Barometerbali | Denpasar – Di tengah pesatnya pertumbuhan industri kopi modern dan menjamurnya coffee shop di Bali, ruang bagi barista muda lokal untuk berkembang dinilai masih perlu mendapat perhatian lebih. Tidak sedikit generasi muda Bali yang memiliki kemampuan di bidang kopi, namun belum memiliki wadah kompetisi dan pengembangan yang berkelanjutan.
Berangkat dari kondisi tersebut, DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali menggelar Audisi Lomba Barista Kopi Bali dalam rangka Bulan Bung Karno Tahun 2026 di Aula Kantor DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, pada 20–21 Mei 2026.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga ruang untuk mengangkat potensi anak muda Bali sekaligus memperkuat eksistensi kopi lokal di tengah persaingan industri kopi yang semakin kompetitif.
Sebanyak 60 peserta dari seluruh kabupaten/kota di Bali turut ambil bagian dalam audisi tersebut. Para peserta bersaing menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam teknik penyajian kopi, kreativitas, hingga kemampuan membangun karakter rasa kopi Bali.
Koordinator Lomba Barista Kopi Bali, I Putu Chandra Riantama mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap generasi muda agar mampu melihat kopi bukan hanya sebagai tren, tetapi juga peluang ekonomi kreatif yang menjanjikan.
“Bali memiliki kopi lokal yang berkualitas dan generasi muda yang kreatif. Tantangannya sekarang adalah bagaimana membuka ruang agar talenta-talenta muda ini bisa berkembang dan kopi lokal Bali tetap menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri,” ujarnya.
Ia menilai semangat Bulan Bung Karno harus diterjemahkan dalam bentuk keberpihakan terhadap ekonomi rakyat, termasuk mendukung petani kopi, UMKM, hingga anak-anak muda yang bergerak di industri kreatif kopi.
Audisi diikuti peserta dari Kota Denpasar, Kabupaten Klungkung, Karangasem, Buleleng, Badung, Tabanan, Gianyar, Bangli, hingga Jembrana. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa industri kopi kini menjadi salah satu ruang kreatif yang diminati generasi muda Bali.
Dari hasil audisi tingkat kabupaten/kota tersebut, masing-masing juara I dan II nantinya akan melaju ke babak final untuk kembali berkompetisi mewakili daerahnya masing-masing.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir semakin banyak barista muda Bali yang mampu bersaing, mengangkat kualitas kopi lokal, serta memperkuat ekosistem kopi Bali dari hulu hingga hilir. (red)










