Barometer Bali | Jembrana – Cuaca buruk berupa hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Rabu (4/2/26) sore. Peristiwa tersebut mengakibatkan pohon tumbang di sekitar pintu keluar Pelabuhan Gilimanuk dan menimbulkan sejumlah kerusakan.
Lurah Gilimanuk, Ida Bagus Tony Wirahadikusuma saat dikonfirmasi bebenarkan kejadian tersebut. Menurutnya hujan deras dan angin kencang terjadi sekitar pukul 16.10 Wita. Cuaca ekstrem tersebut mengakibatkan sejumlah pohon tumbang terutama yang berada di kawasan teluk Gilimanuk atau water bee.
Selain menyebabkan kerusakan fasilitas umum, cuaca ekstrem juga berdampak pada aktivitas penyeberangan lintas Gilimanuk–Ketapang yang sempat diberlakukan buka tutup pada pukul 16.20 hingga 16.45 Wita.
“Pohon tumbang jenis santan menimpa bangunan pangkalan ojek di area pelabuhan sehingga mengakibatkan 20 unit sepeda motor tertimpa. Dari pendataan awal, 13 unit mengalami kerusakan ringan. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini,” jelasnya.
Selain pangkalan ojek, kerusakan juga terjadi pada tenda Pos Pemeriksaan Masuk Bali Pelabuhan Gilimanuk, kanopi Pos Dit Pol Air Polda Bali di areal Teluk Gilimanuk, serta rumah payung dan stand kaki lima di kawasan Teluk Gilimanuk Water Bee akibat tertimpa pohon waru.
“Kami masih melakukan pendataan terkait kerusakan akibat angin kencang tersebut. Hingga malam ini data sementara terjadi kerusakan disekitar teluk Gilimanuk, kami sudah kordinasikan dengan pihak terkait termasuk BPBD Jembrana, dan sudah dilakukan penanganan,”beber Lurah Gus Tony
Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jembrana, I Putu Agus Artana Putra mengungkapkan pihaknya telah mengerahkan Tim Reaksi Cepat BPBD guna menangani musibah tersebut. BPBD Jembrana bersama unsur gabungan dari Polsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk, Brimob, TNI, dan Kelurahan Gilimanuk segera melakukan kaji cepat dan penanganan di lokasi.
“Penanganan berupa evakuasi dan pemotongan pohon tumbang serta pembersihan material sudah dilakukan. Kondisi lokasi kini sudah aman dan dapat dilalui kembali,” ungkapnya.
BPBD Jembrana mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah pesisir dan pelabuhan, untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi sewaktu-waktu. (dika/rah)











