Usung Tema Tat Twam Asi, Diah Safira Prananda: Singgasana Seni Bung Karno, Penghormatan Semua Makhluk Hidup

Screenshot_20260301_092833_InCollage - Collage Maker
Mengusung tema Tat Twam Asi, Diah Safira Prananda menegaskan Singgasana Seni Bung Karno, sebagai bentuk penghormatan semua makhluk hidup digelar di Bali Beach Convention Center, Sanur, Sabtu (28/2/2026). (barometerbali/red)

Barometer Bali | Denpasar – Pagelaran Singgasana Seni Bung Karno di Bali sukses digelar pada Sabtu 28 Februari 2026 di Bali Beach Convention Sanur. Jiwa artistik Sang Bapak Proklamator Indonesia ditampilkan sebagai memotivasi generasi muda di Bali mengusung tema “Tat Twam Asi” (kamu adalah saya, saya adalah kamu) yang maknanya mengasihi semua mahluk hidup di alam semesta ini.

Mahagaya Pagelaran Persona ( MPP) selaku penggagas acara sukses menghadirkan sebuah mahakarya kolaborasi seni, budaya, dan penguatan ekonomi kerakyatan di Bali.
Fashion show, pertunjukan musik, pameran IKM produk lokal Bali hingga bazar kuliner UMKM menjadi magnet yang menarik kehadiran ribuan pengunjung.

Berita Terkait:  Koster Tegaskan Seni sebagai Jiwa Peradaban dalam Singgasana Seni Bung Karno

Di balik kegiatan ini ternyata terkandung makna yang luar biasa untuk diresapi seluruh generasi muda. Diah Safira Prananda selaku ketua panitia Singgasana Seni Bung Karno mengungkapkan tema yang diusung yakni sebuah filosofi hidup Tat Twam Asi yang berarti penghormatan kepada semua makhluk hidup.

“Singgasana Seni Bung Karno hari ini temanya kita ambil dari perkataan Tat Twam Asi, itu artinya penghormatan kepada makhluk hidup. Makanya koleksi-koleksi yang kita kasih lihat hari ini itu banyak temanya ke flora dan fauna,” jelas Safira.

Menurut putri Muhammad Prananda dan Nancy Prananda ini, tema itu terlihat dalam penampilan busana yang dipakai seperti baju dengan motif kupu-kupu, serta beberapa koleksi baju yang bergambar burung dan motif bunga-bunga.

Berita Terkait:  Pecah!! 10 Tahun Vakum, Dentuman Jegog Suar Agung Kembali Guncang Jepang

“Selain itu karena acara kali ini di Bali, kami bikin desainnya koleksi dan rambut  juga mengikuti gaya rambut perempuan Bali modern,” katanya.

Sehingga terlihat peserta fashion show bergaya rambut kepang dan panjang saat tampil di panggung atau catwalk event.

“Fashion show juga kami masukin gerakan tarian Bali.  Untuk memeriahkan karena di Bali jadi kita juga masukin unsur-unsur lokal Bali-nya,” jelasnya.

Pagelaran Singgasana Seni Bung Karno perdana digelar di Bali. Selanjutnya acara serupa akan digelar beberapa kota besar di tanah air. Acara ini digagas langsung MPP sesuai arahan Mas Prananda Prabowo, Dana dan Henky.

Berita Terkait:  Tiga Dermawan Gelar Upacara Pamahayu Jagat Segara Kertih di Pura Beji Segara Rupek

Sebanyak 22 IKM kuliner termasuk disabilitas dan 72 UMKM perajin di bawah binaan Ibu Putri Suastini Koster tampil di ajang ini. Panitia menargetkan perputaran ekonomi sebesar Rp 2,5 miliar pada event kali ini.

Presiden RI Kelima, Megawati Soekarnoputri turut hadir menyaksikan pentas seni budaya Bali. Hadir mendampingi beliau, Gubernur Bali Wayan Koster, Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, kepala daerah se Bali dan ribuan pengunjung. (rah)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI