Bandesa Adat se-Denpasar Sepakat, Desa Adat Ikut Berkontribusi Olah Sampah di Sumber

IMG-20251221-WA0017_WJvVkY3G7V
Foto: Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat menghadiri Paruman Rutin Bendesa Adat se-Kota Denpasar di Wantilan Pura Dalem lan Kahyangan Desa Adat Sesetan, Minggu (21/12). (barometerbali/ags/rah)

Barometer Bali | Denpasar – Dukungan pemangku kepentingan dalam optimalisasi pengolahan sampah berbasis sumber di Kota Denpasar terus mengalir. Kali ini, Bendesa Adat se-Kota Denpasar menyatakan kesepakatan untuk ikut berkontribusi dalam mendukung penanganan sampah. Hal tersebut diungkapkan Ketua Parum Bandesa se-Kota Denpasar, AA Ketut Wirya saat Paruman Rutin Bendesa Adat se-Kota Denpasar di Wantilan Pura Dalem lan Kahyangan Desa Adat Sesetan, Minggu (21/12).

Lebih lanjut dijelaskan, permasalahan sampah merupakan masalah bersama. Sehingga peran desa adat sangatlah penting, utamanya dalam memberikan sosialisasi, hingga menggugah peran serta masyarakat dalam penanganan sampah.

Berita Terkait:  Pemkot Denpasar Percepat Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber di Denbar dan Densel

Agung Wirya menjelaskan, Desa Adat sebagai benteng budaya Bali, dalam kesehariannya senantiasa berkaitan dengan aktivitas adat dan keagamaan. Hal tersebut juga menghasilkan sampah, meski sampah yang dihasilkan masih didominasi golongan organik. Hal inilah yang akan dioptimalkan dalam pengolahan sampah upakara berbasis sumber.

“Kita ketahui bahwa sampah ini merupakan masalah bersama, yang juga kita hasilkan bersama, jadi untuk optimalisasi penanganan oleh pemerintah, kami di desa adat siap berkontribusi, terutama dalam pengolahan sampah organik berbasis sumber, seperti halnya sisa canang, upakara dan banten-banten,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Bandesa Adat Yangbatu, I Nyoman Supatra, pihaknya mengatakan bahwa desa adat berkomitmen untuk ikut andil dalam penanganan sampah, terutama yang dihasilkan oleh desa adat dan aktivitas adat, agama dan budaya. Hal ini ditunjukkan dengan masifnya pembangunan teba moderen di pura kahyangan tiga, pura-pura sungsungan desa adat, dan telajakan desa adat.

Berita Terkait:  Walikota Jaya Negara dan Wawali Arya Wibawa Ucapkan Selamat Hari Suci Nyepi Caka 1948 dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah

“Semoga ini bisa mengurangi volume sampah yang harus ditangani pemerintah, sehingga penanganan sampah bisa lebih produktif dan cepat,” tambahnya.

Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa mengucapkan terima kasih atas dukungan dari Bandesa Adat se-Kota Denpasar. Tentunya hal ini menjadi semangat untuk terus bekerja bersama dalam penanganan persampahan.

“Pemerintah tidak diam, segala inovasi dan strategis terus digalakkan, dan saat ini masih terus bahu membahu mengoptimalisasi pengolahan dari hulu, tengah dan hilir agar bisa optimal menangani sampah,” jelas Arya Wibawa.

Berita Terkait:  BPS 2025: Bali Unggul dari Jawa Barat di Ekonomi, Kesejahteraan, dan Kualitas SDM

Tampak hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Sabha Upadesa Kota Denpasar, I Wayan Butuantara, Kadis Kebudayaan, Raka Purwantara, Plt. Kepala Inspektorat Kota Denpasar, Putu Wisnu Wijaya Kusuma, Parum Bandega, Parum Pakaseh dan Forum Perbekel/Lurah se-Kota Denpasar. Dalam kesempatan tersebut turut diserahkan secara simbolis bantuan kendaraan operasional bagi Bandesa Adat dan 4 Pilar Sabha Upadesa. (ags/rah)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI