Sinergi BI Bali dan Media Perkuat Optimisme Ekonomi Jelang Nyepi dan Idulfitri

Screenshot_20260307_195443_WhatsAppBusiness
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bali menggelar kegiatan “Bincang dengan Media” yang dihadiri puluhan insan pers di Kantor BI Bali, Kamis (5/3/2026). (barometerbali/red)

Barometer Bali | Denpasar – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bali menggelar kegiatan “Bincang dengan Media” yang dihadiri puluhan insan pers di Kantor BI Bali, Kamis (5/3/2026).

Forum yang dipimpin Kepala Perwakilan BI Bali, Erwin Soeriadimadja, ini menjadi ajang penyampaian perkembangan ekonomi Bali sekaligus strategi menjaga stabilitas harga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Nyepi dan Idulfitri 2026.

Sebanyak 54 perwakilan media massa hadir dalam kegiatan tersebut. BI Bali menilai peran media sangat penting sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi ekonomi yang akurat dan terpercaya kepada masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi peran media yang selama ini turut membantu membangun optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi Bali,” ungkap Erwin.

Ia menjelaskan, di tengah dinamika geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global, Bank Indonesia terus memperkuat bauran kebijakan guna menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Salah satu kebijakan utama dilakukan melalui penetapan BI Rate serta kebijakan makroprudensial yang tetap akomodatif untuk mendukung pembiayaan sektor riil dan menjaga stabilitas sistem keuangan.

Berita Terkait:  Bapenda Denpasar Layani Pembayaran PBB-P2 di DTIK Fest, Berharap ASN Jadi Contoh Baik Taat Pajak

Menurut Erwin, kebijakan tersebut mulai menunjukkan hasil positif. Hal ini tercermin dari penurunan suku bunga kredit di Bali yang turun dari 9,67 persen pada Januari 2025 menjadi 9,36 persen pada Januari 2026. Di sisi lain, penyaluran kredit juga menunjukkan pertumbuhan yang cukup tinggi yakni 7,28 persen (year on year) pada Januari 2026.

“Pertumbuhan kredit yang tetap kuat diharapkan mampu memperkuat pembiayaan sektor riil serta mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi Bali,” jelasnya.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan BI Bali Ronald D. Parluhutan menyampaikan bahwa perekonomian Bali menunjukkan ketahanan yang cukup kuat sepanjang 2025. Bali mencatat pertumbuhan ekonomi 5,86 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang sebesar 5,39 persen.

Berita Terkait:  Antrean Pembelian Emas Mengular, Pegadaian Pastikan Stok Aman dan Dijamin 1:1

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh kinerja sektor-sektor yang berkaitan langsung dengan pariwisata, seperti akomodasi dan makan minum, perdagangan, serta transportasi dan pergudangan, disertai kuatnya konsumsi rumah tangga dan investasi.

Dari sisi stabilitas harga, inflasi Bali pada Februari 2026 tercatat 0,70 persen (mtm) atau 3,89 persen (yoy). Kenaikan inflasi bulanan dipicu meningkatnya permintaan menjelang HBKN Nyepi dan Idulfitri.
Ronald menjelaskan, kenaikan inflasi tahunan juga dipengaruhi faktor base effect dari kebijakan diskon tarif listrik pada tahun 2025 sehingga bersifat sementara.

Untuk menjaga stabilitas harga menjelang hari besar keagamaan tersebut, BI bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya menyiapkan sejumlah langkah pengendalian inflasi. Strategi yang dilakukan antara lain operasi pasar murah berbasis prinsip 3T (Tepat Waktu, Tepat Lokasi, Tepat Sasaran), penguatan kerja sama antar daerah, serta komunikasi publik guna menjaga ekspektasi inflasi masyarakat.

Berita Terkait:  Dorong Efisiensi UMKM Kuliner, PLN Kenalkan Kompor Induksi melalui Kompetisi Memasak di Rumah BUMN Denpasar

Selain menjaga stabilitas ekonomi, BI Bali juga terus mendorong percepatan transformasi ekonomi digital di daerah. Advisor BI Bali Indra Gunawan Sutarto memaparkan bahwa transaksi nontunai di Bali menunjukkan tren yang semakin positif.

Ia menyebutkan, proporsi penerimaan pajak dan retribusi daerah melalui kanal digital pada 2025 telah mencapai 46,82 persen. Capaian ini merupakan hasil sinergi BI Bali dengan pemerintah daerah, perbankan, dan berbagai pemangku kepentingan melalui berbagai program digitalisasi.

Beberapa program tersebut di antaranya Pasar Rakyat Bali Go Digital, Banjar Digital, serta Nusa Lembongan Digital Island.
Dalam upaya memperluas penggunaan QRIS, BI Bali juga menggelar program “QRIS Takjil War Ramadan 2026” yang dilaksanakan di kawasan Kampung Jawa dan Kampung Sunda, Denpasar. Program ini diharapkan semakin mendorong masyarakat memanfaatkan sistem pembayaran digital dalam aktivitas ekonomi sehari-hari. (red)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI