Pengelolaan Data Kesehatan Ibu dan Bayi Secara Cepat dan Akurat

IMG-20251016-WA0009_O8js6kX13B
Foto: Para Kader Posyandu dan Kader Pembangunan Masyarakat, saat berfoto bersama usai mengikuti Sosialisasi terkait dengan penginputan data Ibu dan Bayi untuk inovasi Lagu Bunda beberapa waktu lalu. (barometerbali/win/rah)

Barometer Bali | Denpasar – Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Kesehatan, meluncurkan sebuah inovasi
Layanan Data Terintegrasi dan Terpadu Ibu Anak Denpasar (Lagu Bunda) melalui pengembangan aplikasi Sistem Informasi Ramah Ibu dan Anak (SIRIA) yang ditujukan untuk mengelola data kesehatan ibu dan bayi secara cepat dan akurat, sehingga diharapkan dapat menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Kota Denpasar.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, yang juga penggagas dari inovasi ini, dr. Anak Agung Ayu Candrawati, M.Kes saat dihubungi di kantornya, Kamis (16/10).

Berita Terkait:  Perkuat Kualitas Produk Hukum Daerah, Pemkot Denpasar Harmonisasikan Perwali Bersama Kanwil Kemenkum Bali

Selebihnya, dr. Agung Candrawati juga menerangkan secara detail, inovasi ini secara garis besar mendukung kebijakan Reformasi Birokrasi (RB) Tematik yang didalamnya terdapat hal yang difokuskan, yakni meliputi peningkatan kualitas dan akses layanan kesehatan.

Beberapa hal di dalam peningkatan kualitas layanan kesehatan meliputi  penyediaan layanan kesehatan berbasis masyarakat dengan dukungan plat form digital. Selain itu ada  juga penguatan pengambilan keputusan yang berbasis data untuk peningkatan mutu layanan kesehatan itu sendiri.

“Inovasi ini merupakan wujud nyata komitmen daerah dalam memperkuat sistem informasi kesehatan yang terintegrasi, modern, dan ramah ibu serta anak. Melalui data yang terintegrasi, kita dapat memperkuat deteksi dini, mempercepat penanganan, dan memastikan setiap ibu dan anak mendapatkan layanan kesehatan dengan baik,” jelasnya.

Berita Terkait:  Pemkot Denpasar Gelar Aksi Serentak Bersih-bersih Pantai Sanur

Lebih dari itu, dr. Agung Candrawati juga menyampaikan, adapun secara teknis, sistem pengelolaan data digital ini berupa penerapan proses bisnis digital, yang menggunakan data terintegrasi dan terpadu berbasis domisili.

“Inovasi ini diharapkan mampu memastikan setiap ibu dan bayi terpantau secara real time. Keberhasilan implementasi Lagu Bunda, tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh komitmen, kolaborasi, dan partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, hingga masyarakat,” kata dr. Agung Candrawati lagi.

Berita Terkait:  Koster Minta Airbnb Keluarkan Usaha dan Jasa Pariwisata di Bali yang Tak Berizin dan Tak Bayar Pajak

Dengan sinergi yang kuat, lanjut dr. Agung Candrawati, Kota Denpasar dapat diharapkan dapat menjadi contoh daerah yang berhasil menekan angka kematian ibu dan bayi melalui pendekatan berbasis data dan inovasi layanan publik.

“Semoga ikhtiar ini membawa manfaat nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat, serta menjadi kontribusi berharga menuju tercapainya visi Indonesia Emas 2045,” tutupnya. (win/rah)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI