Barometer Bali | Jakarta – Menjelang akhir tahun 2025, Bali sempat diterpa berbagai isu negatif mulai dari persoalan sampah, kemacetan, hingga kampanye miring yang dihembuskan sejumlah pihak, termasuk kompetitor destinasi wisata dunia. Namun demikian, astungkara, pariwisata Bali tetap menunjukkan ketangguhan dengan capaian yang justru mencetak rekor baru.
Data kunjungan mencatat, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai 7.050.000 orang. Angka ini meningkat sekitar 750.000 wisman dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebanyak 6.300.000 orang. Capaian tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Bali pada periode sebelum tahun 2025.
Tak hanya dari sisi kuantitas kunjungan, Bali juga kembali menegaskan posisinya di mata dunia. Pulau Dewata dinobatkan sebagai destinasi wisata terbaik nomor satu dunia versi Tripadvisor. Pengakuan ini memperkuat citra Bali sebagai tujuan wisata kelas dunia yang tetap diminati wisatawan global.
Meski demikian, Pemerintah Provinsi Bali menegaskan tidak menutup mata terhadap persoalan sampah yang masih menjadi tantangan serius. Status Bali sebagai destinasi terbaik dunia justru menjadi pengingat bahwa persoalan lingkungan harus segera dan tuntas diselesaikan.
Untuk itu, Pemprov Bali bersama pemerintah kabupaten/kota se-Bali terus mempercepat berbagai langkah penanganan. Upaya tersebut meliputi pengelolaan sampah berbasis sumber, pembangunan teba modern, pengadaan komposter, pembangunan TPS3R, hingga TPST di berbagai wilayah.
Selain itu, Bali juga tengah memproses pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) melalui skema Danantara. Peletakan batu pertama direncanakan pada Maret 2026, dengan masa pengerjaan sekitar 8–12 bulan dan ditargetkan rampung pada 2027. Fasilitas ini diproyeksikan mampu mengolah minimal 1.000 ton sampah per hari, khususnya dari wilayah Denpasar dan Badung.
“Jika PSEL mulai beroperasi, maka persoalan sampah di Bali diyakini dapat tertangani secara tuntas pada akhir 2027 atau awal 2028,” demikian penegasan Gubernur Bali, Wayan Koster dalam keterangan persnya, Senin (2/2/2026).
Peringatan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto terkait persoalan sampah di Bali juga dimaknai secara positif. Hal tersebut dinilai sebagai wujud komitmen dan kecintaan Presiden terhadap Bali, sekaligus dorongan agar seluruh jajaran pemerintah daerah dan pemangku kepentingan bergerak lebih cepat dan bekerja ekstra keras.
“Atas kepedulian Bapak Presiden, kami sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih atas perhatian, semangat, serta motivasi yang diberikan, baik kepada saya sebagai gubernur maupun kepada seluruh pihak yang terlibat,” ungkap Wayan Koster.
Dengan sinergi pemerintah pusat, daerah, dan seluruh elemen masyarakat, Bali optimistis mampu menjaga reputasinya sebagai destinasi wisata terbaik dunia yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. (red)











