Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu, Ibu Putri Koster Dorong Budaya Gotong Royong di Bali

IMG-20260202-WA0100
Ni Putu Putri Suastini Koster saat melakukan kunjungan mendadak ke Desa Temukus, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Minggu (1/2/2026) (barometerbali/istimewa)

Barometer Bali | Denpasar– Ketua TP PKK Provinsi Bali sekaligus Ketua TP Posyandu Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, mengajak seluruh masyarakat Bali untuk secara rutin menjaga kebersihan lingkungan melalui Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu. Gerakan ini dilaksanakan setiap minggu pertama di setiap bulan dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat di seluruh Bali.

Ajakan tersebut disampaikan Ibu Putri Koster saat melakukan kunjungan mendadak ke Desa Temukus, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Minggu (1/2/2026). Ia menekankan pentingnya kepedulian bersama terhadap kebersihan lingkungan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.

Berita Terkait:  Lima Orang Warga Binaan Lapas Kerobokan Raih Gelar Teologi

“Tujuan gerakan ini tidak lain adalah untuk membersihkan lingkungan kita. Cukup sehari saja dalam satu bulan untuk membersihkan rumah, halaman, serta saluran air dari rerumputan dan sampah. Lingkungan harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.

Ibu Putri Koster menjelaskan bahwa Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu diharapkan mampu membangkitkan kembali tradisi dan kearifan lokal masyarakat Bali dalam bergotong royong. Gerakan ini juga menjadi wujud penerapan nilai Tri Hita Karana, khususnya Palemahan, yang mengajarkan pentingnya menjaga hubungan harmonis antara manusia dan lingkungan.

Berita Terkait:  Gubernur Koster Lantik Enam Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemprov Bali

Ia pun mengimbau masyarakat untuk kembali memanfaatkan kulkul atau kentongan bambu sebagai sarana komunikasi tradisional. Kulkul dibunyikan 15 menit sebelum pukul 06.00 WITA sebagai tanda dimulainya kegiatan bersih-bersih lingkungan.

Lebih lanjut dijelaskan, pola bunyi kulkul dalam Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu cukup sederhana, yakni dua ketukan awal yang diikuti tiga ketukan selanjutnya dan diulang sebanyak tiga kali sebagai ajakan berkumpul. Setelah masyarakat berkumpul, kulkul dibunyikan dua kali kembali sebagai penanda dimulainya kegiatan gotong royong.

Berita Terkait:  Gubernur Koster Tekankan Percepatan Kinerja Usai Lantik Enam Pimpinan Tinggi Pratama Di Lingkungan Pemprov

Gerakan ini bertujuan menumbuhkan kembali kesadaran dan semangat gotong royong masyarakat Bali dalam menjaga kebersihan lingkungan, sekaligus menghidupkan kembali fungsi kulkul sebagai simbol solidaritas sosial dan identitas budaya masyarakat Bali.

Pelaksanaan Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu meliputi kegiatan bersih-bersih lingkungan yang dimulai dari halaman rumah, telajakan, hingga fasilitas umum. Kegiatan ini dilaksanakan setiap minggu pertama setiap bulan pada pukul 06.00 hingga 08.00 WITA di seluruh desa dan kelurahan se-Bali.***

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI