Barometer Bali | Denpasar – Kampus IT, bisnis, dan desain terkemuka di Bali dan Nusa Tenggara, Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI), kembali menegaskan komitmennya dalam pelestarian budaya Bali melalui inovasi berbasis teknologi. Komitmen tersebut diwujudkan lewat partisipasi aktif INSTIKI dalam Bulan Bahasa Bali VIII Tahun 2026.
Bulan Bahasa Bali VIII Tahun 2026 digelar Pemerintah Provinsi Bali selama satu bulan penuh, mulai 1 hingga 28 Februari 2026, bertempat di Taman Budaya Bali (Art Center). Agenda tahunan ini menjadi ruang strategis untuk menjaga, mengembangkan, serta memuliakan bahasa, aksara, dan sastra Bali agar tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman.
Ketua Panitia Bulan Bahasa Bali VIII Tahun 2026 – INSTIKI, I Gede Totok Suryawan, S.Kom., MT, mengatakan kehadiran INSTIKI dalam pameran tahun ini menghadirkan berbagai karya inovatif hasil pengembangan dosen dan mahasiswa.
“INSTIKI kembali hadir dengan membawa karya-karya yang memadukan teknologi digital dengan pelestarian bahasa, aksara, dan sastra Bali. Ini adalah bentuk kontribusi nyata kami dalam menjaga budaya Bali agar tetap lestari di era digital,” ujarnya.
Salah satu inovasi unggulan yang ditampilkan adalah Sistem Pengenalan Ucapan Bahasa Bali Dialek Badung berbasis Deep Learning. Teknologi ini memungkinkan proses transkripsi bahasa Bali lisan ke bentuk teks secara otomatis, sehingga dapat menjadi solusi modern dalam dokumentasi dan pelestarian bahasa Bali.
“Inovasi ini kami kembangkan untuk membantu pelestarian bahasa Bali, khususnya dialek Badung, agar terdokumentasi dengan baik dan dapat diwariskan ke generasi berikutnya,” jelas Totok.
Selain itu, INSTIKI juga memamerkan Sistem Transkripsi Bahasa Bali serta Transliterasi Teks Latin ke Aksara Bali yang dirancang untuk memudahkan masyarakat, terutama generasi muda, dalam mempelajari dan menggunakan bahasa serta aksara Bali melalui media digital.
Daya tarik lain datang dari Lontar Prasi Bali berbasis Augmented Reality (AR) yang menyajikan cerita tradisional Bali dalam bentuk karakter 3D interaktif. Tak kalah menarik, platform Nusa Heritage ID turut dipamerkan sebagai benteng digital dokumentasi warisan budaya Bali dan Nusantara. Karya ini sebelumnya meraih Juara 1 Kategori Profesional Budaya Go 2025, mengungguli ratusan inovator dari seluruh Indonesia.
Pengunjung juga diajak mencoba Metemu, sebuah platform jodoh berbasis kalender dan nilai tradisi Bali yang dirancang untuk membantu menilai kesesuaian pasangan. Inovasi ini sukses menarik perhatian pengunjung karena menggabungkan kearifan lokal dengan teknologi modern secara unik.
Rektor INSTIKI, Dr. I Dewa Made Krishna Muku, ST, MT, menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya terhadap capaian dosen dan mahasiswa.
“Saya sangat bangga melihat bagaimana dosen dan mahasiswa mampu menerjemahkan visi INSTIKI ke dalam karya nyata, khususnya dalam mendukung pariwisata dan budaya Bali melalui teknologi,” ungkapnya.
Ia menambahkan, karya-karya tersebut sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Bali, Nangun Sat Kerthi Loka Bali.
“Karya mahasiswa dan dosen INSTIKI sangat selaras dengan visi pemerintah daerah, terutama dalam upaya memperkuat dan melestarikan budaya Bali,” tegasnya.
Melalui partisipasi dalam Bulan Bahasa Bali VIII Tahun 2026, INSTIKI berharap inovasi yang ditampilkan tidak hanya menjadi ajang unjuk karya, tetapi juga ruang edukasi dan kolaborasi yang mampu mendorong generasi muda untuk semakin mencintai serta menjaga warisan budaya Bali agar tetap lestari dan relevan di tengah perkembangan zaman. (red)











