Lapas Kerobokan Tinjau Kesiapan Warga Binaan Jelang WCPP 2026

IMG-20260310-WA0018
Persiapan warga binaan Lapas Kerobokan menjelang WCPP 2026, pada Senin (9/3/2026)(Barometerbali/istimewa)

Barometer Bali | Denpasar – Dinamika pembinaan di lembaga pemasyarakatan terus berkembang dengan pendekatan yang lebih progresif melalui penguatan kreativitas dan kemandirian warga binaan. Langkah ini sejalan dengan implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) Tahun 2026 yang menitikberatkan pada optimalisasi potensi manusia meskipun berada dalam keterbatasan ruang gerak.

 

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kerobokan bersama Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan membangun sinergi untuk menciptakan ekosistem pembinaan yang lebih inklusif bagi seluruh warga binaan.

Berita Terkait:  Gubernur Koster Tekankan Ekonomi Kerthi Bali Harus Dijalankan Serius agar Bali Berdikari Ekonomi dan Berdaulat Pangan

 

Kolaborasi tersebut juga menjadi bagian dari persiapan menuju World Congress on Probation and Parole (WCPP) 2026 yang akan digelar di Bali. Untuk mematangkan kesiapan, latihan bersama dilaksanakan di Lapas Kelas IIA Kerobokan pada Senin (9/3/2026).

 

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Sesditjenpas) Dr. Gun Gun Gunawan serta Direktur Sistem Strategi dan Penyelenggaraan Pemasyarakatan Ditjenpas, Kadek Anton Budiharta.

Berita Terkait:  Gubernur Koster dan Wagub Giri Prasta Hadiri Perayaan Imlek 2026, Momen Perkuat Kerja Sama Pariwisata, Ekraf dan Peningkatan SDM

 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Pembimbingan Kemasyarakatan dan Upaya Keadilan Pidana Restoratif, Dr. Ceno Hersusetiokartiko yang didampingi Kepala Subdirektorat Administrasi Pembimbingan Kemasyarakatan, Rika Apriyanti.

 

Dalam arahannya, Sesditjenpas menekankan pentingnya standarisasi pelayanan pemasyarakatan yang tidak hanya berorientasi pada aspek keamanan, tetapi juga menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

 

“Momentum WCPP 2026 adalah panggung bagi kita untuk menunjukkan kepada komunitas internasional bahwa sistem pemasyarakatan Indonesia menjunjung tinggi martabat manusia dan produktivitas,” tegas Dr. Gun Gun Gunawan.

Berita Terkait:  Koster Siap Kawal Percepatan Transformasi Digital Pemerintah melalui Adopsi Infrastruktur Digital Publik

 

Sementara itu, secara terpisah Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bali, Decky Nurmansyah, memberikan apresiasi atas kesiapan teknis yang telah dilakukan jajaran lapas dalam menyambut agenda internasional tersebut.

 

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Lapas Kelas IIA Kerobokan, Hudi Ismono, menegaskan komitmen jajarannya untuk terus mendukung peningkatan kualitas pembinaan sekaligus menyukseskan penyelenggaraan WCPP 2026 di Bali.(Red)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI