Barometer Bali | Denpasar – Dinamika pembinaan di lembaga pemasyarakatan terus berkembang dengan pendekatan yang lebih progresif melalui penguatan kreativitas dan kemandirian warga binaan. Langkah ini sejalan dengan implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) Tahun 2026 yang menitikberatkan pada optimalisasi potensi manusia meskipun berada dalam keterbatasan ruang gerak.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kerobokan bersama Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan membangun sinergi untuk menciptakan ekosistem pembinaan yang lebih inklusif bagi seluruh warga binaan.
Kolaborasi tersebut juga menjadi bagian dari persiapan menuju World Congress on Probation and Parole (WCPP) 2026 yang akan digelar di Bali. Untuk mematangkan kesiapan, latihan bersama dilaksanakan di Lapas Kelas IIA Kerobokan pada Senin (9/3/2026).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Sesditjenpas) Dr. Gun Gun Gunawan serta Direktur Sistem Strategi dan Penyelenggaraan Pemasyarakatan Ditjenpas, Kadek Anton Budiharta.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Pembimbingan Kemasyarakatan dan Upaya Keadilan Pidana Restoratif, Dr. Ceno Hersusetiokartiko yang didampingi Kepala Subdirektorat Administrasi Pembimbingan Kemasyarakatan, Rika Apriyanti.
Dalam arahannya, Sesditjenpas menekankan pentingnya standarisasi pelayanan pemasyarakatan yang tidak hanya berorientasi pada aspek keamanan, tetapi juga menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
“Momentum WCPP 2026 adalah panggung bagi kita untuk menunjukkan kepada komunitas internasional bahwa sistem pemasyarakatan Indonesia menjunjung tinggi martabat manusia dan produktivitas,” tegas Dr. Gun Gun Gunawan.
Sementara itu, secara terpisah Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bali, Decky Nurmansyah, memberikan apresiasi atas kesiapan teknis yang telah dilakukan jajaran lapas dalam menyambut agenda internasional tersebut.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Lapas Kelas IIA Kerobokan, Hudi Ismono, menegaskan komitmen jajarannya untuk terus mendukung peningkatan kualitas pembinaan sekaligus menyukseskan penyelenggaraan WCPP 2026 di Bali.(Red)










