Koster: Infrastruktur Kunci Jaga Bali sebagai Destinasi Pariwisata Kelas Dunia

Screenshot_20260308_001102_WhatsAppBusiness
Direktur Pembangunan Jalan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Asep Syarif Hidayat (kiri) bersama Gubernur Bali Wayan Koster (barometerbali/red)

Barometer Bali | Buleleng – Gubernur Bali Wayan Koster menilai pembangunan infrastruktur menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan Bali sebagai destinasi pariwisata kelas dunia.

Hal tersebut disampaikannya saat memulai pembangunan lanjutan Jalan Shortcut Singaraja–Mengwitani Titik 9 dan 10 melalui Upacara Adat Ngeruak dan ground breaking di Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Rabu (7/1/2026).

Menurut Koster, keberadaan infrastruktur yang memadai sangat menentukan daya saing Bali di tengah meningkatnya kunjungan wisatawan ke Pulau Dewata.

“Sektor pariwisata memberi manfaat luar biasa bagi Bali. Karena itu pembangunan infrastruktur harus terus diperkuat agar Bali tetap menjadi destinasi pariwisata kelas dunia,” ujar Koster.

Ia mengungkapkan sektor pariwisata saat ini memberikan kontribusi sekitar 66 persen terhadap perekonomian Bali, sehingga keberlanjutan sektor tersebut harus didukung oleh konektivitas dan sistem transportasi yang memadai.

Berita Terkait:  Sampah adalah Cermin Kita, Bukan Sekadar Tanggung Jawab Gubernur

Koster menyebutkan hingga 31 Desember 2025, jumlah kunjungan wisatawan ke Bali mencapai 7,05 juta orang, tertinggi sepanjang sejarah dan melampaui angka sebelum pandemi Covid-19 yang berada di kisaran 6,2 juta wisatawan.

“Kalau ada yang bilang Bali sepi, itu keliru. Bali justru mengalami lonjakan wisatawan yang sangat signifikan,” tegasnya.

Menurutnya, tingginya aktivitas pariwisata juga membawa tantangan baru, terutama kemacetan lalu lintas dan persoalan sampah. Dua persoalan ini, kata Koster, tidak bisa diselesaikan tanpa dukungan pembangunan infrastruktur yang memadai.

“Masalah macet ini tidak bisa diselesaikan dengan ceramah. Ini soal infrastruktur jalan dan moda transportasi,” katanya.

Berita Terkait:  Antusiasme Ribuan Mahasiswa dan BEM Unud Dialog Kritis dan Substansial dengan Gubernur Koster

Karena itu, dalam lima tahun ke depan Pemerintah Provinsi Bali akan fokus pada pembangunan infrastruktur yang menghubungkan Bali Utara, Selatan, Timur, Barat hingga Bali Tengah sebagai upaya memperkuat konektivitas sekaligus mendukung pemerataan pembangunan.

Salah satu proyek strategis yang kini mulai dikerjakan adalah Shortcut Singaraja–Mengwitani Titik 9 dan 10. Pembangunan ini merupakan bagian dari program besar peningkatan konektivitas Bali Utara dan Bali Selatan yang digarap bersama Pemerintah Pusat.

Direktur Pembangunan Jalan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Asep Syarif Hidayat menjelaskan penanganan Titik 9 dan 10 memiliki total panjang pekerjaan sekitar 3,90 kilometer, terdiri dari jalan sepanjang 2,95 kilometer dan jembatan sepanjang 942 meter.

Untuk Paket 1, proyek ini memiliki nilai kontrak sekitar Rp290,84 miliar dengan masa pelaksanaan 750 hari kalender. Sementara Paket 2 memiliki nilai kontrak sekitar Rp187 miliar.

Berita Terkait:  Aksi Bersih Sampah Laut, Menteri LH dan Bupati Badung Perkuat Gerakan Indonesia ASRI

Selain memperlancar konektivitas wilayah, pembangunan shortcut ini juga bertujuan meningkatkan keselamatan pengguna jalan. Jalur eksisting Singaraja–Mengwitani saat ini memiliki kelandaian hingga 27 persen dan tercatat sekitar 140 kecelakaan per tahun dengan 16 korban meninggal dunia.

Melalui pembangunan shortcut dengan perbaikan geometrik jalan, tingkat kelandaian akan diturunkan hingga maksimal 10 persen, jumlah tikungan berkurang, serta waktu tempuh dapat dipangkas dari 21,22 menit menjadi sekitar 8,61 menit.

Dengan pembangunan infrastruktur tersebut, Koster berharap konektivitas antarwilayah di Bali semakin baik sekaligus memperkuat posisi Bali sebagai destinasi pariwisata unggulan dunia. (red)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI